Nada Tinggi Kuat Ma'ruf saat Ingatkan Jenderal Polisi Angkatan Kapolri di Sidang
Merdeka.com - Terdakwa Kuat Ma'ruf menyanggah keterangan dari mantan Kepala Biro (Kabiro) Provos Brigadir Jenderal (Brigjen) Benny Ali mengenai pengambilan keterangan di hari penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Saat itu Benny Ali dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Kuat Ma'ruf. Kuat bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal dan Bharada E didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat.
Menurut Kuat, dirinya tidak pernah diperiksa oleh Benny ketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP) rumah dinas, Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga atau rumah dinas Ferdy Sambo.
-
Siapa Jenderal Bintang 3 yang pernah gantikan Ferdy Sambo? Jenderal Bintang 3 Polri ini sebelumnya tercatat tengah menjabat sebagai Kadiv Propam Polri. Posisinya itu pun kini diserahkan kepada Irjen Abdul Karim. Ya, Syahar Diantono menjabat sebagai Kadiv Propam Polri sejak 8 Agustus 2022. Ia dilantik untuk menggantikan Ferdy Sambo yang terlibat kasus pembunuhan berencana ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
-
Apa yang dibacakan oleh Mayjen TNI Mohammad Fadjar? Dalam upacara di pemakaman tersebut, sang putra yang merupakan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Mohammad Fadjar membacakan langsung daftar riwayat hidup ayahnya di depan para peziarah.
-
Siapa Ipda Febryanti Mulyadi? Nama Ipda Febryanti Mulyadi sedang menjadi sorotan publik, setelah kehadirannya viral lewat sejumlah video di TikTok yang tayang ribuan kali.
-
Siapa Bapak Brimob Polri? Atas perjuangannya, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Dr. H. Moehammad Jasin dikenal sebagai Bapak Brimob Polri.
-
Bagaimana Kapolri disapa oleh anggotanya? Bapak saya kan masuk polisi tahun 83, bapak Kapolri kan tahun 91. Di belakang katanya Bapak Kapolri katanya adik-adikannya Pak,' kata komika ini yang langsung membuat para Jenderal tertawa.
-
Dimana Kasad Maruli beradu panco dengan prajurit? Momen itu terjadi di sebuah lapangan saat mereka sedang bertugas.
Kuat Maruf Ingatkan dengan Nada Tinggi
Kuat mengungkap bahwa Benny justru menyuruh dirinya mengaku seolah-olah telah diperiksa oleh mantan Kabiro Provos tersebut. Ia mengungkapkan hal tersebut dengan nada sedikit lebih tinggi dan penuh ketegasan.
"Saudara bertetap pada sumpah saudara? Saudara saksi," tanya Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa.
"Bertetap pada sumpah saudara, oke," kata Majelis setelah mendapatkan jawaban dari Benny Ali.
"Mohon izin Pak Benny, mohon maaf sebelumnya karena ini menyangkut nasib saya dan masa depan keluarga saya. Jadi saya mengatakan di sini, pada saat itu Pak Benny tidak pernah memeriksa saya atau introgasi di Duren Tiga," ujar Kuat Ma'ruf dengan penuh penekanan setiap katanya, saat sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12).
"Yang pernah itu (diperiksa) setelah beberapa harinya, itu ada di Saguling. Pak Benny mengatakan ke saya 'Wat, kalau ada yang tanya, kamu bilang sudah diintrogasi saya ya. Karena saya sudah terlanjur ngomong sama Kapolri. Jadi biar sinkron ya Wat'. Itu yang saya dengar Pak," tegas Kuat Ma'ruf dengan nada sedikit ditinggikan dan menatap Benny dengan tajam.
Tetap pada Sumpahnya
Namun, Benny Ali tetap dengan pendiriannya. Ia membantah dan tetap pada keterangannya jika saat kejadian telah melakukan langkah pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) sesuai tupoksinya. Mendengar hal itu, Kuat pun kembali menanyakan pengakuan tersebut dan mengucapkan terima kasih dengan senyuman dan penuh emosional."Bagaimana saudara saksi?," tanya Hakim Ketua."Tidak benar yang Mulia," jawab Benny Ali."Tidak benar, oke, saudara bertetap pada sumpah saudara?," tanya Hakim Ketua."Iya," jawab Benny Ali."Baik, Majelis yang akan menilai. Mana lagi saudara Kuat?," ujar Hakim Ketua."Pak Benny tidak mengakui? Terima kasih Pak Benny," ujar Kuat Maruf dengan mimik muka tegas.
Keterangan Benny
Sebelumnya dalam memberikan keterangan, Benny mengatakan bahwa dia telah mengambil Pulbaket kepada Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, di rumah dinas hingga Putri Candrawathi yang sudah ada di rumah pribadi jalan Saguling."Jadi dari keterangan itu, yang saya simpulkan terjadi tembak menembak di rumah Kadiv Propam Polri antara Brigadir J dan Bharada Richard yang mengakibatkan Brigadir J meninggal dunia," kata Benny."Berdasarkan keterangan daripada Richard, yang saat itu dia sedang berada di atas bersama Kuat mendengar suara teriakan Richard turun menegur ada apa yang terjadi. Sementara Kuat ada di atas, kalau tidak salah beliau mau menutup pintu karena sudah malam, mendengar tembakan waktu itu dia menjelaskan, waktu saya tanya dia (Kuat) tiarap," tambah Benny.Sementara Bripka RR, kata Benny, berada di luar dekat carport atau parkiran ketika mendengar suara tembakan. Lantas panik dan masuk dari arah dapur dan sudah melihat penembakan, sementara Brigadir J sudah tergeletak di lantai."Jadi itu kesimpulan sementara, biasanya kalau sudah ada itu. Itu bukan menjadi, itu hanya untuk gambaran sementara untuk laporan ke atasan. Selanjutnya baru didalami di Biropaminal," tambah dia.
Benny Ali
Brigjen Benny merupakan lulusan Akpol tahun 1991. Ia berada di satu angkatan yang sama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Benny Ali adalah mantan Karo Provos Divpropam Polri. Ia pernah menjalani penahanan pelanggaran Kode Etik Kepolisian atau penempatan khusus (Patsus) terkait kasus Brigadir J. Selesai menjalankan Patsus, Benny kembali bertugas sebagai anggota Yanma Polri. Sekedar informasi, kehadiran Benny ini sebagai saksi dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J untuk memberikan keterangan atas terdakwa Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf. (mdk/tan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Kapolri Jenderal Listyo Sigit fokus mendengarkan arahan Presiden Jokowi saat Rapim TNI dan Polri.
Baca SelengkapnyaSelawat tarhim ini disebut-sebut dirangkai oleh Syekh Mahmud Khalil al-Hussary pada tahun 1959 yang awalnya dalam bahasa Arab dan sudah dialih bahasakan.
Baca SelengkapnyaIsinya soal mandat bagi sang Bripda untuk menjaga orangtua.
Baca SelengkapnyaBegini potret lawas Mayjen Farid Makruf muda waktu latihan menembak. Pakai baret merah makin gagah.
Baca SelengkapnyaKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara kenaikan pangkat di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/12).
Baca SelengkapnyaJenderal Bintang 1 Polri menyambut kedatangan rombongan dua Jenderal TNI dan eks Panglima TNI.
Baca SelengkapnyaBerikut potret Kasad memberikan pengarahan kepada prajurit dan PNS.
Baca SelengkapnyaJenderal Maruli mengingatkan dengan keras dan tegas bahwa perwira TNI AD bukanlah sekadar pangkat belaka.
Baca SelengkapnyaSebuah video memperlihatkan Maruli yang lompat-lompat saat nyanyi di depan para prajurit.
Baca SelengkapnyaDi perayaan itu, Maruli juga memuji jajarannya yang telah banyak membuat kegiatan sosial khususnya di daerah Papua.
Baca SelengkapnyaAda perlakuan mencuri perhatian yang dilakukan oleh sang jenderal bintang 3 kepada Aipda Ambarita saat memberi wejangan.
Baca SelengkapnyaMomen tiga perwira tinggi Polri berkumpul bersama, ada jenderal bintang satu hingga tiga.
Baca Selengkapnya