Rekaman percakapan Fredrich, Novanto hendak dibikin gila hantu gunung di sidang e-KTP
Merdeka.com - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman percakapan antara mantan kuasa hukum Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi dengan pria bernama Viktor. Rekaman diputar Jaksa Takdir M Suhan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jumat (27/4).
Awalnya, Jaksa Takdir bertanya kepada Setnov yang duduk sebagai saksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo dalam kasus dugaan merintangi proses hukum e-KTP.
"Saksi sudah biasa komunikasi dengan Pak Fredrich ya, baik telepon atau lisan?," tanya Jaksa Takdir.
-
Apa yang dimaksud dengan kata sindiran kena mental? Kata-kata sindiran kena mental bisa disampaikan secara langsung atau melalui tulisan untuk mengungkapkan rasa kesal atau ketidaksukaan terhadap tingkah laku seseorang.
-
Siapa yang berpotensi memiliki psikopat? Anak yang sering mendapatkan kekerasan atau penganiayaan secara fisik rentan memiliki karakter psikopat. Lingkaran keluarga yang tidak utuh karena telah menelantarkannya juga meningkatkan risiko psikopat.
-
Siapa saja yang bisa jadi psikopat? Psikopat bisa jadi adalah seseorang yang kita kenal, seperti anggota keluarga, pasangan, rekan kerja, atau teman.
-
Bagaimana cara menyindir teman? Jika mengalami kesulitan dalam merangkai kata-kata, beberapa referensi dari kata-kata sindiran buat teman berikut ini bisa Anda gunakan.
-
Siapa yang bisa menggunakan kata kerja mental? Kata kerja mental sendiri merupakan jenis dari kata kerja yang menggambarkan tindakan, sikap, hingga posisi dari subjek dalam suatu kalimat.
-
Siapa yang kena mental down? Mental down adalah salah satu jenis gangguan mental yang perlu diwaspadai setiap orang.
Setnov menjawab bahwa Fredrich selalu berada ke kediamannya. Jaksa kemudian memastikan apakah Setnov mengenal betul suara Fredrich Yunadi. Setnov mengaku hafal dengan suara Fredrich yang juga terdakwa merintangi proses hukum.
Kemudian, Jaksa Takdir meminta izin kepada hakim untuk memutar rekaman percakapan Fredrich dengan Viktor yang terjadi dilakukan 18 Desember 2017. Namun belum diketahui identitas Viktor.
Dalam percakapan, Viktor menyarankan agar Setnov dibikin gila di ruang sidang. Viktor mengaku memiliki teman yang bisa membuat seseorang menjadi gila untuk sementara waktu.
"Pak setnov. Ya, itu kan bermain-main, berpura-pura itu. Kalau mau ada teman saya, dia jago dia, kalau sidang dibikin gila. Dokter periksa dia gila nanti. Dia di Bangka. Kemarin saya bilang kamu yakin, yakin, saya kirim hantu gunung nanti pas diperiksa,” kata Viktor dalam percakapan.
Kemudian Fredrich menyambut percakapan tersebut. Fredrich berencana membicarakan hal tersebut lebih jauh.
"Iya seperti binatang itu kan," kata Fredrich.
Kemudian Viktor kembali menjelaskan lebih jauh soal rencananya tersebut.
"Ini kalau masuk, di sidang kita kerjain dia. Jadi tetap sembuh, ya bisa sembuh. Setiap sidang kita bikin dia gila, nanti diperiksa dokter dia jadi gila," kata Viktor.
Mendengar percakapan tersebut, Setya Novanto malah tertawa. DIa mengaku tak mengetahui rencana mantan kuasa hukumnya itu.
"Kalau itu saya enggak begitu tahu. Kalau telepon kan kumisnya kedengeran," kata Setnov sambil tertawa.
Reporter: Fachrur RozieSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Sidang sempat berlangsung panas ketika tim kuasa hukum Haris & Fatia bertanya terkait riset dibalas dengan kriminalisasi.
Baca SelengkapnyaHendri mengatakan, peran juru kamera masih didalami.
Baca SelengkapnyaPolisi menyebut selama pemeriksaan Pegi Setiawan kerap menggaruk kepala, cenderung menghindari kontak mata dan gelisah.
Baca SelengkapnyaSilfester mengatakan, selama ini orang-orang tidak ada yang pernah membalas Rocky Gerung dan hanya berdiam diri saja. Tapi dia melawan.
Baca SelengkapnyaPolisi bongkar para pelaku kasus pembunuhan Vina Cirebon mencoba mengganggu saksi.
Baca SelengkapnyaSilfester nyaris baku hantam dengan pengamat politik Rocky Gerung saat debat panas di salah satu stasiun televisi.
Baca SelengkapnyaDari pengakuan awal kelima orang tersangka ini memberikan keterangan berbeda-beda.
Baca Selengkapnya