Mulai sekarang jangan tekan PIN ATM dengan satu jari!
Merdeka.com - Pencurian tabungan dengan berbagai modus saat ini benar-benar meresahkan. Yang terbaru, adalah skimming ATM.
Apa itu dan apa bahaya skimming ATM?
Saat ini, Bali sedang menjadi sasaran kejahatan dengan modus tersebut. Polda Bali dalam sepekan ini telah mengungkap dua kejahatan yang melibatkan warga negara Turki dan Rusia. Bahkan sebelumnya, kelompok Bulgaria dan Moldova juga ditangkap pihak kepolisian lantaran melakukan kejahatan serupa.
-
Bagaimana modus pencurian data KTP? 'Saat ini permintaan data pribadi dapat menggunakan berbagai macam modus,' kata Friderica dalam akun Instagram @ojkindonesia, dikutip Selasa (23/7).
-
Apa yang dicuri dari bank? Suatu hari, tiba-tiba nasabah korporat datang ke salah satu bank di Amerika Serikat (AS). Ia melaporkan kehilangan uang. Tak tanggung-tanggung jumlahnya sampai USD 400.000.
-
Dimana pencurian handphone terjadi? Sebelumnya sebuah toko ponsel Fajar Store di Jalan Delima, Kelurahan Tabek Gadang, Kecamatan Bina Widya Pekanbaru dibongkar maling, Minggu (17/3/2024) sekitar pukul 04.15 WIB.
-
Apa penipuan yang marak terjadi saat ini? Beredar unggahan di media sosial terkait tawaran pinjaman bagi nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) hanya dengan menghubungi nomor WhatsApp.
-
Apa yang dicuri? Pak Sukamto berkata 'Uang itu ada dalam sebuah amplop, tapi sekarang amplop itu isinya kosong. Pasti ada yang mencurinya!'
-
Siapa perampok dalam peristiwa ini? Empat orang disandera oleh perampok selama enam hari.
Dikutip dari Liputan6 (16/3), pengungkapan pertama dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali pada Sabtu, 10 Maret 2018, setelah polisi menelusuri jejak para penjahat berdasarkan laporan salah satu bank pelat merah di Bali.
Penyelidikan dilakukan terhadap di salah satu gerai ATM di Denpasar. Hasil sementara yang didapat polisi saat itu, yakni adanya modifikasi di mesin ATM yang dicurigai tersebut.
"Setelah dicek penyidik menyimpulkan kejahatan skimming," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Sugeng Sudarso kepada Liputan6.com, Kamis (15/3/2018).
Polisi lalu mencari tahu siapa yang memasang alat tersebut melalui closed circuit television (CCTV). Butuh waktu dua minggu untuk mempelajari dan mencari tahu siapa yang memasang alat skimming di mesin ATM tersebut.
"Akhirnya ditemukan satu warga negara asing yang gelagatnya mencurigakan. Dia juga lama berada di dalam gerai ATM tersebut," kata Sugeng.
Polisi lalu mengumpulkan ciri-ciri yang dapat merujuk pada identitas tersangka. Gayung bersambut, tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengetahui jejak pria yang diketahui dari Turki tersebut.
Polisi baru menangkap para tersangka ketika mereka tengah beraksi menguras rekening korbannya.
"Kami tangkap dua orang warga negara Turki, lalu dikembangkan dengan membawa ke hotel yang mereka tinggali di Nusadua," beber Sugeng.
Di hotel tersebut polisi menangkap seorang lagi komplotan Turki. Tugasnya adalah menyalin data nasabah yang sudah terekam kamera di penutup tombol angka ATM.
"Jadi, jangan memencet nomor PIN dengan satu jari, usahakan pakai lima jari bergantian memencet PIN, agar tidak mudah terbaca oleh pelaku skimming," imbau Sugeng.
Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa alat skimming dan kartu-kartu magnetik yang akan digunakan untuk menyalin data korban yang sudah direkam. Polisi juga menyita enam unit laptop dari tiga tersangka.
Laporan bank bahwa kelompok Turki ini telah menguras miliaran rupiah dari aksi kejahatanya. Namun, saat ditangkap, polisi mendapati uang tunai Rp 119 juta dari tangan tersangka.
"Ini sedang didalami kemana mereka larikan uangnya. Juga menelusuri aktivitas laptop mereka dan blank account," ujar Sugeng.
Kelompok RusiaRabu (14/3/2018), polisi menangkap dua warga negara Rusia yang diduga melakukan kejahatan perbankan dengan modus skimming.
"Bermula dari kasus penganiayaan di mana kami menemukan kartu ATM bodong dari dompet korban. Setelah diperiksa ternyata dia melakukan skimming," ujar Sugeng.
Polisi lalu mengembangkan dan menangkap rekan pelaku yang juga warga negara Rusia di sebuah hotel di Badung.
"Kami menemukan alat-alat skimming di kamar yang mereka tempati," ujar Sugeng.
Wisatawan asing jadi targetHasil penyelidikan polisi, para tersangka menargetkan gerai ATM yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Bukan tanpa sebab para pelaku menyasar rekening wisatawan asing.
"Alasannya karena orang asing banyak duitnya," kata Sugeng.
Penelusuran sementara mereka bergerak tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Mereka masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa wisata.
Menurut Sugeng, alasan lain pelaku menyasar wisatawan asing adalah karena PIN yang digunakan lebih sederhana, yaitu empat angka. Berbeda dengan nomor PIN bank Indonesia yang menggunakan enam digit angka.
Sugeng mengimbau kepada para nasabah yang ingin mengambil uang dan terhindar dari skimming, selain menekan PIN dengan lima jari, usahakan untuk mencari ATM di keramaian.
"Jangan di tempat sepi dan tidak ada sekuritinya. Karena mereka leluasa beraksi karena tidak ada petugas keamanan yang berjaga," kata Sugeng.
Skimming atau pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu sudah merebak sejak 2009. Kejahatan tersebut pun terus mengintai para nasabah hingga kini.
Skalanya pun ternyata sudah begitu meluas. Pada tahun 2015, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sudah mencatat ada 1.549 kasus. Ini artinya sepertiga kasus skimming di dunia terjadi di Indonesia.
Semakin banyaknya modus kriminal dan pencurian semacam ini, kita harus lebih waspada. Baru-baru ini, Polda Metro Jaya berhasil mengamankan lima pelaku penguras uang nasabah BRI, Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai, Ionel Robert Lupu, Ferenc Hugyec, dan Milah Karmilah. Mereka diringkus di tempat yang berbeda.
Sumber: Liputan6.com (mdk/ega)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Kedua pelaku, yakni ES dan MS, telah ditangkap jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Baca SelengkapnyaMenjelang lebaran, penipuan marak terjadi. Waspadalah!
Baca SelengkapnyaDua pelaku spesialis pencurian dengan modus ganjal mesin ATM ini sudah beraksi di beberapa tempat.
Baca SelengkapnyaAktris Asri Welas bercerita sempat mengalami pembobolan kartu debit atau ATM, sehingga membuat tabungan terkuras dalam waktu singkat.
Baca SelengkapnyaPeristiwa itu kemudian terekam kamera seluler dan viral di media sosial.
Baca SelengkapnyaPenyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan kasus itu.
Baca SelengkapnyaBank Indonesia (BI) mencatat, transaksi QRIS tumbuh 213,31 persen secara year on year (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 49,76 juta.
Baca Selengkapnyasasaran tersangka hanya mesin ATM yang berada di sekitar Jakarta Utara dan Kota Bekasi
Baca SelengkapnyaAksi pelaku langsung mengundang amarah warga sekitar berujung pengurungan di ruangan ATM.
Baca SelengkapnyaPelaku berhasil menguras ATM korban setelah berhasil menukar kartu.
Baca SelengkapnyaPerlu diwaspadai jika pengguna nomor HP yang sudah terdaftar di perbankan tak dipakai lagi.
Baca SelengkapnyaKorban mengetahui kartu ATM-nya hilang saat akan mengeluarkan uang dari dalam dompetnya
Baca Selengkapnya