Warga Tangerang: Di Warung Kecil Minyak Goreng Rp14 Ribu Itu Enggak Ada!

Merdeka.com - Kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng di Kabupaten Tangerang, membuat warga di Perumahan Sudirman, Desa Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, rela mengantre hingga berjam-jam. Saat ini hanya ritel modern yang masih menjual minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET), yang telah ditetapkan pemerintah.
Khodijah (30), warga Tigaraksa yang ikut mengantre pembelian minyak goreng di toko ritel minimarket dekat rumahnya berharap pengendalian harga dan pasokan minyak oleh pemerintah.
"Untuk warung-warung kecil yang berjualan dekat rumah masih mahal. Minyak goreng Rp14 ribu itu enggak ada, cuma di minimarket itu pun sehari ludes," kata Khodijah saat mengantre bersama balitanya, Jumat (4/3).
Dia pun mengaku rela mengatre lama, sejak sebelum truk logistik berisi minyak goreng diturunkan dari dalam bagasi truk untuk mengisi rak-rak toko.
"Saya berharap, pemerintah bisa secepatnya mengatasi kelangkaan minyak sekarang ini. Kita sudah susah, apa-apa langka dan mahal, bagaimana bulan puasa nanti," cemasnya.
Babay (29), warga lain mengaku coba-coba mendapat peruntungan dengan ikut mengantre di toko ritel modern, yang dikabarkan akan menerima stok minyak goreng dari agen.
"Coba-coba ikut antre, enggak tahu apa akan dapat atau enggak. Karena info dari orang toko stoknya juga engga banyak. Saya berharap kejadian ini tidak berkepanjangan, kita seperti ke zaman penjajahan saja, kelapa sawitnya melimpah tapi butuh minyak goreng ngantre begini," ucap dia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya