Blak-blakan Akom tak ikhlas dicopot dari Ketua DPR diganti Setnov
Merdeka.com - Jabatan Ketua DPR bagi Ade Komarudin sepertinya tinggal menghitung waktu. Sebabnya, Partai Golkar telah memutuskan akan mencopot pria yang akrab disapa Akom itu dari posisi tersebut.
Akom dilengserkan bukan tanpa sebab. Sang Ketua Umum Golkar, Setya Novanto bakal didaulat kembali menjabat posisi tersebut. Setnov beberapa waktu lalu mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR karena disebut-sebut dalam kasus 'Papa Minta Saham'. Namun kini Golkar hendak mengembalikan posisi tersebut kepadanya.
Akom pun mengakui tak legowo alias ikhlas atas keputusan DPP Partai Golkar yang akan menggantikan dirinya dengan Setya Novanto. Akom juga membantah pernah menyatakan legowo atas rencana pencopotannya. Dia mengaku hanya menerima apapun keputusan Golkar.
-
Siapa ketua umum Partai Golkar saat ini? Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar ke-11 sejak pertama kali dipimpin Djuhartono tahun 1964.
-
Siapa yang diminta tidak mengklaim sebagai kader Golkar? Partai Golkar meminta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tidak mengklaim sebagai kader partai yang dipimpin Ketua Umum Airlangga Hartarto.
-
Siapa Ketua Umum Partai Golkar? Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersilaturahmi dengan pimpinan ormas Hasta Karya atau pendiri, ormas yang didirikan, dan organisasi sayap partai berlambang pohon beringin, Minggu (6/8/2023).
-
Siapa yang memimpin Golkar? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Joko Widodo yang memimpin jalannya KTT di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (6/9).
-
Bagaimana Golkar menanggapi Anies di Pilgub DKI? 'Mau turun pangkat lagi dari capres menjadi cagub lagi gitu. Jadi saya kira tentu ini harus dipikirkan,' tegas dia.
"Enggak bilang legowo," kata Akom di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (29/11).
Menurutnya, kalimat legowo dicopot dari ketua DPR hanya pelintiran dari sebuah media online. Dia menegaskan, hanya menerima dicopot, bukan legowo.
Akom menjelaskan, maksud pernyataan 'rapopo' saat menggelar konferensi pers pada Senin (28/11) malam, tidak bisa diartikan sebagai sikap legowo. Pernyataan itu hal yang lazim diucapkan oleh orang-orang berdarah Jawa yang merasa menerima setiap keputusan.
"Saya kan campur Jawa-Sunda, saya lahir di Sunda jadi campur-campur. Orang Jawa kan sering bilang itu," kata Akom.
Pernyataan 'rapopo' kerap dilontarkan Presiden Joko Widodo. Disinggung apakah pernyataan 'rapopo' Akom sebagai sindiran halus kepada Jokowi yang diduga mengintervensi proses pergantian Ketua DPR, Akom membantah.
"Itu kan bahasa Jawa umum, kan bahasa Sunda ada di situ, teu sawios. Karena disampaikan Presiden makanya jadi terkenal donk. Ikut nebeng deh," katanya.
Pada konferensi pers, Senin (28/11) malam lalu, Akom mengatakan jabatan Ketua DPR adalah amanah dari Allah. Dia pun mengaku pasrah jika jabatannya harus dikembalikan kepada Setnov.
"Bagi saya, jabatan hanya lah sebuah cara untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara ini. Karenanya, kapan pun Allah akan memberikan atau pun mengambil amanah ini, saya siap dan ikhlas. Aku rapopo, sekali lagi aku rapopo. Teu sawios," kata Akom di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Akom menegaskan akan patuh dan taat pada peraturan dan keputusan baik di internal Partai Golkar dan lembaga DPR. Termasuk keputusan pleno DPP Partai Golkar untuk mengembalikan kursi Ketua DPR kepada Setnov.
"Soal keputusan DPP Partai Golkar, saya ingin tegaskan kepada seluruh saudara-saudara khalayak, pemirsa TV yang menonton, saya orang yang taat kepada peraturan termasuk peraturan organisasi tempat saya bernaung," katanya.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar ini memastikan akan menghormati mekanisme hukum dan peraturan yang berlaku soal pergantian Ketua DPR ini.
"Itu sikap saya terkait pergantian usulan Ketua DPR yang saya jabat, saya mengerti mekanisme hukum dan aturan peruuan yang ada. Saya dan pimpinan DPR bertekad semua akan disesuaikan peraturan perundang-undangan," klaimnya.
Tak hanya itu, Akom juga mengklaim tidak pernah melakukan tindakan yang menyimpang atau melanggar aturan hukum selama menjadi Ketua DPR. Dia memastikan akan tetap memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara meski telah meninggalkan kursi pimpinan DPR.
"Tidak akan menyimpang, saya jamin tidak akan menyimpang dari semua aturan yang berlaku. Saya sendiri siap menerima apapun yang terjadi pada diri saya, saya memberikan kontribusi terbaik kalaupun saya tidak sebagai ketua DPR. Saya ikhlas menerima, meskipun tidak mudah menjalaninya," tandas Akom.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Ahok pun meluruskan pernyataannya soal Gibran dan Jokowi tak bisa kerja jika Prabowo memenangi Pilpres 2024.
Baca SelengkapnyaAirlangga mengaku pengunduran dirinya sebagai ketum diambil melalui banyak pertimbangan.
Baca SelengkapnyaSekjen Partai Golkar Sarmuji menyakini KIM dan Prabowo Subianto bakal menerima keputusan Golkar mengusung Airin-Ade Sumardi di Pilkada Banten.
Baca SelengkapnyaAhok pun juga pernah dihubungi Jusuf Hamka untuk membahas Pilkada DKI Jakarta 2024.
Baca SelengkapnyaPDIP Tak Arahkan Ahok untuk Mundur dari Komisaris Utama Pertamina
Baca SelengkapnyaAhok mengatakan penolakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendukung capres Anies Baswedan.
Baca SelengkapnyaPimpinan tetap meminta Brigjen Asep Guntur menjadi Direktur Penyidikan dan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK.
Baca SelengkapnyaBelakangan ini, isu Munaslub berembus kencang untuk melengserkan Airlangga dari kursi Ketum Golkar.
Baca SelengkapnyaBobby menghadiri acara pengarahan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk calon kepala daerah Golkar 2024.
Baca SelengkapnyaAhok mengundurkan diri sebagai Komut PT Pertamina (Persero)
Baca SelengkapnyaGolkar menyatakan Airlangga sudah merekomendasikan kepada 22 bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk ikut kontestasi Pilkada 2024.
Baca SelengkapnyaAirlangga Hartarto mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) sejak 10 Agustus 2024.
Baca Selengkapnya