Soekarwo minta izin operasional bus ugal-ugalan dicabut
Merdeka.com - Aksi ugal-ugalan sopir Bus Harapan Jaya yang menewaskan tujuh penumpang pada Senin lalu (13/10) di Desa Bungurasih, Waru, Sidoarjo, membuat Gubernur Jawa Timur Soekarwo geram. Orang nomor satu di Jawa Timur ini mengusulkan agar izin operasional PO Harapan Jaya dicabut sebagai bentuk sanksi.
Sayangnya, usulan itu tak mendapat respon dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub. Soekarwo-pun mengaku sangat kecewa. "Sebagai kepala daerah, saya tetap akan berkirim surat agar izin operasional perusahaan bus tersebut dicabut. Tapi, Dirjen Perhubungan Darat tidak pernah mengabulkan permohonan itu," kata mantan Sekdaprov Jawa Timur itu menyayangkan, Rabu (15/10).
Diakui gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu, dirinya sangat geram saat mendengar adanya kecelakaan tunggal melibatkan PO Harapan Jaya di depan Kantor Mahkamah Militer (Mahmil), Waru, Sidoarjo, tepatnya di jalan arah Bundaran Waru menuju Sepanjang. Tujuh orang meninggal dunia dalam insiden Senin sekitar pukul 04.00 WIB itu.
-
Kenapa Jalur Kereta Api Purwokerto-Wonosobo dinonaktifkan? Namun jalur itu dinonaktifkan pada tahun 1978 karena dinilai kalah saing dengan moda transportasi lain.
-
Apa yang membuat kereta api tidak bisa beroperasi? 'Jadi banjir genangi rel, kereta belum bisa beroperasi. Sebab, gerbong kereta ditarik lokomotif yang dibawahnya ada fraksi penggerak motor. Jika itu kereta dioperasikan dalam keadaan banjir menjadi rusak,' kata Manager Humas Daop 4 Semarang Franoto Wibowo saat dikonfirmasi, Kamis (14/3).
-
Apa penyebab kecelakaan bus Hanura? Diduga karena kurang konsentrasi, bus pun menabrak median jalan hingga terguling, terseret, dan menghantam pagar pembatas jalan.
-
Dimana kecelakaan bus terjadi? Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan antara Bus Surya Bali dengan dua truk tronton di Jalan Pantura Pati, Jawa Tengah, di Kecamatan Batangan, Jawa Tengah.
-
Dimana kecelakaan bus itu terjadi? Tragedi kecelakaan yang merenggut dua nyawa itu terjadi KM 695+400 Tol Jombang-Mojokerto, masuk Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Jombang.
-
Apa yang menyebabkan penundaan keberangkatan? Seorang jemaah haji kelompok terbang (kloter) 10 asal Provinsi Gorontalo harus menunda keberangkatannya ke Madinah, Arab Saudi akibat paspor tercecer saat perjalanan dari Gorontalo ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
"Ini kecelakaan yang kesekian kalinya yang disebabkan sopir tidak bertanggung jawab sehingga tidak hati-hati mengemudikan kendaraannya, akibatnya banyak nyawa melayang," katanya kesal.
Memang, kecelakaan tunggal di Desa Bungurasih pada Senin pagi itu, bukan laka lantas satu-satunya yang terjadi di Jawa Timur dengan memakan korban belasan jiwa.
Beberapa waktu lalu, saat peristiwa kecelakaan Bus Sumber Kencono, Pakde Karwo mengaku juga langsung berkirim surat ke Dirjen Perhubungan Darat agar izin operasional dicabut.
Namun surat tersebut tidak direspon positif. Yang terkena sanksi justru hanya bus yang terlibat kecelakaan, sedangkan perusahaannya masih tetap beroperasi. "Yang kita inginkan perusahaan juga dikenai sanksi agar muncul efek jera, tidak memunculkan banyak korban lagi. Saya sudah minta Pak Wahid (Kadis Perhubungan Jatim) menindaklanjuti masalah ini," tegas dia.
Khusus kecelakaan Bus Harapan Jaya, dikatakan Pakde Karwo, Pemprov Jawa Timur, juga akan berkirim surat agar dilakukan sanksi pencabutan izin operasional tidak hanya busnya saja. "Saya tidak ingin tiap hari selalu ada kecelakaan dengan korban jiwa cukup besar, yang diakibatkan sopir tidak waspada," tegasnya.
Sebelumnya, Senin, sekitar pukul 04.00 WIB, Bus Harapan Jaya yang dikemudikan Teguh, warga Kediri, mengalami kecelakaan tunggal di Desa Bungurasih. Bus Nopol AG 7900 UR itu, melaju dengan kecepatan tinggi usai keluar dari Terminal Bungurasih. Karena tak mampu menguasai kemudian bus terguling ke kanan dan menghantam pembatas jalan.
Tujuh orang meninggal dunia dalam insiden itu. Lima orang meninggal di tempat, dua lainnya meninggal di rumah sakit. Sementara belasan lainnya, mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Sidoarjo, RS Siti Khotijah Sepanjang, RS Bhayangkara Polda Jawa Timur dan RSUD dr Soetomo. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Kecelakaan Maut Bus di Ciater, DPR: Kemenhub Tahu Banyak Bus Tak Laik Jalan Tapi Tak Ada Sanksi Tegas
Baca SelengkapnyaSeorang sopir truk tak terima dihentikan oleh petugas Dinas Perhubungan yang diduga tak berizin.
Baca SelengkapnyaBus tersebut tidak memiliki kelengkapan surat-surat seperti uji KIR, STNK.
Baca SelengkapnyaDengan hal ini, lanjut Raden, kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata diharapkan dapat ditekan.
Baca SelengkapnyaBanyak cerita menarik yang tidak diketahui publik dari sosok mendiang Presiden Soeharto. Salah satunya dengan tegas menolak untuk dikawal polisi.
Baca SelengkapnyaBus dengan nama Trans Putera Fajar nomor polisi AD 7524 OG tersebut dinyatakan terlambat uji KIR.
Baca SelengkapnyaKecelakaan maut bus di Subang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.
Baca Selengkapnyasyarat ini berlaku untuk semua jenis kendaraan mulai dari motor, mobil, bus, hingga truk
Baca SelengkapnyaAksi yang dilakukan oleh para awak angkutan dilakukan karena sejumlah persoalan yang terjadi di lapangan.
Baca SelengkapnyaCekcok petugas Dishub dan sopir truk tambang tersbeut viral di mesia sosial.
Baca SelengkapnyaSopir Jaklingko demo karena upah yang dinilai tidak layak hingga pembagian kuota yang kurang adil antar operator.
Baca SelengkapnyaKemenhub: Masyarakat Harus Bearni Tolak Bus Tak Ada Uji KIR, Minta Ganti Bus yang Baru
Baca Selengkapnya