Perangi kanker kolorektal dengan ikan dan sayuran
Merdeka.com - Mungkin tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui akan apa itu kanker kolorektal, karena jenis kanker ini masih kalah 'tenar' dengan nama kanker payudara, kanker prostat dan lainnya.
Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di sekitar usus besar atau pada rektum. Ada ribuan orang yang meninggal dunia diakibatkan jenis kanker satu ini. Pada sebuah penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya mengatakan bahwa diet vegetarian dapat mengurangi risiko terkena kanker kolorektal, namun ada sedikit revisi untuk hal ini.
Dalam penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa semua jenis vegetarian yang digunakan sebagai makanan untuk penunjang diet dapat mengurangi risiko terkena kanker kolorektal, namun di penelitian terbaru yang dilakukan oleh beberapa peneliti dari Loma Linda University, California, Amerika Serikat, lebih memperinci bahwa ada persentase khusus ketika seseorang ingin menjauhkan dirinya dari penyakit tersebut dengan menggunakan metode diet vegetarian.
-
Apa itu kanker usus? Kanker usus merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal di usus besar, yang biasanya dimulai dari polip jinak.
-
Siapa yang berisiko tinggi terkena kanker usus? Kanker usus lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun.
-
Bagaimana cara mencegah kanker usus besar? Untuk mencegah kanker usus besar, ada beberapa langkah yang bisa diambil: Hati-hati dengan Obat NSAID: Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin dapat membantu meredakan nyeri tetapi harus digunakan dengan hati-hati karena bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal jika digunakan secara berlebihan.
-
Bagaimana kanker usus bisa dicegah? Pencegahan kanker usus dapat dilakukan dengan beberapa langkah yang mudah diikuti seperti berikut: Konsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran, buah, dan biji-bijian. Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal. Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Lakukan skrining rutin, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus.
-
Siapa yang berisiko terkena kanker usus? Risiko terkena kanker usus meningkat akibat faktor-faktor seperti pola makan yang rendah serat, kebiasaan merokok, dan kurangnya aktivitas fisik.
Disebutkan, seperti dikutip dari Topsante.com, terdapat jenis-jenis vegetarian yang dapat digunakan sebagai sarana diet yaitu vegan, lacto-vegetarian, pesco-vegetarian dan semi-vegetarian. Khususnya untuk menekan risiko kanker kolorektal ini, pesco-vegetarian yang terdiri dari makanan berupa sayur ditambah dengan kerang dan ikan-ikan laut dapat mengurangi risiko sebesar 43 persen. Sedangkan jenis vegetarian yang terdiri dari sayur, telur dan susu hanya mengurangi risiko sebesar 16 persen saja.
Michel Ducreux, salah seorang peneliti menjelaskan pula bahwa daging putih lebih menguntungkan dibandingkan dengan daging merah dan mengonsumsi sayuran juga ikan setiap hari sangat disarankan. Ducreux juga memaparkan bahwa untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini, maka bukan hanya diet vegetarian (pesco) saja, namun juga harus memperhatikan pola makan dan berolahraga secara rutin.
Setiap tahunnya, kanker kolorektal menyerang hampir 42 ribu orang dan menyebabkan 17 ribu di antaranya meninggal dunia.
(mdk/feb)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Kanker usus, juga dikenal sebagai kanker kolorektal merupakan jenis tumor ganas yang menyerang usus besar atau rektum.
Baca SelengkapnyaMengganti daging merah dengan ikan sarden, herring, hingga teri disebut dapat mencegah 750 ribu kematian setiap tahun pada 2050.
Baca SelengkapnyaHari Kanker Pankreas Sedunia digagas agar masyarakat dapat berkumpul dan membantu menyebarkan informasi tentang kanker pankreas
Baca SelengkapnyaSalah satu cara efektif untuk menurunkan risiko kanker adalah dengan mengonsumsi sayuran yang kaya nutrisi dan senyawa pelindung.
Baca SelengkapnyaBeberapa makanan, terutama yang tinggi lemak dan rendah serat, telah terbukti meningkatkan risiko kanker usus besar.
Baca SelengkapnyaDi Indonesia kasus kanker paru-paru banyak ditemukan pada usia produktif sekitar 40 tahun.
Baca SelengkapnyaKanker usus, meskipun sering kali tidak terlihat secara langsung, merupakan salah satu ancaman kesehatan yang dapat memengaruhi siapa pun.
Baca SelengkapnyaMengonsumsi beberapa makanan berikut dapat menjadi pilihan untuk menurunkan risiko kanker.
Baca SelengkapnyaBerdasarkan data Globocan 2021, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang terus meningkat.
Baca SelengkapnyaDengan mengetahui jenis-jenis makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi makanan tersebut.
Baca SelengkapnyaDalam upaya mencegah kanker, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau hindari.
Baca SelengkapnyaMenurut Yayasan Kanker Indonesia (YKI), penerapan gaya hidup yang tidak sehat dan cenderung mengikuti negara barat menjadi penyebab meningkatnya kasus kanker.
Baca Selengkapnya