Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meteorit tabrak bulan, hasilkan kilatan cahaya hingga bumi

Meteorit tabrak bulan, hasilkan kilatan cahaya hingga bumi meteor jatuh. shutterstock

Merdeka.com - Sebuah meteorit dengan diameter 1,3 meter dilaporkan telah menabrak bulan pada September lalu. Hal ini pun membuat sebagian penduduk bumi melihat kilatan cahaya paling terang yang pernah ada.

Seperti yang dilansir Reuters (25/2), sebenarnya besar meteorit itu tiap hari menyerang bumi silih berganti. Namun beda dengan bumi yang memiliki atmosfer, meteorit yang menyerang bulan akan langsung menabrak dan menyebabkan efek tertentu.

"Saat itu saya menyadari telah melihat sebuah kejadian paling langka dan luar biasa," kata astronom Jose Madiedo dari Spanyol.

Kilatan cahaya itu memang hanya terjadi selama beberapa detik saja. Namun, efek yang ditimbulkan dari tumbukan dua benda langit tersebut pun bisa disejajarkan dengan terangnya Polaris si bintang utara.

"Yang ada di bumi pada waktu itu sangat beruntung melihat bulan dengan kejadian itu," imbuh Royal Astronomical Society dalam sebuah pernyataan resminya.

Peneliti menyatakan bahwa meteorit itu memiliki bobot sebesar 400 kg. Kecepatannya ketika menabrak secepat 60 ribu km/jam. (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP