Polisi Temukan ODP Covid-19 di Titik Pemeriksaan Masuk Surabaya
Merdeka.com - Petugas dari Polda Jatim menemukan seorang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di titik pemeriksaan Bundaran Waru yang menjadi pintu masuk utama menuju Kota Surabaya. ODP tersebut ditemukan saat pelaksanaan hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Inisialnya S, berusia 23 tahun. Dia dari Jember yang berniat ke Sampang," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dilansir Antara, Rabu (29/4).
Saat ini, kata dia, yang bersangkutan telah dibawa Unit Covid-19 Hunter Polda Jatim ke Rumah Sakit Bahayangkara. Petugas memastikan pria tersebut berstatus ODP setelah diketahui membawa surat keterangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember yang isinya harus melakukan isolasi mandiri selama dua pekan.
-
Bagaimana penanganan Covid-19 di Indonesia? Jokowi memilih menggunakan strategi gas dan rem sejak awal untuk menangani pandemi Covid-19. Gas dan rem yang dimaksudkan Jokowi diimplementasikan dalam tiga strategi yakni penanganan kedaruratan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi. Inilah yang kemudian menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.
-
Siapa yang mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia? Presiden Jokowi mengumumkan hal ini pada 2 Maret 2020, sebagai kasus Covid-19 pertama di Indonesia.
-
Virus itu apa? Virus adalah mikroorganisme yang sangat kecil dan tidak memiliki sel. Virus merupakan parasit intraseluler obligat yang hanya dapat hidup dan berkembang biak di dalam sel organisme biologis.
-
Kapan Covid-19 pertama kali terkonfirmasi di Indonesia? Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melaporkan kasus pertama virus Covid-19, menandai awal dari pandemi yang memengaruhi seluruh masyarakat.
-
Siapa yang dirawat di rumah sakit? Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, saat ini dirawat di rumah sakit akibat infeksi pernapasan.
-
Apa saja gejala yang dialami pasien pertama Covid-19? Setelah kembali ke Depok, NT mulai merasakan gejala seperti batuk, sesak, dan demam selama 10 hari. Ia berobat ke RS Mitra Depok dan didiagnosis mengidap bronkopneumonia, salah satu jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada paru-paru.
Truno mengatakan pria asal Jember tersebut adalah yang kedua orang berstatus ODP terpantau di titik pemeriksaan di Bundaran Waru. Sebab sebelumnya pada hari pertama PSBB ditemukan pria dari Tangerang juga berstatus sama.
Tim Covid-19 Hunter Polda Jatim, lanjut dia, akan terus melakukan kerja sama dengan pemangku kebijakan lain untuk menemukan ODP Covid-19. Sekaligus melakukan tindakan guna mempercepat pencegahan penularan dalam masyarakat.
Sementara itu, S kepada petugas mengaku akan pulang ke kampung halamannya di Sampang karena terdampak pengurangan karyawan dari tempat kerjanya di Banyuwangi.
Menurut petugas, S meceritakan awal mula mendapat surat keterangan dari dokter atau tergolong ODP ketika meninggalkan Banyuwangi, tepatnya sempat singgah ke rumah temannya di Jember.
Di perjalanan pintu masuk Jember, dia bersama teman-temannya harus melewati pemeriksaan. Namun karena ada gejala flu dan sakit tenggorokan maka S mendapat surat harus karantina 14 hari.
"Semua teman saya dapat surat ini, ada sekitar tujuh orang," katanya kepada petugas.
S mengaku tak mengerti saat mendapat surat yang mengharuskan karantina mandiri sehingga baru sehari di Jember sudah langsung meneruskan perjalanannya ke Sampang dan melewati Surabaya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Pelaku saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja.
Baca SelengkapnyaWalaupun sudah mengamankan sejumlah pihak, namun belum ada keterangan dari KPK.
Baca SelengkapnyaAKBP Abdus Syukur mengakui memang menerima seorang warga sipil dan saat ini masih diperiksa apakah terlibat dalam kelompok bersenjata atau tidak.
Baca Selengkapnya