Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak hanya semakin panas, Bumi pun semakin sulit 'bernapas'

Tak hanya semakin panas, Bumi pun semakin sulit 'bernapas' Global Warming. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkiraan para aktivis lingkungan hidup semakin mendekati kenyataan. Bumi tempat tinggal manusia dari hari ke hari terbukti semakin panas dan tidak mendukung keberlangsungan hidup manusia.

Berdasarkan laporan dari lembaga meteorologi Amerika Serikat, tidak hanya suhu Bumi yang terus meningkat, tetapi juga konsentrasi gas rumah kaca, ketinggian air laut, dan indikator-indikator lain yang berhubungan dengan perubahan iklim dunia semakin bergerak ke arah negatif, Daily Mail (18/07).

Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah tingginya kadar karbondioksida di udara. Pusat observasi Mauna Loa di Hawaii mencatat kadar karbondioksida yang mencapai 400 ppm pada tahun 2013 lalu. Produksi gas karbondioksida yang terus bertambah juga mengancam kualitas udara di bumi di tahun 2014.

Para ahli cuaca menyalahkan peningkatan gas karbondioksida, metan, hingga nitro dioksida sebagai 'biang keladi' dari masalah pemanasan global ini. Gas-gas yang masih tergolong dalam gas rumah kaca yang terus diproduksi oleh pembakaran bahan bakar fosil mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kabar buruk ini berasal dari data yang dikumpulkan oleh 425 ilmuwan dari 57 negara di dunia. Data perubahan lingkungan dan gas rumah kaca sendiri diambil dari berbagai macam tempat, baik daratan, udara, lautan, air, dan lapisan es di kutub sekalipun. (mdk/bbo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP