6 Kondisi Cuaca di Indonesia yang Beriklim Tropis, Ketahui Faktor Pengaruhnya
Merdeka.com - Kondisi cuaca di Indonesia ada beragam, mulai dari cuaca cerah, panas, berawan, hujan, hingga berangin. Lain halnya dengan iklim, yang dipengaruhi oleh garis lintang, ketinggian, medan, dan badan air di sekitar serta arusnya.
Iklim di Indonesia sebagian besar tropis. Selain itu, suhunya tidak berbeda jauh dari musim ke musim. Variabel iklim termasuk kelembaban, curah hujan, kekeruhan, visibilitas dan, angin.Sedangkan cuaca sendiri dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni cahaya atau radiasi matahari, uap air atau kelembaban lingkungan dan suhu.
Kelembaban relatif berkisar antara 70% dan 90%. Meskipun suhu udara berubah sedikit dari musim ke musim, atau dari satu daerah ke daerah yang lain. Tapi suhu yang lebih dingin biasanya terjadi di wilayah ketinggian.
-
Kapan cuaca di Indonesia ekstrem? Cuaca belakangan ini di Indonesia seperti sedang bergejolak, kadang panas menyengat, kadang hujan deras disertai angin kencang.
-
Apa penyebab suhu tinggi di Indonesia? 'Suhu tinggi yang jelas-jelas dipengaruhi oleh perubahan iklim telah mengancam kesehatan miliaran orang di seluruh dunia selama tiga bulan terakhir. Tidak ada wilayah, negara, atau kota yang aman dari bahaya mematikan yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil,' ujar Andrew Pershing, Wakil Presiden Bidang Sains di Climate Central dalam keterangannya, seperti dilansir dari Antara, Jumat (20/9).
-
Kapan Indonesia mengalami panas terik? Selain itu, kondisi saat ini di Indonesia hanya mengalami panas terik harian, bukan heatwave yang merupakan periode panas yang tidak umum atau lebih tinggi dari biasanya.
-
Kapan suhu panas melanda Indonesia? Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dalam sepekan ke depan hampir seluruh wilayah di Indonesia akan dilanda suhu panas.
-
Kenapa cuaca panas terjadi di Jawa-Nusa Tenggara? 'Dari peristiwa itu, mengakibatkan kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara. Tak heran bila sinar matahari begitu intens langsung ke permukaan Bumi di wilayah Jawa- Nusa Tenggara,'
-
Mengapa kota di Indonesia terpapar suhu panas? Di Indonesia, dengan populasi terbesar di antara negara Asia Tenggara, diperkirakan 128 juta orang terpapar CSI 5 selama 60 hari atau lebih. Itu berarti suhu yang dirasakan setidaknya lima kali lebih tinggi akibat perubahan iklim selama periode tersebut.
Secara umum, suhu turun sekitar 1°C per peningkatan ketinggian 90 meter dari permukaan laut. Hal ini ikut mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia tidak memiliki musim semi, musim panas, musim gugur, atau musim dingin. Melainkan hanya dua musim hujan dan kemarau. Sayangnya akibat pemanasan global, musim jadi kurang dapat diprediksi.
Berikut ini beberapa kondisi cuaca di Indonesia yang patut diketahui, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (7/9).
Cuaca Panas
©2012 Shutterstock/VladisChern
Kondisi cuaca di Indonesia yang pertama ialah panas. Cuaca panas kerap disalahartikan sebagai cuaca cerah. Bahkan sebenarnya, kedua cuaca tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Cuaca panas biasanya terjadi saat musim kemarau. Ditandai dengan sinar matahari yang sangat tinggi di siang hari. Udara akan terasa sangat panas saat posisi matahari berada lurus di atas permukaan bumi.
Apalagi jika di wilayah yang dekat dengan laut. Ketika cuaca panas di musim kemarau ini, suhu akan semakin tinggi dan terasa lebih panas.
Terjadi kala daerah tertentu mendapatkan intensitas penyinaran matahari yang lebih, dibandingkan daerah lain. Terlebih lagi tempat yang mendapat penyinaran matahari tinggi ini, umumnya jauh dari lapisan atmosfer yang bersuhu dingin dengan partikel udara yang rapat.
Cuaca Cerah
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Pakhnyushcha
Kondisi cuaca di Indonesia selanjutnya adalah cuaca cerah. Wilayah dengan cuara cerah ditandai dengan sinar matahari yang terlihat jelas dan terang.
Ditambah lagi dengan awan yang berwarna biru terang, disertai sejumlah awan putih tipis yang berada disekitarnya.
Meski sinar matahari terlihat terang, namun udara tidak terasa panas. Umumnya, cuaca cerah akan diiringi dengan udara yang berhembus perlahan.
Kemudian ditandai dengan sore hari yang indah. Biasanya langit berwarna oranye kemerahan. Sementara di kala malam hari, terlihat bintang dan bulan yang terang dan jelas.
Cuaca Dingin
©stemjobs.com
Kondisi cuaca di Indonesia yang berkebalikan dengan sebelumnya, yaitu cuaca dingin. Ketika terjadi cuaca dingin, kelembapan udara biasanya mencapai angka lebih tinggi dan angin akan bertiup lebih kencang. Suhu udara pada cuaca ini pun cenderung berada pada angka rendah.
Cuaca dingin banyak terjadi di wilayah-wilayah dataran tinggi, seperti pegunungan dan perbukitan. Tak heran, jika mengunjungi daerah puncak akan merasakan suasana sejuk dengan udara dingin, serta hembusan angin yang lebih kencang.
Daerah dataran tinggi juga mempunyai kerapatan udara lebih rendah, karena posisi lebih dekat dengan troposfer.
Cuaca Berawan
Kondisi cuaca di Indonesia juga biasanya berawan. Saat kondisi ini, kita kerap menjumpai awan mendung atau sinar matahari yang tertutup dengan sekumpulan awan. Terkadang saat kondisi ini, tak berselang lama akan turun hujan. Walaupun memang ada kemungkinan hujan tidak terjadi.
Sinar matahari yang tertutup oleh sekumpulan awan, menyebabkan udara tidak terlalu panas. Selain itu suasananya juga lebih gelap.Kala awan kian pekat dan mencapai titik suhu tertentu. Kemudian berubah berwarna abu-abu, inilah yang disebut awan mendung. Sebagian besar daerah yang tertutup awan mendung, mungkin akan mengalami hujan.
Cuaca Hujan
shutterstock
Beralih ke kondisi cuaca di Indonesia yang kerap ada di musim hujan. Pada umumnya, cuaca hujan selalu terjadi di berbagai negara beriklim tropis, termasuk Indonesia.
Cuaca hujan terjadi akibat pengaruh dari meningkatnya uap air di udara. Karena ada pemanasan yang diterima dari sinar matahari.
Saat sinar matahari mengenai bumi, air yang ada di permukaan akan menguap ke atas dan berubah menjadi awan. Kemudian terbentuk sekumpulan awan yang perlahan menghasilkan hujan.
Khususnya di Indonesia yang terletak di zona khatulistiwa. Cuaca hujan sering terjadi karena mendapatkan penyinaran matahari yang cukup tinggi dan lama.
Cuaca Berangin
©dw.de
Kondisi cuaca di Indonesia yang terakhir adalah berangin. Sesuai dengan namanya, cuaca berangin ditandai dengan udara yang bergerak lebih cepat.
Bahkan dalam beberapa kasus, mampu memindahkan benda-benda yang ada di sekelilingnya. Udara yang bergerak ini disebut juga dengan angin.
Ketika udara berhembus perlahan, akan menghasilkan angin yang sepoi nan semilir yang menyejukkan. Namun saat udara bergerak dengan cepat dalam waktu yang lama. Ini bisa sumber kekuatan yang mampu menimbulkan bahaya, seperti pohon tumbang, rumah roboh, dan sebagainya.
Saat terjadi cuaca berangin, biasanya langit sedikit berawan dan suhu udara lebih rendah. Tak heran, jika angin mulai berhembus kencang diiringi dengan awan mendung berwarna gelap.
Dalam hal ini, masyarakat harus berhati-hati setiap melakukan aktivitas di luar ruangan. Karena terpaan angin kencang dapat terjadi tiba-tiba dan menimbulkan bencana tak terduga.
Faktor yang Memengaruhi Cuaca
©2012 Merdeka.com/Shutterstock/James Thew
Cuaca yang terjadi di suatu wilayah secara umum disebabkan oleh faktor panas dari matahari dan pergerakan udara. Secara nyata, panas matahari akan bekerja menghangatkan udara di lapisan bawah atmosfer bumi, menuju tingkat suhu yang berbeda, serta ke berbagai tempat berbeda pula.
Sehingga udara hangat bisa naik dan udara dingin masuk ke bawah untuk menggantikannya. Pergerakan udara inilah yang disebut dengan angin.
Kemudian angin memicu perubahan cuaca. Seperti cuaca cerah dengan langit yang terang, hingga hujan lebat dengan awan yang gelap.
Ditambah lagi faktor kelembaban atau uap air di udara juga termasuk yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Banyaknya jumlah uap air di udara memengaruhi awan bisa terbentuk.
Juga menentukan apakah awan tersebut membawa kabut, hujan, salju. Bahkan cuaca ekstrem seperti badai angin dan badai salju. (mdk/kur)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Suhu maksimum tercatat terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 37,1 Derajat Celcius.
Baca SelengkapnyaCuaca di Indonesia panas terik hingga mencapai lebih dari 37 derajat celcius
Baca SelengkapnyaKetua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani mengungkapkan tiga penyebab suhu udara terasa panas belakangan ini.
Baca SelengkapnyaTinggal di negara tropis menyebabkan sejumlah masalah rentan dialami kulit.
Baca SelengkapnyaPeneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan mengatakan, saat ini tiga siklon tropis telah menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Baca SelengkapnyaSuhu udara maksimum tertinggi di Indonesia selama sepekan terakhir tercatat terjadi di Palu 37,8°C pada 23 April lalu.
Baca SelengkapnyaSalah satunya adalah masa peralihan musim, yang dikenal sebagai pancaroba.
Baca SelengkapnyaKondisi suhu panas sudah mulai melanda Sumatera Utara, Aceh, Jawa Timur, dan Bali
Baca SelengkapnyaSuhu udara yang terasa lebih dingin saat ini disebabkan oleh fenomena Angin Monsun Australia, yang bertiup dari Australia dan melintasi wilayah Indonesia.
Baca SelengkapnyaPenyebab suhu panas melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada siang tadi.
Baca SelengkapnyaAkibat dinamika atmosfer serta dampak El Nino dan Dipole Mode Positif suhu udara di Jakarta kembali meningkat.
Baca SelengkapnyaBenarkah fenomena Aphelion menyebabkan suhu bumi lebih dingin? Simak penelusurannya
Baca Selengkapnya