Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demi cegah kanker kulit, Australia larang warganya 'berjemur'

Demi cegah kanker kulit, Australia larang warganya 'berjemur' Ilustrasi tanning. ©Shutterstock/.shock

Merdeka.com - Tingginya kasus kanker kulit di Australia membuat pemerintah di sana mulai mengambil keputusan tegas. Pemerintah Australia pun mulai melarang iklan sunbed di seluruh area negaranya.

Sunbed atau tanning bed sendiri merupakan alat pemanas yang berbentuk seperti kasur. Banyak warga kulit putih yang rela berjemur demi mendapatkan kulit cokelat, sementara yang lain memilih untuk menggunakan sunbed ini.

Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, Australia memang negara dengan penduduk yang paling banyak menderita kanker kulit sedunia. Bahkan kanker kulit dilaporkan telah memakan nyawa 2.000 jiwa dan menjadi 80 persen kasus kanker yang baru setiap tahunnya.

Sunbed memang menjadi salah satu peningkat risiko kanker kulit. Sebab paparan sinar UV yang dialirkan pada kulit bisa menimbulkan inflamasi yang memicu kanker.

"Jika sekarang baru iklan yang ditarik, mungkin Australia akan melarang praktik penggunaan sunbed sepenuhnya beberapa saat lagi," terang Dr Kim Hames, menteri kesehatan Australia Barat.

Sunbed cukup populer di kalangan remaja dan wanita muda Australia. Sebab 'berjemur' di dalam rumah memang dianggap lebih efektif dan efisien. Sayangnya, sunbed justru membuat negara tersebut memiliki angka kasus kanker kulit tertinggi di dunia.

Baca juga:Minum susu almond bikin kulit sehat dan bersinar!Susu kuda liar, pengganti susu sapi yang tidak cepat basiSusu beras, minuman sehat bebas lemak dan kolesterolSusu sapi bikin tubuh tinggi dan cantik4 Khasiat utama mengonsumsi 'susu kelapa'

(mdk/riz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP