Saat Dukun Aki Rela Duloh Tiduri Mertuanya Sebelum Dibunuh
Merdeka.com - Noneng Suryati menjadi korban pembunuhan Wowon Erawan alias Aki. Motifnya karena kesal dengan mertuanya tersebut dan Wiwin Winarti yang tidak lain adalah istri Aki. Solihin alias Duloh lantas diperintah Aki untuk menghabisi keduanya.
"Pertama mertuanya Wowon, Noneng Suriyati dan Wiwin winarti. Pertamanya dia kesel punya mertua sama bini. Makanya nyuruh saya membunuh diiming-imingi uang Rp500 juta," kata Duloh kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2).
Lanjut Duloh, Wowon kesal karena keduanya menagih janji uang yang bakal digandakan. Wowon lantas menyiapkan skenario kepada Noneng. Dia mengasut korban agar bersedia disetubui oleh Duloh dengan dalih apabila ingin uangnya dibayar.
-
Siapa yang membunuh keluarga Soeparwi? Pengakuan Sono membuat banyak pihak terkejut, termasuk Soeparwi. Ia merasa selama ini hubungan keluarganya dengan Sono baik-baik saja.
-
Kenapa Sono membunuh keluarga Soeparwi? Hal ini membuat Sono marah. Amarah itu berusaha ia redam. Namun ternyata amarah itu terus memuncak dan muncul niatan untuk membunuh Soeminah.
-
Kenapa ALW membunuh mertuanya? Hasil interogasi sementara terhadap tersangka ALW, yang bersangkutan merasa Bapak mertuanya tersebut menghalangi daripada hubungan keluarga antara tersangka dan istrinya sehingga merasa sendiri tidak dibela akhirnya melakukan aksi tersebut
-
Siapa yang dibunuh secara sadis? Hasil analisis menunjukkan, kedua mumi laki-laki ini mengalami kematian di tempat akibat tindakan kekerasan yang disengaja.
-
Kenapa pelaku membunuh korban? Aksi nekat tersebut terjadi lantaran korban meminta uang tambahan sebesar Rp100.000.
-
Siapa pelaku penganiayaan? Viral Remaja Pukuli Bocah Lalu Mengaku sebagai Keponakan Mayor Jendera Sekelompok remaja tmenganiaya dan mencaci bocah di Bandung, Jawa Barat.
"Ngobrol-ngobrol nanyain uang. Nagih, saya (wowon) 'kalau mau dibayar harus mau bersetubuh dulu dengan Duloh'. Langsung saya (Duloh) lenyapin dicekik pakai tangan kanan, tangan kiri memegang mulutnya supaya tidak teriak sampai setengah jam," ungkap Duloh.
Setelah dibunuh, korban lantas dimasukan ke lubang yang telah disiapkan. Tidak lama sekitar pukul 10.00 WIB, Wowon menelepon dan meminta bersiap membunuh Wiwin.
"Wowon masukin lagi Wiwin itu ngobrol-ngobrol langsung nanyain 'Mamah ke mana Pak. Mamah kamu entar juga barengan Wowon, entar juga ke sini. Itu kata saya dibohongi," beber Duloh.
Setelah lama menunggu, Wowon datang dengan membawa amplop tiga lembar lantas meminta Wiwin berbaring. Wowon kemudian menaruh tiga amplop itu di wajah Wiwin, mulai dari kening, mata hingga mulut.
"Si Wowon berangkat ngasih isyarat, langsung saja tangan kanan ke leher, tangan kiri ngebekap, kaki saya tahan selama setengah jam (dicekik)," ucapnya.
Secara terpisah, Wowon mengakui memerintahkan Duloh meniduri mertuanya Noneng.
"Ya ibu Noneng Suryati masuk ke dalam, ngobrol sama Pak Solihin. Ngobrol dulu. udah diajak ngobrol, langsung Pak Solihin itu nidurin mertua saya. sampai dikerjakan sama dia," jelas Wowon.
"Sesudah dikerjakan, langsung dicekik, langsung masukan lubang dan lubangnya waktu dulu sudah disiapkan sama Pak Solihin. Sebelum menjemput Noneng lubang sudah siap," tambah dia.
Total Sembilan Korban
Sejauh ini telah ada total sembilan korban dari kasus pembunuhan berantai Wowon, di mana semua korban dihabisi dengan perintah kepada Solihin alias Duloh dibantu M Dede Solehudin, memakai lakon 'Aki Banyu'.
Pertama pembunuhan di Bekasi, Ai Maimunah (istri Aki), Ridwan Abdul Muiz (20) dan MR (16) anak Ai Maimunah dari mantan suaminya, Didin.
Sementara NAS (5) anak dari Ia Maimunah dari hasil perkawinan dengan Aki ditemukan selamat saat insiden keracunan di Bekasi.
Sedangkan korban meninggal di Cianjur di antarnya Noneng (mertua dari Aki), Wiwin (istri pertama Aki), Halimah (Istri Kedua Aki), Bayu (anak Aki dari Ai Maimunah).
Kemudian Farida yang merupakan tenaga kerja wanita (TKW) meninggal di Cianjur. Sementara korban TKW satunya lagi, Siti dibunuh di Surabaya.
Sehingga total korban sampai saat ini ada sembilan nyawa yang dibunuh oleh ketiga tersangka, Erawan alias Aki; Solihin alias Duloh; dan M Dede Solehuddin. Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP, subsider 338, 339 KUHP, ancaman pidana paling berat hukuman mati.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Yosep merupakan otak pembunuhan terhadap istri dan anak kandungnya tersebut.
Baca SelengkapnyaFakta baru kasus meninggalnya pasutri di ruang karaoke keluarga mereka di Tulungagung.
Baca SelengkapnyaKorban dibunuh saat tidur menggunakan helm yang dipukulkan ke kepala dan bagian lehenya dicekik.
Baca SelengkapnyaMajelis hakim memberikan waktu dua minggu untuk ketiga terdakwa menyusun pleidoi.
Baca SelengkapnyaSiti Nurhasanah (40) tega membunuh ibu kandungnya Hasyiyah (60) karena tak merestui pernikahannya dengan Sadi Adi Broto (50).
Baca SelengkapnyaKorban yang sedang santai di dapur kaget mendapat serangan bertubi-tubi dari pelaku menggunakan kayu.
Baca SelengkapnyaKasus seorang suami yang tega membunuh istrinya di Kabupaten Pidie, Aceh, dilatar belakangi motif cemburu.
Baca SelengkapnyaKepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Ari Rinaldo mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi di jalan Gagak Lumayung, Kelurahan Kota Wetan.
Baca SelengkapnyaWowon, Solihin dan Dede merupakan pelaku pembunuhan berantai di Kota Bekasi dan Cianjur.
Baca SelengkapnyaMotif Ahmad Bunuh Mayat Dalam Koper, Naik Pitam Korban Minta Tanggung Jawab
Baca SelengkapnyaPasca kejadian, AT lantas melarikan diri sementara Arif kabur ke rumah istrinya yang ada di Palembang.
Baca SelengkapnyaKedua pelaku dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup.
Baca Selengkapnya