Pendiri PAN kritik Amien Rais, jangan jadi pengkhianat Reformasi

Merdeka.com - Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha mengritik sikap Amien Rais yang mendukung pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Abdillah menilai, mantan Ketua MPR itu tak konsisten dengan cita-citanya dulu saat menggelorakan Reformasi.
"Tidak konsisten dengan cita-cita awalnya ya. Berubah 180 derajat," katanya kepada merdeka.com, Senin (29/9).
Menurutnya, sikap Amien saat ini melenceng jauh dengan sikapnya dulu saat Reformasi. Sebab, saat ini Amien malah bergabung dengan kekuatan yang menunjukkan sikap anti terhadap Reformasi.
"Dia memperjuangkan Reformasi sekarang dia malah gabung dengan kekuatan anti-Reformasi," katanya.
Abdillah mengaku sudah lama tak pernah berkomunikasi dengan Amien Rais. Sebagai sesama pendiri PAN, Abdillah hanya ingin mengingatkan agar Amien tak mengkhianati Reformasi yang dulu diperjuangkannya.
"Kita mengingatkan saja, Pak Amien kan tokoh Reformasi kok malah mengkhianati Reformasi?" katanya.
Seperti diketahui, Amien Rais adalah salah satu motor penggerak Reformasi 98. Amien yang kala itu dimusuhi Orde Baru, berapi-api menuntut perubahan rezim korup yang dipimpin Presiden Soeharto.
Setelah Reformasi bergulir, Amien yang juga mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu menjabat sebagai ketua MPR dan menjadi salah satu motor penggagas pemilihan presiden langsung oleh rakyat.
Namun, saat ini Amien justru mendukung pemilihan kepala daerah melalui DPRD alias tak lagi dipilih langsung oleh rakyat. Amien mengaku menyesal dulu mendukung pilpres langsung.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya