Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orangtua Perlu Buat Kesepakatan dengan Anak untuk Batasi Waktu Penggunaan Gawai

Orangtua Perlu Buat Kesepakatan dengan Anak untuk Batasi Waktu Penggunaan Gawai ilustrasi anak bermain gadget. ©express.co.uk

Merdeka.com - Pada masa pembelajaran jarak jauh seperti sekarang, penggunaan gawai merupakan hal yang tidak bisa dilewatkan anak. Walau begitu, orangtua tetap perlu menjaga anak dari penggunaan layar secara berlebihan.

Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan, seringkali penggunaan gawai oleh anak juga dilakukan di luar aktivitas belajar jarak jauh. Maka dari itu, ia menyarankan agar orangtua dan anak memiliki kesepakatan dalam penggunaan gawai, termasuk kapan ia boleh menggunakannya dan kapan harus melepasnya.

"Kalau saya biasanya, anak itu boleh (menggunakan gawai) tidak lebih dari 3 jam dalam satu hari, ini untuk anak usia SD yang sudah mendekat ke remaja," kata Sani dalam siaran dialog dari Graha BNPB beberapa waktu lalus.

Sani mengatakan, penggunaan gawai secara berlebihan malah membuat anak tidak fokus dalam belajar. Selain itu, ia juga bisa menjadi lebih emosional.

Buat Kegiatan di Luar Daring Lebih Menarik

"Dia juga tidak betah kalau berhubungan dua arah, maunya satu arah saja. Di situ orangtua bisa memberikan pemahaman mengenai negatifnya gadget kalau memang tidak dibatasi," terang Sani.

Selain itu, saran waktu tiga jam yang diberikan oleh Sani bukan berarti anak dapat terus menerus menggunakannya tanpa istirahat. Usai menggunakan gawai selama satu jam, ada baiknya anak diistirahatkan terlebih dahulu, begitu pun seterusnya.

Sani tidak melarang penggunaan gawai untuk relaksasi, namun yang terpenting, orangtua harus bisa membuat kegiatan di luar daring menjadi lebih menarik. Hal ini agar anak lebih tertarik dengan kegiatan yang dilakukan di luar gawai.

Untuk balita, Sani mengatakan ada baiknya orangtua tidak mendiamkan mereka dengan memberikannya gawai. Menurutnya, di usia-usia tersebut, anak memang seharusnya untuk melakukan eksplorasi.

"Itu justru merangsang tumbuh kembang anak, mereka yang dibiarkan bereksplorasi justru akan lebih pintar, cuma memang pastikan tidak membahayakan," jelasnya.

Oleh karena itu, dibanding melarang anak melakukan sesuatu, orangtua perlu untuk mempertimbangkan hal lain. Orangtua disarankn merencanakan kegiatan apa yang dapat berguna bagi tumbuh kembang buah hati.

Reporter: Giovani Dio PrasastiSumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP