Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soekarwo dapat surat ancaman diduga dari eks menteri Rizal Ramli

Soekarwo dapat surat ancaman diduga dari eks menteri Rizal Ramli soekarwo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Suhu politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013 terus memanas. Bahkan, diduga mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli sempat berkirim surat terbuka ke calon incumbent Soekarwo untuk tidak berlaku curang.

Dalam surat yang diatasnamakan Rizal Ramli itu berbunyi "Mas Karwo, cara-cara mas Karwo menggunakan uang untuk menggagalkan partai-partai pendukung Khofifah sangat curang dan membayahakan Mas Karwo sendiri. Kami punya bukti-bukti tentang kecurangan Mas Karwo. Cara itu membunuh demokrasi di hulunya, dan meniadakan hak rakyat untuk memilih secara adil. Kami minta Mas Karwo menghentikan cara-cara curang ini. Demi kebaikan Mas Karwo sendiri, dan rasa keadilan. Salam dan Sampai Bertemu."

Surat yang diduga dari Rizal Ramli itu sampai ke Pemprov Jatim sekitar dua hari lalu. Merdeka.com sendiri mendapat isi surat dari salah seorang pejabat di lingkungan pemprov.

Terpisah, Soekarwo saat dihubungi tidak bersedia berkomentar. Sementara itu, elemen pendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), Koordinator Aliansi Wong Cilik Bersatu (AWCB) Nugroho mengatakan surat terbuka Rizal Ramli itu salah alamat.

"Tudingan Rizal Ramli yang mengatakan Soekarwo telah membunuh demokrasi dengan kekuatan uangnya, itu salah besar. Dengan kebesarannya, Soekarwo telah menunjukkan bahwa beliau adalah pemimpin besar. Soekarwo telah mengupayakan bagaimana Jawa Timur menjadi project pilot untuk menunjukkan rakyat yang adil dan makmur. Ini adalah bukti," tegas Nugroho di Surabaya, Jumat (7/6).

Nugroho juga menyatakan, Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo) bisa memahami dan merasakan bagaimana penderitaan dan kesengsaraan rakyat dari kemiskinan. "Inilah bukti kenegarawanan seorang Pakde Karwo. Inilah yang dimunculkan Pakde Karwo sebagai seorang pemimpin," ungkapnya berapi-api.

Bahkan, Nugroho balik menuding bakal calon pasangan lain, tidak siap berkompetisi di Pilgub Jawa Timur. "Mari kita berdemokrasi secara arif. Kalau kita belum siap, tak perlu maju sebagai pemimpin. Seorang negarawan, seorang calon pemimpin, tidak akan menyalahkan orang lain atas kegagalannya. Kalau menyalahkan orang lain, tolong dia berkaca," sindir Nugroho.

Pun begitu dengan masalah dualisme dukungan dari Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Dia kembali menegaskan, kalau KarSa tidak mencopot dukungan dari bakal calon pasangan lain.

"Setelah resmi dilantik sebagai gubernur pada Februari 2009 lalu, Pakde Karwo dan wakilnya merangkul semua partai politik di Jatim. Harapannya, bisa bersama-sama menjalankan roda pemerintahan dengan memberikan masukan serta arahan. Dengan begitu, Pakde Karwo bisa membuktikan kalau dirinya mampu menjaga keutuhan dan ketertiban di Jatim," tandas mantan aktivis PDIP tersebut.

Baca juga:

Amankan pilgub, Polda Jatim mendapat anggaran Rp 55 miliar

Soekarwo sangkal jegal Khofifah lewat dua partai gurem

Dualisme dukungan di Pilgub Jatim, KPU pusing

Komunitas Tionghoa Jatim dukung KarSa (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP