PSBB Jawa Barat Lanjut Sesuai Raport, Ini Daftarnya
Merdeka.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat akal dievaluasi. Rabu (20/5), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengumumkan mana saja daerah yang bakal melanjutkan PSBB atau tidak. PSBB tahap pertama berakhir pada 19 Mei.
Namun Pria akrab disapa Kang Emil itu membocorkan mana saja daerah-daerah yang masih rawan dan sudah kuning penyebaran Covid-19 kepada merdeka.com.
Kang Emil, membaginya ke lima level kewaspadaan yang tergambar menjadi beberapa zona yakni merah, kuning, biru, dan hijau.
-
Apa komitmen PKB di Pilgub Jabar? 'Pokoknya prinsipnya PKB siap siapapun yang berkompetisi karena PKB akan menyuguhkan alternatif pilihan untuk publik, sebanyak-banyaknya,' ujar Huda ketika ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (13/6).
-
Apa yang diputuskan PKB soal Pilkada Jakarta? Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jakarta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jakarta.
-
Siapa yang menjadi Gubernur Jawa Barat kelima? Raden Hadji Mohamad Sanusi Hardjadinata memiliki karier politik yang menonjol dan beragam dalam pemerintahan Indonesia. Setelah terlibat aktif dalam pergerakan kemerdekaan melalui Partai Nasional Indonesia (PNI), Sanusi memulai karier politik resminya sebagai Gubernur Jawa Barat kelima pada tahun 1951.
-
Apa yang dilakukan Ridwan Kamil di Setu Babakan? Tiba di lokasi, RK didampingi Foke langsung mengelilingi Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi dan Museum Betawi.
-
Siapa yang menjadi calon gubernur Jawa Barat? Calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu menggagas program Teras ASIH.
-
Apa saja tahap persiapan Pilkada 2024 di Jawa Tengah? Tahapan PersiapanPerencanaan Program dan Anggaran: Jumat, 26 Januari 2024Penyusunan Peraturan Penyelenggaraan Pemilihan: Senin, 18 November 2024Perencanaan Penyelenggaraan yang Meliputi Penetapan Tata Cara dan Jadwal Tahapan Pelaksanaan Pemilihan: Senin, 18 November 2024Pembentukan PPK, PPS, dan KPPS: Rabu, 17 April 2024 - Selasa, 5 November 2024 Pembentukan Panitia Pengawas Kecamatan, Panitia Pengawas Lapangan, dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara: Sesuai jadwal yang ditetapkan oleh BawasluPemberitahuan dan Pendaftaran Pemantau Pemilihan: Selasa, 27 Februari 2024 - Sabtu, 16 November 2024Penyerahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih: Rabu, 24 April 2024 - Jumat, 31 Mei 2024Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih: Jumat, 31 Mei 2024 - Senin, 23 September 2024
Mantan Walikota Bandung itu menyebutkan, penerapan PSBB di Provinsi Jabar akan dilanjutkan secara proporsional. Artinya, tidak menyamakan ke 27 total wilayah Kabupaten/Kota se Jabar, melainkan membagi dengan level kewaspadaan zona masing-masing.
"Ada yang raportnya level lima tidak terkendali, tapi alhamdulilah itu belum ada, ada yang raportnya level empat, masih merah itu, berarti PSBB-nya lanjut. Ada yang level tiga kuning, artinya itu PSBB boleh mengecil berbasis wilayah saja," sebut Emil dalam wawancara interaktif via daring dengan merdeka.com, Senin (18/5).
Selanjutnya, dia menambahkan, jika ada wilayah yang masuk level dua pada zona biru dan bisa kembali normal, tetapi tidak boleh ada kerumunan. Terakhir, level satu zona hijau yang tidak ada pergerakan sama sekali.
"Namun sampai hari ini belum ada yang masuk zona hijau jika dalam skala per daerah Kabupaten/Kota, jadi hanya wilayah-wilayah kecil saja," papar Kang Emil.
Peta Raport
Kang Emil pun membocorkan sejumlah tempat yang dianggap masih rawan, alias zona merah. Setidaknya ada 14 kabupaten/kota yang dianggap masih merah. Sehingga ekonomi hanya boleh berjalan 30 persen saja.
Di antaranya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Sukabumi, Kabupaten Tasik, Karawang, Pangandaran, Purwakarta, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Tasik, Kota Cimahi.
Sementara ada 9 kabupaten kota yang kondisinya membaik. Di sini, aktivitas ekonomi diperbolehkan berjalan sampai 60 persen saja.
Di antaranya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kota Ciamis, Kuningan, Subang, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Cirebon dan Kota Depok.
PSBB Berhasil
Kang Emil mengatakan, penerapan PSBB di wilayahnya bisa dianggap berhasil. Karena telah menurunkan angka pasien positif Covid-19. Dari 430, saat ini sudah turun sekitar 270 pasien yang rata-rata perhari sudah turun hingga sekitar 20 kasus dari semula 40 kasus perhari.
Hal itu, lanjutnya, berdampak pada penurunan kecepatan reproduksi virus yang sebelum PSBB indeksnya tiga, artinya satu orang bisa menulari tiga orang dalam satu hari. Namun, untuk saat ini indeksnya turun menjadi satu dan telah sesuai dengan rekomendasi WHO.
"Saya akan lakukan test itu apakah angka satu itu bertahan atau tidak, tetapi kabar baik itu bisa gagal bila pemudik dan keramaian masyarakat tidak terkendali. Itu bisa merusak berita baik yang sedang kami bangun berminggu-minggu ini jadi tantangannya itu," ungkapnya.
Kang Emil tak menampik jika hasil dari random sampling di beberapa terminal, stasiun, termasuk Kereta Rel Listrik (KRL) itu terjadi penyebaran 1% yang dari sepuluh ada satu yang positif Covid-19.
"Dari seribu ada sepuluh yang positif. Jadi relaksasi transportasi itu bagi kami melelahkan. Karena kita harus jaga gawang untuk antisipasi kebocoran. Terlebih validitas surat tugas juga saya tidak mengerti, bisa dibikin-bikin, bisa diprint sendiri. Padahal 70% kasus itu OTG (orang tanpa gejala). Ini jadi tantangan terbesar kami ada di situ," ungkapnya.
Jabar Urutan 23
Diketahui bahwa Provinsi Jabar saat ini sudah turun menjadi posisi empat dari posisi dua yang saat ini ditempati Provinsi Jawa Timur (Jatim). Atas hal itu, Kang Emil menuturkan bahwa menurunya Jabar karena berhasilnya menekan hampir 20 kasus per hari.
"Sekarang Jatim yang berada di posisi dua bedanya 500 kasus, tetapi kita ini penduduknya lebih banyak. Kalau kita pakai persentase, kita ini urutan ke 23. Jadi caranya itu bisa dua, kita lihat jumlahnya atau persentase jumlah penduduk,” katanya.
Menurutnya, jika dilihat berdasarkan persentase Provinsi Jabar berada di urutan 23 dengan patokan jumlah populasi penduduk Jabar yang menjadi tersebar se-Indonesia mencapai 49 juta mendekati 50 juta jiwa.
Mungkin, katanya, Jabar bisa mendeklarasikan terkendali. Tetapi untuk mengosongkan angka positif itu tidak mungkin, kalau ingin mengosongkan angka penyebaran Covid-19 harus sudah ditemukan vaksin dan obat Covid-19.
"Nah salah satu ukuran WHO itu ada tadi indeks reproduksi Covid itu harus satu atau di bawah satu. Nah kita setelah PSBB itu indeksnya sudah satu, maka sesuai standar WHO. Tetapi ada deadline untuk melakukan pengecekan tujuh sampai empat belas hari. Apakah indeks satu itu bisa dipertahankan atau tidak," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
DPRD Jawa Barat segera mengirimkan berkas pemberhentian Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat kepada Kemendagri.
Baca SelengkapnyaRidwan Kamil mengatakan pembatalan itu untuk memberikan pelajaran bahwa semua harus sesuai dan ikut pada aturan yang ditetapkan.
Baca SelengkapnyaKPU saat ini masih berfokus dengan merampungkan seluruh rekapitulasi nasional dengan waktu tersisa hingga tanggal 20 Maret 2024.
Baca Selengkapnya"Jadi ibaratnya Pj tinggal ngegas aja. Mobil yang sudah disiapkan saya kira akan sangat nyaman."
Baca SelengkapnyaRidwan Kamil masih enggan menanggapi rumor mengenai peta politik jelang Pilpres 2024.
Baca SelengkapnyaJelang pengumuman hasil Pemilu 2024 oleh KPU, pembelajaran jarak jauh diterapkan di sebagian sekolah di Jakarta
Baca SelengkapnyaSetelah selesai di tingkat kecamatan, nantikan akan dilanjutkan penghitungan di tingkat kabupaten kota.
Baca SelengkapnyaDPRD Jabar berharap yang ditetapkan menjadi Pj Gubernur mampu menuntaskan RPJMD untuk mewujudkan provinsi juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi.
Baca SelengkapnyaMeksi begitu, ia menilai maju di Pilkada manapun dinilainya sama saja. Karena, sama-sama melayani masyarakat.
Baca SelengkapnyaGolkar tengah mempertimbangkan Emil maju di Jawa Barat lagi
Baca SelengkapnyaTujuh wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi yakni Kota Semarang, Sukoharjo, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Magelang dan Kendal
Baca SelengkapnyaBey mengaku sudah mendapat laporan mengenai adanya keinginan PSU di beberapa TPS.
Baca Selengkapnya