Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemudik Kini Bisa Pantau 49 Titik Kemacetan di Jabar Via Aplikasi Simanis

Pemudik Kini Bisa Pantau 49 Titik Kemacetan di Jabar Via Aplikasi Simanis Arus mudik di Tol Cikampek. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan sarana informasi berkala yang bisa menjadi rujukan pemudik. Para pemudik diminta untuk mewaspadai puluhan titik kemacetan di jalur Jawa Barat.

Pemprov Jabar menyediakan aplikasi khusus bernama Simanis atau Aplikasi bernama Simanis atau Sistem Informasi Jalan dan Wisata. Aplikasi ini dipakai untuk menyajikan jalur mudik di seluruh wilayah Jabar, termasuk jalur alternatif, jadwal keberangkatan kereta api, pesawat terbang, hingga informasi seputar terminal.

Kemudian menampilkan tujuan wisata termasuk kapasitas pengunjung lokasi wisata yang diperbarui setiap satu jam sekali.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mencatat ada 49 titik kemacaten di Jawa Barat yang tersebar di berbagai wilayah. Mayoritas merupakan langganan macet. Di antaranya, di Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Bogor, Cianjur, Bekasi, Sukabumi, Bandung Subang, Purwakarta, dan Karawang.

Penyebabnya mayoritas karena mobilitas dan aktivitas masyarakat, seperti hiruk pikuk pasar tradisional, pasar tumpah, terminal resmi dan terminal bayangan, persimpangan jalan, hingga kawasan tempat wisata.

Kepala Dishub Jabar, Koswara mencontohkan salah satu titik yang menjadi langganan kemacetan di daerah Limbangan, Kabupaten Garut. Di sana, ada tiga titik pasar.

“Kemacetan disebabkan banyak orang menyeberang. Nanti akan dibuat pembatasan agar tidak menyeberang sembarangan," ujarnya.

Lalu, di kawasan Cileunyi, khususnya di gerbang tol, kemacetan bisa terjadi karena kebingungan pemudik membaca rambu lalu lintas. Pasalnya, jalan layang baru saja slesai dibuat dan dioperasikan.

Di sisi lain, ia memastikan sudah melakukan pemeriksaan terhadap angkutan umum, khususnya bus AKDP/AKAP. Bus yang dipersiapkan berjumlah 3.709 unit dengan perkiraan mampu mengangkut penumpang sebanyak 166.905 orang per hari.

Khusus pemudik yang masuk Bandung Raya, bisa memantau kemacetan secara live streaming. Pemudik tinggal klik kotak hijau 'Pantau CCTV' dan langsung diarahkan ke 62 kamera pengawas yang diinginkan. Pemudik juga bisa mengetahui kondisi lalu lintas jalan melalui video reportase petugas dan hasil rekaman netizen yang direkap.

Aplikasi ini hasil kolaborasi Dishub Jabar, Jabar Digital Service Diskominfo Jabar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Kementerian Perhubungan, serta pengelola jalan tol yang dapat menjadi panduan pemudik tahun ini dan diakses melalui: https://simanis-dishub.jabarprov.go.id/

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP