Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polusi udara tingkatkan risiko autis pada janin

Polusi udara tingkatkan risiko autis pada janin Ilustrasi polusi udara. ©Shutterstock.com/ ssuaphotos

Merdeka.com - Tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi diketahui tak cocok untuk ibu hamil. Polusi udara bisa meningkatkan risiko ibu hamil untuk memiliki anak dengan autisme, ungkap penelitian terbaru.

Sebelumnya penelitian telah mengaitkan polusi udara dengan risiko autisme pada anak, namun saat itu cakupan penelitian dianggap terlalu sempit sehingga peneliti kembali melakukan penelitian dengan cakupan yang lebih luas.

"Wanita yang terlalu banyak terpapar kandungan disel dan merkuri di udara berisiko dua kali lipat untuk memiliki anak autis dibandingkan dengan wanita yang hidup di tempat yang lebih bersih," ungkap peneliti Andrea Roberts dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir oleh Huffington Post (18/06).

Penelitian ini dilakukan pada wanita yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Mereka mengamati tingkat polusi yang ada pada wilayah-wilayah tersebut dan mengamati wanita hamil yang ada di sana. Diketahui bahwa wanita yang tinggal di wilayah berpolusi tinggi lebih berisiko memiliki anak autis. Zat kimia lain yang ada dalam polusi udara seperti mangan dan metal lainnya juga bisa memicu risiko autis, namun risikonya tidak begitu tinggi jika dibandingkan dengan merkuri dan diesel.

Hingga saat ini penyebab autisme masih belum diketahui. Peneliti masih berasumsi bahwa autisme bisa dipengaruhi oleh dua hal yaitu faktor genetik dan non-genetik seperti usia orang tua, komplikasi saat kehamilan, dan lainnya. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP