Tak sanggup bayar uang damai, dendam kesumat siswa SMA berujung bui

Merdeka.com - Lantaran tak mampu memenuhi uang damai seperti yang diminta keluarga korban, Andrean Kasfari (15), siswa kelas I salah satu SMA Negeri di Palembang, akhirnya mendekam di sel tahanan Mapolsek Seberang Ulu I Palembang.
Kapolsek Seberang Ulu I Palembang Kompol Benny Prasetyo mengungkapkan, tersangka sebelumnya diserahkan pihak sekolah usai kejadian, Jumat (27/2). Lantaran masih di bawah umur, pihaknya menyarankan agar tersangka dan keluarga korban berdamai.
Namun, tersangka Andrean tak mampu memenuhi uang damai sebesar Rp 8 juta yang diminta keluarga korban sebagai biaya pengobatan, hingga akhirnya kasusnya dilanjutkan ke jalur hukum.
"Sudah kita upayakan berdamai, tapi gagal karena tersangka tak punya uang. Jadi kasusnya kita lanjutkan," ungkap Benny kepada wartawan, Palembang, Rabu (4/3).
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.
"Motifnya karena dendam. Beruntung korban tidak kehilangan nyawa akibat perbuatan tersangka," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Andrean Kasfari nekat menusuk teman sekelasnya Yusuf Saputra menggunakan sebilah pisau. Ironisnya, peristiwa itu terjadi di dalam kelas saat pelajaran berlangsung.
Warga Jalan KH Wahid Hasyim, RT 20 RW 05 Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, itu mengaku memiliki dendam kepada korban setelah terjadi perebutan bangku kelas antara keduanya, Jumat (27/2) sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat itu, tersangka sedikit terlambat masuk kelas sehingga bangku yang biasa dia duduki sudah ditempati korban.
Merasa miliknya, tersangka bermaksud memintanya kembali. Namun, korban menolaknya bahkan memukul wajah tersangka hingga matanya lebam. Tersangka juga sempat dikeroyok teman-teman korban.
Kesal diperlakukan seperti itu, lantas tersangka meninggalkan kelas dan memilih pulang lebih awal. Dalam perjalanan, tersangka melihat dari kaca spion motor miliknya, mata kirinya bengkak. Dari situlah tersangka ingin meluapkan dendam kesumatnya. Dia pergi menemui temannya untuk meminjam pisau.
Selanjutnya, Andrean kembali ke sekolah. Saat itu teman-teman sekelasnya sedang belajar mata pelajaran sejarah. Dia masuk ke kelas, spontan mengambil pisau dari tasnya dan menusukkan ke punggung korban.
Melihat korban luka hingga berdarah, suasana kelas menjadi riuh. Beruntung, tersangka berhasil diamankan guru-guru dan diserahkan ke polisi setelah diinterogasi.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya