Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Taksi Online Minta Dibolehkan Lewat Jalur Ganjil Genap, Ini Tanggapan Polisi

Taksi Online Minta Dibolehkan Lewat Jalur Ganjil Genap, Ini Tanggapan Polisi Pemberlakuan Ganjil Genap di Tempat Wisata. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Septian Nugroho

Merdeka.com - Rencana mengembalikan skema ganjil genap (Gage) seperti sediakala jadi 25 titik, turut mendapat penolakan. Salah satunya datang dari para pengemudi taksi daring yang menganggap aturan tersebut bisa merugikan mereka.

Menanggapi penolakan tersebut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menjelaskan jika alasanya dikembalikan ruas gage seperti semula ditujunkan untuk menekan angka kemacetan di jalan ibu kota.

"Jadi, sekarang gini kan, esensinya gage kan untuk mereduksi kemacetan supaya di jalan tidak macet. Supaya mobil tidak banyak dan masyarakat beralih ke transportasi publik," kata Argo saat dihubungi, Jumat (5/11).

Orang lain juga bertanya?

Maka, Argo memandang bila aturan gage yang diterapkan nantinya, diberi pengecualian bagi para pengemudi taksi online. Karena tujuan untuk mengurangi kemacetan tidak berjalan secara maksimal.

"Nah sekarang bayangin kalau taksin online diperbolehkan, ya kan percuma gage," tuturnya.

Disisi lain, Argo juga menanggapi soal usulan penggunaan stiker untuk penanda bagi pengemudi taksi online, ketika melintas di ruas gage. Menurutnya usulan tersebut tidak akan berjalan pada ruas gage yang diawasi memakai electronic traffic law enforcement (ETLE).

Pasalnya, lanjut Argo, kamera ETLE telah disetting untuk menangkap warna plat nomor kendaraan. Sementara bila kendaraan taksi online hanya menggunakan stiker penanda, namun plat nomornya tetap berwarna hitam, akan tetap dianggap sebagai kendaraan pribadi.

"Kalau plat nomornya hitam, kita gimana mau ininya (mengetahuinga). Ini kan pasti terkena gage walaupun dia makai stiker. Karena yang dianalisa bukan stikernya tapi plat nomornya," jelasnya.

"Ketiga, di kebijakan gage sendiri, kan sudah diakomodir ada plat kuning. Artinya masyarskat kan masih bisa naik taksi. Sama ajakan di aplikasi online kan ada juga taksi (taksi konvensional yang memakai plat kuning)," tambahnya.

Sehingga terhadap usulan untuk mengecualikan gage bagi taksi online, menurut Argo, harus perlu dikaji secara menyeluruh. Karena untuk melaksanakan pengecualian tersebut membutuhkan koordinasi kepada stakeholder lainnya.

"Jadi kalau memang ada wacana seperti itu harus dikaji lebih mendalam. Dan tentu bukan polisi yang menentukan itu, tapi harus ada pembahasan khusus dengan stakeholder. Karena kan tidak semuanya orang naik taksi online," tuturnya.

"Kecuali naik ojek online ya, tapi kalau taksi online kan cuma kalangan tertentu. Nah itu harus jadi pertimbangan juga," lanjutnya.

Sebelumnya persoalan ini mencuat karena, wacana penerapan aturan stiker pada angkutan online untuk pengecualian ganjil genap kembali dibahas.

Dimana unsulan tersebut bertujuan untuk memasangka stiker khusus untuk angkutan sewa khusus (ASK), bagi taksi online supaya bisa melewati kawasan ganjil genap. Namun demikian, pemberian stiker tersebut sampai saat ini masih menjadin pembahasan.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Polri Pastikan Terapkan Gage Tol Selama Mudik Lebaran 2024, Tilang Lewat ETLE
Polri Pastikan Terapkan Gage Tol Selama Mudik Lebaran 2024, Tilang Lewat ETLE

Pemberlakuan aturan ganjil-genap sendiri dilakukan secara paralel bersama dengan rekayasa lalu lintas contra flow dan one way.

Baca Selengkapnya
Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan!
Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan!

Oleh karena itu, semua kendaraan dapat melintas di seluruh wilayah Jakarta tanpa batasan waktu.

Baca Selengkapnya
Rute dan Ketentuan Ganjil Genap di Jakarta yang Harus Anda Ketahui
Rute dan Ketentuan Ganjil Genap di Jakarta yang Harus Anda Ketahui

Ganjil genap Jakarta berlaku di 25 jalur utama dengan waktu tertentu. Ketahui jadwal, lokasi, dan tujuannya untuk mengurangi kemacetan serta polusi.

Baca Selengkapnya
Pemprov DKI Pastikan Tak Terapkan Ganjil Genap 24 Jam
Pemprov DKI Pastikan Tak Terapkan Ganjil Genap 24 Jam

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai penerapan ganjil-genap 24 jam tidak efektif untuk menekan polusi udara di DKI.

Baca Selengkapnya
Kapolda Metro Jaya Akui Belum Temukan Cara 'Ampuh' Atasi Macet Jakarta
Kapolda Metro Jaya Akui Belum Temukan Cara 'Ampuh' Atasi Macet Jakarta

"Kami dan Pemda belum menemukan formula yang tepat bagaimana mengatasi kemacetan," kata Karyoto

Baca Selengkapnya
Biaya Ojol dan Taksi Online di Jatim Kini Diatur Keputusan Gubernur, Untungkan Semua Pihak
Biaya Ojol dan Taksi Online di Jatim Kini Diatur Keputusan Gubernur, Untungkan Semua Pihak

Biaya ojol dan taksi online di Jawa Timur kini diatur keputusan gubernur. Begini dampaknya.

Baca Selengkapnya
Oknum Mitra yang Larang Pengemudi Ojol Angkut Penumpang saat Demo Bakal Disanksi Tegas Gojek
Oknum Mitra yang Larang Pengemudi Ojol Angkut Penumpang saat Demo Bakal Disanksi Tegas Gojek

Pihaknya mengaku tak segan untuk menindak secara tegas terhadap oknum-oknum yang dianggap merugikan pengguna maupun mitra pengemudi.

Baca Selengkapnya
Ganjil-Genap di Jalan yang Dilalui LRT Jabodebek Belum Bisa Diterapkan, Dishub DKI Ungkap Alasannya
Ganjil-Genap di Jalan yang Dilalui LRT Jabodebek Belum Bisa Diterapkan, Dishub DKI Ungkap Alasannya

"Tentu jika kita lakukan analisis traffic tentu kurang ideal sehingga kita menunggu kapan tarif komersial mulai berlaku," kata Syafrin

Baca Selengkapnya
Dua Pelaku Pengeroyokan Sopir Taksi Online di Tol Dalam Kota Ditangkap
Dua Pelaku Pengeroyokan Sopir Taksi Online di Tol Dalam Kota Ditangkap

Pelaku yang ditangkap yakni inisial CM (30) dan J alias R (29).

Baca Selengkapnya