Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minyak Goreng Masih Mahal, Pemkot Tangsel Minta CSR Perusahaan untuk Operasi Pasar

Minyak Goreng Masih Mahal, Pemkot Tangsel Minta CSR Perusahaan untuk Operasi Pasar Antrean minyak goreng murah. ©2022 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak bisa berbuat banyak menghadapi tingginya harga minyak goreng. Mereka kini berharap pada bantuan pihak swasta untuk melaksanakan operasi pasar.

"Kita enggak bisa mengatur harga, kita lebih kepada pengawasan, imbauan kepada pelaku pasar seperti itu. Operasi pasar sedang diajukan melalui CSR (corporate social responsibility) dan sekarang beberapa perusahaan sudah siap, besok ada 2.400 liter digabung dengan program vaksinasi lansia," kata Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PTKN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel Ghazali Ahmad, Kamis (17/2).

Berdasarkan peninjauan yang dilakukan Ghazali ke lapangan, masih banyak pedagang eceran yang menjual minyak goreng di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Namun, harganya tidak semahal periode sebelumnya yang mencapai Rp20 ribu per liter atau 40 ribu per dua liter.

"Harganya masih lebih mahal sedikit (dari HET Rp14 ribu per liter), tapi enggak sampai Rp18 ribu ke atas. Di kisaran Rp16 ribu paling mahal," terang Ghazali.

Dia mengungkapkan, langkanya pasokan minyak goreng tidak hanya terjadi di Tangsel, tapi juga di banyak daerah lainnya. Hal itu dipengaruhi sentimen global karena produsen minyak goreng lebih tertarik memproduksi kelapa sawit menjadi olahan B20 ketimbang CPO (crude palm oil).

"Kalau stok di ritel masih langka, memang sekarang itu produsen masih fokus program B20 dan lebih menguntungkan untuk memproduksi kelapa sawit menjadi produk B20, sehingga terjadi kekosongan di pasar," imbuh dia.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP