Menikmati eksotisme curug bertingkat tujuh di Banyumas

Merdeka.com - Liburan menjadi waktu yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu menenangkan pikiran dari hiruk pikuk keseharian. Banyak pilihan alternatif tempat wisata yang dapat dijadikan destinasi wisata, salah satunya adalah Curug Nangga yang berada di Desa Petaunan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas Jawa Tengah.
Curug Nangga, bagi masyarakat sekitar kini menjadi daya tarik baru yang memberi harapan cerah untuk pengembangan wisata alam di Banyumas. Maklum saja, kabupaten yang berada di selatan Gunung Slamet ini kerap dikenal dengan berbagai curug yang membentang dari ujung barat hingga timur kabupaten yang beribukota di Purwokerto ini.
Keunikan curug Nangga ini kini mulai tersiar luas di sosial media yang berkembang. Tak heran curug yang memiliki tujuh undakan dengan ketinggian sekitar 250 meter dari undakan teratas ini menjadi daya tarik yang mulai diperhitungkan masyarakat sekitar secara swadaya.
Untuk mencapai curug ini, pengunjung harus melewati jalur yang cukup curam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Berjarak sekitar tujuh kilometer dari jalan utama Ajibarang-Pekuncen, pengunjung akan disuguhi jalan desa yang membentang dari Desa Semedo hingga Desa Petaunan yang berada di Kecamatan Pekuncen.
Tanjakan yang curam dengan kelokan tajam menjadi pembuka untuk menuju Curug Nangga. Jalan masuk menuju Curug Nangga ini pun akan sulit ditemukan, jika saja tak ada baliho penunjuk jalan yang mengarahkan pengunjung menuju curug tersebut. Pun mendekati tujuan, pengunjung mungkin akan terkaget, karena tempat parkir kendaraan roda dua berada di sebuah jalan dengan lebar sekitar empat meter yang berada dekat lokasi sekolah dasar setempat.
Untuk jasa penitipan kendaraan roda dua, pengunjung dikenakan tarif Rp 2.000 per kendaraan. Mungkin, banyak orang yang mengira jarak penitipan dengan loket tiket masuk tak begitu jauh. Namun anggapan itu tidak sepenuhnya benar, karena untuk jarak penitipan hingga loket tiket masuk harus menempuh perjalanan sekitar 700 meter. Di sini, setiap pengunjung akan dikenakan biaya Rp 3.000 untuk bisa menikmati indahnya curug bertingkat tujuh ini.
Menurut penjaga tiket, uang tersebut diperuntukan untuk perbaikan jalan menuju curug yang jaraknya sekitar satu kilometer.
"Kita di sini mengelolanya swadaya dari kalangan masyarakat juga. Beberapa investor yang coba menanam modal di sini, masih belum bisa kita terima. Kami ingin mencoba sendiri untuk pengelolaannya," ujar seorang relawan yang turut membantu pengelolaan Curug Nangga, Jana Junadi beberapa waktu lalu. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya