Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi diteliti CCTV terkait tewasnya Pratu Aspin

Polisi diteliti CCTV terkait tewasnya Pratu Aspin Maling motor terekam CCTV. ©facebook.com

Merdeka.com - Ada dua kejadian penyerangan terhadap aparat keamanan yang berujung maut terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kejadiannya hanya dalam jeda waktu kurang lebih dua pekan, sama-sama terjadi dini hari oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kedua kasus tersebut adalah adalah penyerangan pos polisi di bundara Samata, Gowa, Kamis, (2/7). Tiga anggota polisi terluka, satu di antaranya tewas bernama Brigpol Irvanuddin.

Lalu kasus berikutnya, penyerangan terhadap dua anggota Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) di dekat lapangan Syekh Yusuf, Gowa, Minggu, (12/7). Satu di antaranya tewas bernama Pratu Aspin Mallombassang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulsel, Kombes Polisi Khasril yang ditemui wartawan di Polda Sulsel, Selasa, (14/7) menjelaskan, penyelidikan kedua kasus tersebut masih berjalan.

Ditanya apakah keduanya yang terjadi sama-sama di Kabupaten Gowa, terjadi dini hari oleh orang tak dikenal dan sama-sama kenakan tutup kepala serta tutup wajah itu ada keterkaitan, Kombes Polisi Khasril mengatakan belum diketahui.

"Ini dua kasus berbeda. Nanti setelah pelaku-pelaku dari dua kasus itu berhasil ditangkap baru bisa diketahui apakah ada keterlibatan atau tidak," jelasnya.

Progress dari dua pengusutan kasus ini, tambahnya, sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dari kasus penyerangan pos polisi sudah diperiksa 15 orang saksi sementara yang kasus penyerangan terhadap anggota Kostrad diperiksa 10 orang saksi.

"Yang kasus di pos polisi, selain pemeriksaan saksi-saksi, saat ini kita menunggu hasil uji balistik dari pusat empat selongsong peluru yang diduga milik pelaku. Demikian juga yang kasus penyerangan anggota Kostrad Pratu Aspin. CCTV yang diambil dari Pemda Gowa sudah dikirim juga ke Jakarta untuk diolah karena di sini tidak ada alatnya," kata Kombes Polisi Khasril.

Sementara Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Anton Setiadji yang juga dikonfirmasi di kesempatan yang sama terkait dugaan adanya keterkaitan antara dua kasus penyerangan puluhan OTK ini mengatakan, dirinya tidak mau kaitkan-kaitkan.

"Yang diketahui bahwa anggota polisi yang di pos polisi di bundaran Samata itu sedang bertugas tapi saya tidak curigai siapapun. Kita belum tahu persis apa latar belakangnya dua kasus yang terjadi di Gowa ini. Saya tidak bisa kaitkan dengan politik misalnya. Itu saja, ada anggota Polri yang dianiaya," kata Anton Setiadji. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Polisi Gelar Perkara Tentukan Tersangka Kasus Mahasiswa STIP Tewas Diduga Dianiaya
Polisi Gelar Perkara Tentukan Tersangka Kasus Mahasiswa STIP Tewas Diduga Dianiaya

Ditemukan sejumlah luka di tubuh mahasiswa STIP tewas diduga dianiaya senior

Baca Selengkapnya
7 Mayat di Kali Bekasi, Kadiv Propam Janji Tindak Tegas Jika Ada Polisi yang Salah
7 Mayat di Kali Bekasi, Kadiv Propam Janji Tindak Tegas Jika Ada Polisi yang Salah

Propam Polda Metro Jaya melibatkan pihak Komisi Kepolisian Nasional.

Baca Selengkapnya
Kapolri Terjunkan Tim Itwasun dan Propam Usut Tewasnya Afif Maulana di Padang
Kapolri Terjunkan Tim Itwasun dan Propam Usut Tewasnya Afif Maulana di Padang

Sigit juga meminta Bareskrim Polri untuk melakukan supervisi.

Baca Selengkapnya
Polisi Periksa 43 Saksi Kasus Penganiayaan Junior STIP: Dari Taruna hingga Dokter Klinik
Polisi Periksa 43 Saksi Kasus Penganiayaan Junior STIP: Dari Taruna hingga Dokter Klinik

4 orang taruna STIP sebagai tersangka mulai dari pelaku utama TRS dan tiga tersangka yang baru ditetapkan yakni FA, AKA dan WJP.

Baca Selengkapnya
Polisi Tembak Polisi di Cikeas, Penyidik Analisa CCTV
Polisi Tembak Polisi di Cikeas, Penyidik Analisa CCTV

"Saat ini penyidik sedang mendalami mengumpulkan bukti-bukti di TKP.

Baca Selengkapnya
Selain Belasan Polisi, 10 Warga Sipil Diperiksa terkait Kasus 7 Mayat Remaja di Kali Bekasi
Selain Belasan Polisi, 10 Warga Sipil Diperiksa terkait Kasus 7 Mayat Remaja di Kali Bekasi

Polda Metro Jaya memerika 10 warga sipil terkait kasus 7 mayat remaja laki-laki di Kali Bekasi.

Baca Selengkapnya
Tim Mabes Polri Cari Proyektil Peluru yang Menembus Tubuh Pengawal Pribadi Kapolda Kaltara
Tim Mabes Polri Cari Proyektil Peluru yang Menembus Tubuh Pengawal Pribadi Kapolda Kaltara

Petugas telah memeriksa 14 saksi yang berada di sekitar rumah dinas korban saat peristiwa itu terjadi.

Baca Selengkapnya