Bahaya, Fingerprint Sensor Bisa Dikelabui Cuma Modal Aluminium Foil

Merdeka.com - Teknologi pemindai sidik jari adalah otentikasi terbaik yang bisa digunakan di layar smartphone, selain cepat dan akurat, sidik jari relatif sulit untuk dipalsukan.
Pemindai sidik jari atau lebih dikenal dengan fingerprint sensor, banyak diklaim sebagai biometrikasi terbaik yang terpasang di smartphone. Selain sangat aman, pemindaian selalu akan berlangsung cepat. Keakuratannya pun layak diacungi jempol.
Terlebih lagi, kini sudah banyak sekali fingerprint sensor yang terbenam di bawah layar. teknologi ini telah dipakai oleh smartphone seperti Vivo V11 Pro, Huawei Mate 20 Pro, OnePlus 6T, dan banyak lainnya.
Masalahnya, fingerprint sensor bawah layar ini ternyata dapat dikelabiu dan memudahkan peretas untuk mengakses smartphone Anda.
Hal ini dibuktikan oleh beberapa peneliti di Tencent Xuanwu Lab mengungkap, mereka mampu membuka kunci smartphone hanya berbekal sebuah aluminium foil.
Penjahat hanya perlu meletakkan sepotong material reflektif--seperti aluminium foil--di atas pembaca sidik jari di layar.
Setelah itu, tekan material reflektif tersebut perlahan agar modul optik 'dikelabui' untuk membaca pantulan sisa sidik jari pengguna yang menempel di layar smartphone.
"Ini bukan masalah besar untuk sensor kapasitif sebelumnya, tetapi sangat fatal ketika menggunakan sensor optik," ucap pendiri dan peneliti Xuanwu Lab, Yang Yu, sebagaimana dilansir dari Tekno Liputan6.com via Threatpost, Rabu (21/11/2018).
Para peneliti menemukan celah keamanan tersebut pada Februari 2018. Sejak itu, mereka sudah melaporkan temuannya ke vendor smartphone. Salah satu perusahaan tersebut adalah Huawei. Mereka adalah satu-satunya vendor yang secara khusus disebutkan di dalam laporan (dan satu-satunya yang mem-posting pembaruan software untuk mengatasi masalah tersebut).
Perusahaan lain, seperti OnePlus dan Vivo diperkirakan akan terpengaruh oleh 'cacat' di teknologi tersebut. Ini karena mereka menggunakan teknologi optik yang mirip dengan Huawei untuk sensor in-display mereka.
"Kami telah menguji berbagai merek smartphone dengan teknologi pemindai sidik jari di layar, semuanya memiliki masalah yang sama," ucap Yu.
Meski memiliki celah keamanan serius, sang peneliti berani memastikan bahwa teknologi fingerprint sensor bawah layar untuk smartphone di masa mendatang akan lebih canggih dan tak akan rentan peretasan.
Sumber: Liputan6.com reporter: Yuslianson
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya