Pemanasan global bikin 7 makanan ini hilang di masa depan

Merdeka.com - Pemanasan global yang terjadi belakangan ini ternyata tak hanya memberikan efek buruk untuk iklim saja. Sebab tahukah Anda bahwa penanaman beberapa jenis makanan pun bisa terganggu akibat pemanasan global. Hasilnya, makanan tersebut gagal panen dan terancam musnah. Padahal deretan makanan tersebut memberikan manfaat sehat untuk tubuh Anda.
Penasaran jenis makanan apa saja yang bisa musnah akibat pemanasan global? Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah daftarnya.
Apel
Apel adalah buah yang super sehat. Bahkan sampai muncul ungkapan yang menyebutkan bahwa 'an apple a day keeps the doctor away' yang berarti bahwa makan apel secara rutin bisa menghindarkan Anda dari berbagai macam ancaman penyakit.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa akibat pemanasan global, bisa jadi buah ini tak bisa Anda temui di masa depan. Sebab apel butuh udara yang sejuk untuk tumbuh. Namun akibat pemanasan global, suhu udara akan naik sehingga membuat apel sulit tumbuh.
Beras
Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia. Tanpanya, sebagian besar orang Indonesia mungkin tidak merasa lengkap jika sehari saja tidak makanan nasi. Sebagai negara tropis, tanaman padi penghasil beras tumbuh begitu subur di Indonesia. Namun bisa jadi Anda akan sulit menemukan tanaman padi di masa mendatang. Hal ini terjadi karena peningkatan suhu akan memberikan pengaruh besar dalam pola curah hujan. Kemudian sumber daya air akan terpengaruh dan membuat padi sulit untuk tumbuh.
Kacang panjang
Kacang panjang adalah jenis sayuran yang dapat dengan mudah ditemui di Indonesia. Kacang sangat menyukai udara sejuk untuk bertumbuh. Namun karena pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini, produksi kacang panjang bisa menurun hingga 25% di masa depan. Sebabnya selain kacang butuh udara sejuk, kacang juga sangat sensitif terhadap suhu yang tinggi.
Makanan laut
Tak hanya membuat suhu jadi lebih tinggi, perubahan iklam juga mampu membuat air laut jadi lebih asam. Sebab lautan akan menyerap lebih banyak karbondioksida dari atmosfer. Selain mampu mengganggu biota laut, air laut yang asam juga mempengaruhi pertumbuhan ikan, kepiting, lobster, tiram, dan udang secara alami. Hasilnya, makanan laut akan jadi langka.
Cokelat
Cokelat merupakan salah satu jenis makanan manis yang paling populer. Karena mengonsumsi cokelat bisa membuat Anda jadi lebih ceria, maka dari itu cokelat memiliki banyak penggemar.Namun beberapa penelitian kesehatan menemukan hal yang mengejutkan bahwa di tahun 2050, cokelat bisa saja menghilang dari peredaran. Hal ini disebabkan karena cuaca semakin memanas dan cokelat senang tumbuh di tempat yang sejuk.
Kacang tanah
Kacang juga menjadi camilan yang populer di Indonesia. Bahkan beberapa makanan Indonesia menggunakan kacang sebagai bumbu utamanya. Karena pemanasan global, bisa jadi kacang yang Anda temui dengan mudah saat ini menjadi barang yang langka. Hal ini disebabkan karena udara yang semakin panas dan kacang senang tumbuh di udara yang sejuk.
Kentang
Tahukah Anda bahwa kentang senang tumbuh di udara yang sejuk? Namun karena pemanasan global, kentang jadi sulit tumbuh. Hal inilah yang kemudian menyebabkan Peru, sebagai salah satu negara penghasil kentang terbesar, menggeser perkebunan kentang ke tempat yang lebih tinggi demi mendapatkan udara yang sejuk. Itulah sebabnya Anda sebaiknya mengurangi beberapa gaya hidup penyebab pemanasan global yang kemudian mempengaruhi beberapa tumbuhnya tanaman.Tak hanya berdampak buruk pada udara, pemanasan global pun bisa mengancam kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu hentikan segala macam gaya hidup penyebab naiknya suhu agar makanan tidak musnah di muka bumi ini.
(mdk/feb)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya