Ilmuwan temukan alasan mengapa manusia tidak bertelur

Merdeka.com - Salah satu misteri terbesar evolusi manusia dan mamalia akhirnya terkuak. Penyebab manusia tidak bertelur layaknya reptil atau burung berhasil diungkap ilmuwan.
Ahli genetika dari Universitas Chicago menemukan bila nenek moyang mamalia (dan manusia) awalnya adalah hewan yang bertelur. Namun, sekitar 185 tahun lalu, untuk pertama kalinya muncul mamalia yang melahirkan anak. Seperti manusia saat ini.
Berdasarkan penelitian genetika yang dilakukan pada rahim kucing, anjing, ayam, kadal, dan katak, terungkap bila mamalia mempunyai 2.502 gen baru membuatnya berevolusi melahirkan anak.
Ribuan gen itu disebut dengan 'gen loncat' yang diklaim menjadi penyebab evolusi rahim mamalia dan menghentikan kebiasaan bertelur. Disebut gen loncat, karena gen-gen tadi awalnya berasal dari bagian tubuh lain yang akhirnya bergabung di rahim.
"Hasil penelitian kami mengindikasikan bila terjadi perubahan besar pada proses kelahiran mamalia. Perubahan itu dipengaruhi oleh penambahan gen baru pada rahim yang berasal dari organ lain mamalia," jelas Dr. Vincent Lynch, ahli genetika evolusi dari Universitas Chicago, Daily Mail (30/01)
Tidak hanya itu, gen-gen loncat tersebut juga berfungsi membantu calon bayi untuk berkembang dan bertahan dari sistem kekebalan tubuh si ibu tanpa harus menggunakan cangkang seperti telur bayi burung.
Namun, saat ini masih ada satu spesies mamalia yang tidak mengalami evolusi dan tetap melahirkan dengan cara bertelur, yakni platipus. Hewan endemik Australia ini sekaligus menjadi bukti bila awalnya mamalia bertelur.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya