Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pencegahan Stunting Bisa Dilakukan Sejak 3 Bulan Sebelum Menikah

Pencegahan Stunting Bisa Dilakukan Sejak 3 Bulan Sebelum Menikah ilustrasi ibu hamil. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/K3S

Merdeka.com - Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang tak hanya menimbulkan dampak di masa kini namun juga di masa mendatang. Penting untuk menyikapi dan mengatasi masalah kesehatan ini sejak sedini mungkin.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo SpOG(K) mengungkapkan 'modal' anak-anak di Indonesia alami stunting di Indonesia tinggi. Hal tersebut pun tercermin dari bayi-bayi yang telah lahir, yang memiliki kriteria tinggi badan dan berat badan yang lebih rendah dari rata-rata yang ada.

Hasto menyebutkan, bayi yang lahir di Indonesia dengan panjang kurang dari 48 sentimeter ada sebanyak 22 persen. Sedangkan, bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram ada 11 persen.

"Jadi modal untuk stunting itu sudah tinggi sekali, yang ibunya anemia saat hamil juga 48 persen," ujar Hasto dalam Launching Pendampingan 3 Bulan Pra Nikah Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Dari Hulu beberapa waktu lalu.

Menurut Hasto, stunting bisa dicegah mulai dari sebelum hamil, selama masa kehamilan, dan juga dari 1.000 hari kehidupan pertama anak. Sehingga dengan mencegah lewat ketiga fase tersebut, stunting dianggap bisa untuk ditangani dengan baik.

Stunting tidak hanya akan mempengaruhi tinggi dan berat badan anak. Melainkan juga mempengaruhi kemampuan intelektualitasnya, hal ini bakal mempengaruhi kualitas hidup anak tersebut di kemudian hari.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mengapresiasi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang memiliki angka stunting terendah di Indonesia yakni dibawah 10 persen.

"Kami melihat Boyolali luar biasa, karena stuntingnya Boyolali ini termasuk yang terendah dibawah 10 persen. Sudah jauh dari cita-cita kita 24 persen, dan 14 persen di tahun 2024," kata Hasto.

Mempengaruhi Kualitas SDM

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga turut hadir. Budi mengungkapkan bahwa stunting menjadi salah satu ancaman dalam pembangunan karena dapat mempengaruhi kualitas SDM di Indonesia.

"Mengingat besarnya pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh stunting, sudah sewajarnya kita perlu melakukan pencegahan hingga ke hulu. Intervensi spesifik dapat dilakukan lebih awal sebelum 1.000 hari pertama kehidupan," kata Budi.

Intervensi spesifik tersebut, menurut Budi, dapat dilakukan dengan menyasar langsung calon pengantin. Calon pengantin tersebut diharuskan mendapatkan konseling kesehatan reproduksi dan pelayanan kesehatan oleh puskesmas.

Hal tersebut dinilai berfungsi untuk memastikan bahwa calon pengantin wanita memiliki kriteria layak hamil. Sehingga jika ditemukan permasalahan, bisa segera dilakukan tatalaksana sesuai dengan hasil pemeriksaan.

"Bilamana ditemukan masalah kesehatan, maka dilakukan tata laksana sesuai dengan hasil pemeriksaan termasuk dengan menunda kehamilan dengan penggunaan alat kontrasepsi," ujar Budi.

Reporter: Diviya AgathaSumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Kepala BKKBN: Hamil di Usia Muda Berisiko Kepala Bayi Terjepit saat Melahirkan
Kepala BKKBN: Hamil di Usia Muda Berisiko Kepala Bayi Terjepit saat Melahirkan

BKKBN gencar melakukan upaya pencegahan anak stunting

Baca Selengkapnya
Hindari Stunting, Jangan Menikah Dini
Hindari Stunting, Jangan Menikah Dini

Ibu yang hamil di usia terlalu muda belum siap secara fisik dan mental sehingga bayi berisiko stunting.

Baca Selengkapnya
Menkes: Pencegahan Stunting Diawali dari Orang Tua
Menkes: Pencegahan Stunting Diawali dari Orang Tua

"Pencegahan stunting diawali dengan pemahaman orang tua dan keluarga akan pentingnya gizi," kata Budi.

Baca Selengkapnya
Di Depan Bupati, Kepala BKKBN Bongkar Data Stunting di Nias Barat
Di Depan Bupati, Kepala BKKBN Bongkar Data Stunting di Nias Barat

Salah satunya dengan mencegah anak lahir dengan kondisi stunting

Baca Selengkapnya
Menikah Muda jadi Salah Satu Faktor Penyebab Anak Stunting
Menikah Muda jadi Salah Satu Faktor Penyebab Anak Stunting

Salah satu faktor penyebab stunting adalah menikah di usia muda atau menikah dini

Baca Selengkapnya
Pentingnya Generasi Muda Paham 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Pentingnya Generasi Muda Paham 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Periode Emas 1000 HPK penting dipahami sebagai salah satu upaya untuk menekan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting.

Baca Selengkapnya
Perhatikan! Waktu Penting untuk Cegah Anak Stunting
Perhatikan! Waktu Penting untuk Cegah Anak Stunting

Ketika dewasa anak stunting akan mengalami central obes

Baca Selengkapnya
Mau menikah? Calon Pengantin Harus Paham Stunting
Mau menikah? Calon Pengantin Harus Paham Stunting

Sejak 2019 Kemenkominfo telah menggandeng generasi muda untuk turut serta mendukung upaya penurunan prevalensi stunting

Baca Selengkapnya
Ma’ruf Amin: Modal Besar Indonesia Menuju Indonesia Emas Sudah Kita Kantongi
Ma’ruf Amin: Modal Besar Indonesia Menuju Indonesia Emas Sudah Kita Kantongi

Wapres mengingatkan tanggung jawab bersama dalam mengawal kebijakan pembangunan SDM

Baca Selengkapnya
Pola Asuh Anak, Mengapa Remaja Perlu Tahu?
Pola Asuh Anak, Mengapa Remaja Perlu Tahu?

untuk mencegah stunting perilaku pola asuh orang tua kepada bayi dan balita perlu diperhatikan

Baca Selengkapnya
Pesan Ganjar ke Anak Muda: Tolong Jangan Menikah Dini, yang Penting Siapkan Mental dan Fisik
Pesan Ganjar ke Anak Muda: Tolong Jangan Menikah Dini, yang Penting Siapkan Mental dan Fisik

"Jangan menikah dini! siapkan mental dan fisiknya,” kata Ganjar

Baca Selengkapnya
Menkes Tegaskan Alat Kontrasepsi untuk Remaja yang Nikah Dini, Bukan Pelajar!
Menkes Tegaskan Alat Kontrasepsi untuk Remaja yang Nikah Dini, Bukan Pelajar!

Ditegaskan Menkes Budi, penyediaan alat kontrasepsi ini bukan untuk pelajar, namun untuk orang menikah di usia sekolah

Baca Selengkapnya