Bullying adalah Kekerasan Berulang oleh Seseorang atau Kelompok, Ini Selengkapnya

Merdeka.com - Bullying adalah perilaku agresif yang berulang di mana satu orang (atau sekelompok orang) dalam posisi berkuasa dengan sengaja mengintimidasi, melecehkan, atau memaksa seseorang dengan maksud untuk menyakiti orang tersebut secara fisik atau emosional.
Tindakan bullying dapat berupa fisik maupun verbal. Banyak anak muda dapat bersikap tidak baik satu sama lain selama masa remaja karena mereka menyempurnakan keterampilan sosial dan tumbuh menjadi orang dewasa. Meskipun interaksi ini tidak menyenangkan, ada garis yang jelas antara konflik dan intimidasi.
Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya tentang bullying adalah perilaku kekerasan dan ciri-cirinya yang perlu diketahui:
Definisi Bullying
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Bullying adalah tindakan menyakiti yang disengaja yang dilakukan berulang-ulang dan mencoba menciptakan ketidakseimbangan kekuatan.
Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai“penindasan/risak”) adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
Bullying adalah sebuah situasi dimana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekuasan yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok. Pihak yang kuat di sini tidak hanya berarti kuat dalam ukuran fisik, tapi bisa juga kuat secara mental.
Bullying adalah perilaku kekerasan bisa berupa fisik atau emosional.
Fisik
Emosional
Karakteristik Bullying
Insiden bullying harus mencakup semua 3 karakteristik ini:
1) Disengaja - perilakunya agresif dan upaya yang disengaja untuk menyakiti orang lain
2) Berulang - tindakan agresif ini terjadi berulang kali dari waktu ke waktu kepada orang atau kelompok orang yang sama
3) Ketidakseimbangan kekuatan - orang yang melakukan intimidasi memiliki kekuatan fisik atau sosial lebih dari anak atau anak-anak yang dibully
Penindasan hampir selalu berdampak emosional pada anak yang diintimidasi, tetapi tindakan yang merupakan intimidasi berbeda-beda. Ada empat jenis intimidasi, yang dapat terjadi secara terpisah atau bersamaan:
- Bullying fisik seperti menendang atau mendorong
- Bullying verbal seperti menyebut nama atau berteriak
- Bullying relasional seperti mengucilkan atau menyebarkan rumor
- Cyberbullying yang melibatkan pengiriman pesan menyakitkan melalui perangkat digital seperti komputer dan ponsel.
Cyberbullying terus meningkat seiring media digital menjadi lebih lazim dalam budaya sosial anak-anak dan remaja.
Dampak Bullying
Bullying memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Tapi ada perasaan umum yang muncul saat Anda diintimidasi.
Bagaimana intimidasi dapat memengaruhi individu:
Bagaimana intimidasi dapat memengaruhi orang lain:
Bullying dapat berdampak negatif pada semua orang, ini bukan hanya masalah bagi korban dan pelaku intimidasi. Jika Anda melihat atau mengetahui orang lain diintimidasi, Anda mungkin merasa marah, takut, bersalah, dan sedih.
Ketika intimidasi tidak dihentikan atau ditentang oleh siapa pun, hal itu dapat menciptakan lingkungan di mana intimidasi diterima dan semua orang merasa tidak berdaya untuk menghentikannya.
Mengapa Orang Menindas Orang Lain?
Orang-orang menggertak karena berbagai alasan. Mereka yang melakukan bullying terus-menerus cenderung melakukannya untuk mendominasi orang lain dan meningkatkan status sosial mereka.
Mereka mungkin memiliki harga diri yang tinggi, menunjukkan sedikit penyesalan atas perilaku intimidasi mereka dan tidak menganggap intimidasi sebagai salah secara moral.
Orang lain mungkin melakukan intimidasi karena marah atau frustrasi, mereka mungkin berjuang secara sosial dan bisa juga menjadi korban intimidasi.
Terkadang pelaku intimidasi tahu bahwa apa yang mereka lakukan atau katakan menyakiti orang lain. Tapi pelaku intimidasi lain mungkin tidak benar-benar tahu betapa menyakitkannya tindakan mereka. Kebanyakan pelaku intimidasi tidak memahami atau peduli dengan perasaan orang lain.
Pengganggu sering memilih seseorang yang mereka pikir dapat mereka kuasai. Mereka mungkin memilih anak-anak yang mudah marah atau yang kesulitan membela diri. Mendapatkan reaksi besar dari seseorang dapat membuat pelaku intimidasi merasa memiliki kekuatan yang mereka inginkan. Terkadang pengganggu memilih seseorang yang lebih pintar dari mereka atau berbeda dari mereka dalam beberapa hal. Terkadang pengganggu hanya memilih anak tanpa alasan sama sekali.
Bagaimana Mencegah Bullying
Untuk lebih memahami apa itu bullying, kita juga harus mengerti bagaimana cara mencegahnya. Orang tua, staf sekolah, dan orang dewasa yang peduli lainnya memiliki peran untuk dimainkan dalam mencegah penindasan. Mereka bisa:
Bicarakan tentang apa itu penindasan dan bagaimana cara menghadapinya dengan aman. Beri tahu anak-anak bahwa intimidasi tidak dapat diterima. Pastikan anak-anak tahu cara mendapatkan bantuan.
Sering-seringlah berkonsultasi dengan anak-anak. Dengarkan mereka. Kenali teman-temannya, tanyakan tentang sekolah, dan pahami kekhawatiran mereka.
Aktivitas, minat, dan hobi khusus dapat meningkatkan kepercayaan diri, membantu anak-anak berteman, dan melindungi mereka dari perilaku penindasan.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya