Tak tinggal diam, Agung Laksono serang balik Ical
Merdeka.com - Keputusan Menkum HAM Yasonna Laoly mengesahkan kepengurusan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono menuai perlawanan dari kubu Aburizal Bakrie (Ical). Mereka menyerang kubu Agung habis-habisan dengan berbagai cara.
Langkah awal serangan itu dimulai lewat laporan loyalis Ical ke Bareskrim Polri atas dugaan pemalsuan dokumen mandat peserta Munas Ancol. Tak cukup itu, Koalisi Merah Putih di DPR dikerahkan untuk menggulirkan hak angket kepada Menkum HAM Yasonna akibat memenangkan kubu Agung.
Nampaknya, kubu Agung Laksono mulai geram. Serangan loyalis Ical diladeni dengan berbagai argumen keras yang mengukuhkan posisi mereka layak disahkan oleh pemerintah.
-
Bagaimana Golkar berperan? Pertemuan KTT ke-26 ASEAN-RRT menyepakati pentingnya penguatan kerjasama regional untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mewujudkan cita-cita Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, terutama dengan adanya upgrading ASEAN-China Free Trade Agreement (FTA) 3.0 dan implementasi penuh Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
-
Siapa yang memimpin Golkar? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Joko Widodo yang memimpin jalannya KTT di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (6/9).
-
Bagaimana MKGR tegak lurus ke Golkar? “Kami tidak akan membiarkan pengurus, dewan-dewan, jajaran. Termasuk anggota Ormas MKGR yang dapat menabrak kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh partai Golkar dan Bapak Airlangga Hartarto,“ tegas Adies dalam SE yang ditandatangani pada Jumat (28/7).
-
Apa yang Golkar dukung? Terakhir, pertemuan juga kembali menggarisbawahi dukungan terhadap kerangka kerja ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) sebagai landasan sekaligus panduan bagi ASEAN dalam menavigasikan konstelasi politik kawasan yang dinamis.
-
Siapa ketua umum Partai Golkar saat ini? Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar ke-11 sejak pertama kali dipimpin Djuhartono tahun 1964.
Berikut serangan balik Agung Laksono kepada Ical agar legowo menerima kekalahan, seperti dihimpun merdeka.com, Sabtu (14/3):
Tak gentar dipolisikan kubu Ical
Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono tidak mau ambil pusing atas laporan loyalis Ical ke Bareskrim Polri terkait dugaan pemalsuan dokumen mandat peserta Munas di Ancol. Kepengurusan Golkar di bawah kepemimpinannya legal dan mempunyai kekuatan hukum."Ya silakan saja. Pokoknya kami taat asas, taat aturan, kalau harus begitu kami ikuti. Jika beliau (Bareskrim) memproses ke pengadilan ya monggo. Enggak ada masalah, kami hadapi. Tapi yang jelas tongkat komando Partai Golkar berdasarkan ketetapan pemerintah kami jalankan," kata Agung Laksono di Kantor DPP Hanura, Jakarta, Jumat (13/3).Menurutnya, tudingan pemalsuan dokumen mandat peserta di dalam Munas Ancol itu tidak jelas. Segala hal yang berhubungan dengan Munas Ancol telah sesuai AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) Golkar."Kami tidak melakukan pemalsuan dokumen. Kami tidak sama sekali memalsukan dokumen. Kami (mengadakan Munas) atas dasar AD/ART. Kami sama sekali tidak pernah memalsukan," jelasnya.
Copot Ade Komarudin dari ketua fraksi Golkar di DPR
Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono menyatakan akan mengganti Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Ade Komaruddin. Pihaknya mengajukan Wakil Ketua Umum Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai ganti."Pada waktunya akan kami adakan perubahan (Ketua Fraksi Ade Komaruddin). Dalam waktu mendatang akan kami layangkan surat ke pimpinan dewan," kata Agung Laksono di Kantor Hanura di Jakarta, Jumat (13/3).Dia mengungkapkan ada kepengurusan baru atau rotasi di tubuh Fraksi Golkar. Namun, Ketua DPR dari Partai Golkar Setya Novanto dan Wakil Ketua MPR dari Golkar Mahyuddin tidak akan diganti."Di samping surat resmi itu (susunan pengurus), ada beberapa secara individual mendatangi kami. Berbondong-bondong untuk menerima dukungan, jadi kami akan terbuka dalam penyusunan ini juga mengajak senior-senior juga," tukasnya.
Minta Prabowo tak campur tangan urusan Golkar
Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak ikut campur urusan internal partai beringin. Persoalan antara dirinya dan Aburizal Bakrie (Bakrie) adalah urusan internal Golkar."Urusan dalam negeri tidak usah ikut campur lah," kata Agung Laksono usai bertemu Wiranto di Kantor DPP Hanura, Jakarta, Jumat (13/3).Menurutnya, Kementerian Hukum dan HAM yang berhak menentukan sah atau tidaknya kepengurusan partai beringin, bukan orang dari partai lain. Prabowo tidak ada hak untuk mencampuri urusan itu."Biar kami selesaikan sendiri, kami juga punya cara sendiri, apalagi sudah ada 'guidance' (panduan)," ujar dia.
Minta hentikan angket ke Menkum HAM
Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono menilai hak angket yang digulirkan oleh kubu Ical bersifat individu, bukan instruksi dari pimpinan Golkar. Mereka yang berbicara juga bukan pimpinan Golkar yang disahkan oleh pemerintah melalui Kemenkum HAM."Tadi Bamsoet dan Ade Komaruddin wacanakan hak angket, namun mereka bukan pimpinan fraksi jadi sifatnya pribadi bukan atas nama parpol. Saya minta kader Golkar tidak melanjutkan langkah-langkah itu (hak angket) karena sifatnya individual dan merusak partai dan tak pantas diikuti," kata Agung usai bertemu Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Jumat (13/3).Menurutnya, politikus Golkar Bambang Soesatyo bakal dikenakan sanksi oleh pimpinan Golkar. Apabila tak mengikuti perintah pimpinan Golkar, dirinya diancam akan dipecat."Apabila tidak diindahkan akan dikenakan sanksi, sanksi bisa tegas. Itu kata-katanya juga kurang pas tidak mencerminkan seorang kader yang baik," tegasnya.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
JK menyebut Agung Laksono 'hobi' memecah belah. Ia menyinggung Kosgoro usungan Agung Laksono untuk memecah belah Golkar.
Baca SelengkapnyaWakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham bicara mengenai kisruh di Palang Merah Indonesia (PMI) antara Agung Laksono dan Jusuf Kalla.
Baca SelengkapnyaJK tidak heran dengan tindakan Agung. Ia menyebut Agung pribadi yang kerap suka memecah belah hubungan organisasi.
Baca SelengkapnyaAgung juga merespons Jusuf Kalla usai dirinya dicap ilegal dan melakukan pengkhianatan
Baca SelengkapnyaTindakan Agung tersebut dinilai JK merupakan ilegal dan pengkhianatan terhadap organisasi PMI karena tidak mengikuti peraturan yang berlaku.
Baca SelengkapnyaJK mengaku telah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PMI 2024-2029 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXII.
Baca SelengkapnyaMenurutnya, hal itu tidak mencerminkan nilai-nilai partai Golkar.
Baca SelengkapnyaMK kembali menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dengan pemohon pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md.
Baca SelengkapnyaKisruh itu melibatkan dua calon ketua umum PMI Jusuf Kalla dan Agung Laksono.
Baca SelengkapnyaSempat terjadi kericuhan, ketika Munas tersebut berlangsung. Agung Laksono justru mendeklarasikan sebagai Ketua Umum PMI tandingan
Baca SelengkapnyaSikap JK dinilai senior Golkar terkait munaslub tidak konsisten kepada Airlangga dan Setya Novanto.
Baca SelengkapnyaSekjen PDIP Hasto Kristiyanto berbicara capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang tak saling kritik dan kompak 'menyerang' Prabowo.
Baca Selengkapnya