Curhatan Para WNI dari Wuhan, Hadapi Corona Hingga Balik ke Tanah Air

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dijemput dari Wuhan, China karena wabah virus corona. Pemerintah mengambil langkah cepat untuk segera mengevakuasi warganya yang berada di Wuhan agar tak terpapar virus mematikan itu.
Sebelum diputuskan untuk dijemput, para WNI tentu memiliki kisah pengalamannya sendiri ketika berada di Wuhan. Seperti beberapa WNI ini yang mencurahkan kisahnya menghadapi virus corona di Wuhan hingga kembali ke Tanah Air. Penasaran? Berikut ulasannya dari berbagai sumber.
Sempat Berpikiran Hanya Virus Biasa
Youtube/Sekretariat Presiden 2020 Merdeka.com
Terlihat dari curahan hati WNI yang dikumpulkan dalam video unggahan saluran Youtube Sekretariat Presiden, beberapa dari mereka sempat beranggapan virus corona di Wuhan adalah virus biasa saja yang akan mereda dalam kurun waktu satu sampai dua minggu saja.
"Dari awal Desember virus ini sudah muncul. Tapi karena kita, sepengetahuan saya dan teman-teman ah ini mungkin virus biasa, mungkin seminggu dua minggu udah selesai. Ternyata sepanjang perjalanan yang kita perhatikan, situasi menjadi kurang kondusif," ujar seorang WNI yang saat itu berada di Wuhan.
Waspada Pakai Masker
Youtube/Sekretariat Presiden2020 Merdeka.com
Salah seorang WNI juga bercerita, saat diumumkan sebagai penyakit yang dapat menular dari manusia ke manusia, banyak orang lebih waspada dengan mengenakan masker.
"Sampai akhirnya pas diumumin di Januari awal kalau enggak salah kalau itu tertular antara manusia ke manusia, nah itu aku agak sedikit lebih hati-hati. Itu aku setiap keluar udah pasti pakai masker kalau kemana-mana, tapi tetap tidak takut, tetap ke tempat umum masih ramai orang. Tapi orang yang waspada pakai masker itu lebih banyak," kata WNI lain menambahkan.
Suplai Makanan Cuma Sedikit, Berharap Dievakuasi
Youtube/Sekretariat Presiden2020 Merdeka.com
Cepatnya virus corona yang begitu merebak di kota Wuhan mengharuskan kota tersebut akhirnya melakukan sistem 'Lockdown'. Seorang WNI menceritakan dirinya panik dan takut tidak bisa pulang ke Tanah Air, sedangkan suplai makanan yang didapatkan hanya sedikit karena harus berebut dengan masyarakat lainnya.
"Saat lockdown itu baru mulai, wah ini kenapa nih, terus makin lama nyentuh seratus (korban), nyentuh ribuan baru kami mulai, aduh gimana ya bisa pulang enggak ya? Berharap dievakuasi, makanan soalnya kan juga suplainya dikit ya. Mau keluar rebutan sama orang, bisa dapat paling cuman ya sekantong plastik," ungkapnya.
Optimis Kondisi Wuhan Segera Pulih
Youtube/Sekretariat Presiden2020 Merdeka.com
Para WNI mengungkap bahwa dengan adanya wabah virus corona, pihak pemerintah Wuhan melakukan tindakan yang cepat dan mampu menginformasikan segala informasi demi kebaikan masyarakat sehingga dapat mengontrol situasi.
"Tersistem ya, kalau saya lihat sih tersistem sekali. Itu bisa dibuktikan juga dari mereka menutup lalu bagaimana penduduknya juga ikut aturan tersebut. Saya yakin ini bisa sesegera mungkin bisa pulih lagi," ungkap salah seorang WNI.
Ungkap Kebahagian Terhadap Keputusan Pemerintah RI
Youtube/Sekretariat Presiden2020 Merdeka.com
Di tengah kebingungan melanda, para WNI tetap memantau pemberitaan dan juga informasi yang ada di Indonesia. Ketika mengetahui keputusan pemerintah akan menjemput mereka di Wuhan untuk dipulangkan ke Indonesia, sontak perasaan bahagia dirasakan para WNI.
"Bahwa Presiden sudah menetapkan bahwa WNI di Wuhan akan dievakuasi. Wah itu luar biasa, itu bahagianya luar biasa," kata seorang WNI.
"Hebat banget, diskusi dan kerjasama sama pihak satu sama lainnya itu juga keren sih menurut saya. Soalnya buktinya aja kita sudah bisa dievakuasi," ungkap WNI lainnya.
Perhatian Khusus saat Karantina di Natuna
Youtube/Sekretariat Presiden2020 Merdeka.com
Ketika sudah dievakuasi ke tanah air, para WNI tengah mendapat berbagai perhatian khusus. Dimulai dari olahraga hingga pengecekan suhu secara rutin.
"Setiap pagi jam lima kita harus diwajibkan buat bangun dan kita olahraga setelah olahraga kita harus sarapan, setelah sarapan itu ada pengecekan suhu tubuh.
Sediakan Fasilitas Agar WNI Tak Stress di Natuna
Youtube/Sekretariat Presiden2020 Merdeka.com
Pihak pemerintah menyediakan berbagai fasilitas agar bantu para WNI dari Wuhan yang mengalami masa karantina di Natuna tak mengalami stres. Antara lain seperti tempat hiburan dan tempat olahraga.
"Waktu awal awal tuh kita bilang pak pakai mesin cuci dong, langsung besokannya ada mesin cuci. Pak kita butuh hiburan ini, besok disediakan apa ya karaoke, pingpong, badminton segala macem. Jadi mereka tuh bener-bener ngebuat kita biar enggak stres, bahagia,"
Senang Bertemu Keluarga
Youtube/Sekretariat Presiden2020 Merdeka.com
Ketika dipastikan sehat dan bisa pulang ke kediaman masing untuk bertemu keluarga, para WNI begitu senang. Salah seorang WNI mengatakan dia senang sekali karena jika di Wuhan ia tak memiliki keluarga dan takut membuat keluarga panik.
"Udah bisa ketemu sama keluarga kan pasti udah senang sekali, karena kalau di Wuhan kan kita sendiri tidak ada keluarga. Bikin keluarga panik takutnya, tapi alhamdulillah setelah saya pulang ke rumah mama sama papa sama keluarga semua sudah lega," (mdk/bil)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya