Soal 'wajah Boyolali', timses sebut cuma candaan Prabowo ke pendukung
Merdeka.com - Juru Bicara pasangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, apa yang dilakukan calon presiden Prabowo Subianto, di Boyolali, adalah bentuk candaan ke pendukungnya. Dan itu merupakan hal yang biasa.
Hal ini menyangkut video yang menjadi viral, di mana dalam sebuah pidato Prabowo menyebut warga Boyolali tidak bisa masuk hotel-hotel mewah dan megah di Jakarta.
"Pak Prabowo menggunakan istilah candaan wajah Boyolali itu biasa saja, kenapa? Karena beliau berhadapan dengan masyarakat Boyolali yang pada saat itu, yang berkumpul itu pendukung beliau. Jadi Bercanda. Kita kumpul-kumpul juga suka bercanda dengan ringan seperti itu," ucap Dahnil di Cikini, Jakarta, Sabtu (3/11/2018).
-
Apa yang sedang dilakukan Prabowo dengan calon menteri? 'Ada yang sudah mengusulkan dan sedang diprofiling disimulasikan ya nanti pada waktunya akan disampaikan kembali kepada ketua umum yang bersangkutan,' kata Dasco, saat diwawancari di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/9).
-
Bagaimana Prabowo berkampanye? Prabowo bakal menghadiri Waktunya Indonesia Maju di Sentul International Convention Center (SICC)
-
Apa yang dilakukan Prabowo di stadion Pakansari? Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto menghadiri lomba memasak yang digelar Partai Golkar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/1).
-
Siapa ajudan Prabowo Subianto? Pada masa kampanye pilpres beberapa waktu lalu nama Mayor Teddy mendadak naik daun. Ia diketahui merupakan abdi negara yang bertugas sebagai ajudan pribadi Prabowo Subianto. Selain Mayor Teddy, sosok Rajif Sutirto juga ikut viral di masa kampanye pilpres beberapa waktu lalu. Laki-laki yang bertugas sebagai Komponen Cadangan (KC) TNI ini juga menjadi ajudan pribadi Prabowo Subianto bersama Mayor Teddy.
-
Apa yang dikatakan santri kepada Prabowo? 'Prabowo papa Gemoy, Prabowo papa Gemoy,' santriwan saling bersautan.
Dia juga menjelaskan, apa yang disampaikan Prabowo sebagai penggambaran adanya kesenjangan ekonomi, khususnya dalam pembangunan.
"Statement Pak Prabowo di Boyolali itu kan konteksnya Pak Prabowo sedang menjelaskan tentang kesenjangan-kesenjangan ekonomi. Kemudian pembangunan yang banyak misalnya di Jakarta pada saat ini. Sedangkan rakyat kebanyakan itu bisa tertinggal dan tidak bisa menikmati fasilitas yang ada di pembangunan itu," ungkap Dahnil.
Dahnil menyayangkan, ucapan itu kemudian dipolitisasi seolah-olah Pak Prabowo mengejek orang Boyolali bahkan ada pelaporan ke polisi.
"Justru saya pikir ini adalah upaya politisasi rasialisme. Jadi apa yang dilakukan oleh teman-teman dengan cara kemudian menggeser candaan Pak Prabowo bersama dengan pendukungnya, itu kemudian digeser menjadi isu rasialisme. Itu bahaya sekali loh," cetusnya.
Di Ponorogo cuma menegur bukan marah-marah
Sedangkan kejadian Prabowo yang terkesan marah-marah saat kampanye di Ponorogo Jawa Timur, Dahnil mengatakan hal itu hanya bentuk teguran saja.
"Kejadian di Ponorogo itu adalah kejadian di mana Pak Prabowo menegur bukan marah-marah. Mungkin karena intonasinya teman-teman lihat tinggi, tapi Pak Prabowo itu ke siapa saja, kalau ada yang keliru yang dianggap tidak pantas, itu biasanya beliau menegur langsung," ucap Dahnil.
Menurut dia, ini bagian dari watak Prabowo yang terus terang. Jika memang tidak suka, akan disampaikan langsung, bukan pura-pura.
"Beliau ini kan orangnya spontan. Jadi ketika melihat pada saat itu ibu-ibu, bapak-bapak di situ berisik, ketika ada pembagian buku, sedangkan Pak Prabowo saat itu berpidato, beliau langsung menegur itu memang watak Pak Prabowo. Beliau memang tidak harus pura-pura, tidak pura-pura suka, jadi ketika ada yang salah, beliau menegur langsung," ungkap Dahnil.
Dia menyayangkan, jika ada pihak-pihak yang memainkan dan menyebut ini sikap emosional. Itu sudah dipolitisasi namanya.
"jadi saya sayangkan bahwa kemudian dikembangkan dengan istilah Prabowo tukang marah-marah. saya pikir teguran seperti itu wajar. Misalnya saya pikir juga Pak Jokowi pernah menegur ketika berpidato, justru memang harus pemimpin itu harus menegur. Mereka-mereka yang dianggap tidak pantas, bukan berarti kemudian Pak Prabowo tidak suka, tidak menghormati. Jadi kalau digeser menjadi Pak Prabowo emosional tukang marah-marah itu yang kami sayangkan. Cara mempolitisasi hal tersebut," pungkasnya.
Diketahui, Di tengah sambutannya, Prabowo sempat membagikan bukunya yang berjudul 'Paradoks Indonesia'.
Namun di tengah pembagian, sempat terjadi ricuh antaremak-emak. Merasa terusik, Prabowo lantas menegur emak-emak tersebut untuk tertib dan mau menghormati dirinya saat menyampaikan sambutan.
Usai suasana kondusif, Prabowo kembali mengingatkan simpatisannya untuk ikut mencoblos yang dijadwalkan pada 17 April 2019 mendatang. Menurutnya, hanya saat pada tanggal itulah kedudukan tukang becak, para pedagang, para pramusaji memiliki kedudukan yang sama dengan para pengusaha maupun petinggi negara lainnya.
"Semua masyarakat Indonesia punya kesempatan yang sama untuk menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan," tukasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Dahnil berharap semua pihak untuk introspeksi diri, jangan karena batal berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka lalu mereka menjelek-jelekan pihak lain.
Baca SelengkapnyaJuru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara soal ucapkan capres Prabowo 'ndasmu etik' dalam sambutan di Rakornas Partai Gerindra
Baca SelengkapnyaPrabowo mengucapkan kalimat 'ndasmu etik' menyindir Anies Baswedan.
Baca Selengkapnya"Apalagi ada fenomena gemoy itu loh, ada emak-emak yang cubit pipi saya, sakit lagi!" kata Prabowo.
Baca SelengkapnyaCapres nomor urut , Prabowo Subianto kembali menyinggung pernyataannya yang menggunakan kata "goblok" beberapa waktu lalu. Dia mengaku bicara apa adanya.
Baca SelengkapnyaUsai berpidato, Prabowo menyempatkan diri menggendong dan mencium dua anak kecil.
Baca SelengkapnyaPrabowo Subianto meluruskan ucapannya soal 'NdasmuĀ Etik'
Baca SelengkapnyaPrabowo mengaku banyak yang menghina dirinya sebagai capres cuma bisa joget
Baca SelengkapnyaPrabowo tiba mengenakan baju safari berwarna krem dan diberikan topi khas dayak
Baca SelengkapnyaAnies Baswedan melanjutkan kampanye di Pasar Batam. Anies bertemu pendukung paslon lawan teriakan nama Prabowo
Baca SelengkapnyaVideo yang beredar Prabowo bersama Presiden Jokowi tengah menyapa warga, kemudian terdengar teriakan "Presiden Anies
Baca SelengkapnyaPrabowo sempat melakukan gimik berbicara seperti profesor.
Baca Selengkapnya