Optimisme pimpinan BlackBerry di tengah isu pembelian perusahaannya
Merdeka.com - Di tengah santernya kabar bakal dibelinya perusahaan BlackBerry oleh Apple dan Microsoft, pimpinan perusahaan ini, John Chen, masih menunjukkan optimisme tinggi jika perusahaannya bisa kembali meraup untung di sektor perangkat mobile.
Seperti dilansir Business Insider (18/5), CEO BlackBerry John Chen menyebutkan jika dirinya yakin bisa membawa BlackBerry kembali meraup keuntungan dari sektor bisnis smartphonenya.
"Jika Anda melihat Angkatan Darat AS, keseluruhan mereka masih menggunakan BlackBerry. Jika saya menyatakan kepada mereka jika kami tak memproduksi telepon lagi, saya akan kehilangan pasar itu. Pertanyaannya adalah bagaimana Anda membuat ponsel yang menguntungkan dengan volume produksi sejumlah orang-orang tersebut?" ungkap John Chen.
-
Bagaimana BlackBerry merajai pasar smartphone? Menawarkan keunggulan papan ketik fisik nan kuat dan push e-mail, tak butuh waktu lama, BB merajai pasar smartphone dunia bersama Nokia.
-
Kenapa RIM mengumumkan 'kematian' BlackBerry? Namun sejak kehadiran iPhone pada 2007 dan smartphone OS Android 2009, pangsa pasar BB terus tergerus hingga pada 2016, RIM mengumumkan 'kematian' BlackBerry.
-
Mengapa iPhone menjadi sasaran? Selain itu, reputasi merek Apple yang kuat membuat pengguna lebih rentan untuk mempercayai komunikasi menipu yang tampaknya berasal dari Apple, semakin meningkatkan daya tarik target ini bagi para penjahat dunia maya.
-
Bagaimana persaingan chip smartphone? Hal ini menunjukkan bahwa pasar chip smartphone semakin kompetitif, dan ini merupakan kabar baik.
-
Bagaimana Telkom ingin menangkan market yang lebih besar? 'TelkomGroup telah market leader di Indonesia, namun kita harus melakukan ekspansi bisnis di kawasan untuk dapat memenangkan market yang lebih besar," katanya..
-
Siapa pemimpin pengembangan iPhone 17? Menurut laporan dari Phone Arena pada Kamis (24/10), John Ternus, Kepala Tim Hardware Apple, telah menunjuk Richard Dinh sebagai pemimpin pengembangan untuk iPhone 17.
Memang, meski saat ini BlackBerry makin kehilangan pangsa pasar di pasar global, namun sampai saat ini BlackBerry masih menjadi pemasok tunggal perangkat smartphone ke ranah pemerintahan dan beberapa perusahaan besar khususnya di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.
Saat ini, smartphone terbaru yang dirilis BlackBerry ke pasaran adalah BlackBerry Passport. Hadir dengan layar 4,5 inci dan ditemani keyboard QWERTY, smartphone ini hadir dengan RAm 3GB dan baterai berkapasitas 3.450 mAh. Menyasar pangsa pasar kelas atas, smartphone ini juga kurang diminati di pasaran. Akankah nantinya keinginan John Chen untuk membuat sektor bisnis smartphonenya kembali menguntungkan bisa terwujud? Menarik untuk ditunggu. (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Pasca publikasi Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2024, harga saham BRI terpantau mengalami koreksi signifikan.
Baca SelengkapnyaBank BJB kini menjadi salah satu pemegang saham pengendali Bank Bengkulu, setelah penyetoran modal sebesar Rp250 miliar untuk proses KUB.
Baca SelengkapnyaSaham BBRI sendiri tengah berada dalam tekanan. Secara year to date, kinerja saham BBRI tercatat terkoreksi 23%.
Baca SelengkapnyaPT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk optimistis dapat terus mencatatkan kinerja positif yang berkelanjutan di masa depan.
Baca SelengkapnyaSejumlah jajaran direksi BRI kompak memborong saham BBRI.
Baca SelengkapnyaBudi Arie menjelaskan bahwa pemerintah juga mengupayakan kedatangan CEO Nvidia agar Indonesia menjadi salah satu rantai pasok teknologi.
Baca SelengkapnyaErick Thohir terus mendorong pendapatan dari perusahaan BUMN karena Indonesia belum bisa mengandalkan pendapatan negara dari penerimaan pajak.
Baca SelengkapnyaPM Malaysia, Anwar Ibrahim menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN.
Baca SelengkapnyaMelalui strategi utama Five Bold Moves (5BM), langkah strategis ini mulai memperlihatkan sinyal positif.
Baca SelengkapnyaErick Thohir sebagai Menteri BUMN menargetkan setoran dividen 2024 kepada negara mencapai Rp85 triliun.
Baca SelengkapnyaKementerian BUMN kaji opsi paling memungkinkan mendatangkan investor baru untuk perusahaan ini.
Baca SelengkapnyaApabila mempertimbangkan stock split dan right issue, sampai dengan saat ini, tercatat saham BBRI telah naik 61,5 kali lipat.
Baca Selengkapnya