5 Mimpi Dahlan soal tol di atas laut Pantura
Merdeka.com - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah berada di atas angin setelah dipuji-puji lantaran sukses membangun jalan tol di atas laut Bali. Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta agar momentum dan semangat membangun tol di atas laut Bali tidak hilang begitu saja.
Dahlan langsung bermimpi untuk kembali membangun tol di atas laut. Kali ini dari Jakarta sampai ke Surabaya. Untuk merealisasikannya, Dahlan telah mengumpulkan 19 BUMN.
"Ini 19 BUMN tanda tangan. Studi dulu bersama-sama. Tol di pantai Jakarta-Surabaya tanpa pembebasan tanah," kata Dahlan di Gedung Sarinah dalam penandatanganan sekitar 19 BUMN untuk melakukan studi tol di Jakarta, Kamis (3/10).
-
Apa tujuan utama proyek ini? Maksud dari habitat baru ini adalah untuk dijadikan stasiun luar angkasa.
-
Mengapa daluang penting? Daluang merupakan sarana pendukung utama bagi penulisan naskah atau tradisi tulis di beberapa wilayah Nusantara.
-
Apa yang ada di dalam proposal? Ciri-ciri proposal yang paling pertama adalah isinya harus berisikan ringkasan kegiatan atau penelitian yang akan dilaksanakan. Dalam proposal, perlu dijelaskan apa saja yang akan dilaksanakan secara rinci dan detail, mulai dari latar belakang, tujuan, jadwal kegiatan, hingga teknis pelaksanaannya.
-
Apa itu daluang? Daluang merupakan kertas yang berasal dari kulit pohon glugu (Jawa) atau pohon saeh (Sunda).
-
Di mana daluang digunakan? Kertas daluang digunakan untuk keperluan praktis sehari-hari di lingkungan pesantren dan kebutuhan administrasi pemerintah lokal.
-
Apa itu kata baku 'proyek'? Kata baku dalam bahasa Indonesia adalah bentuk kata yang telah disesuaikan dengan kaidah yang telah distandardisasi. Pembakuan kata ini merupakan bagian dari upaya pengembangan bahasa Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan keseragaman dalam penggunaan bahasa, terutama dalam konteks formal dan resmi.
Dahlan tengah meminta anak buahnya membuat studi. Setelah studi selesai, pihaknya berencana mengajukan izin pembangunan ke pemerintah.
"Hasil studi baru izin ke pemerintah. Kita belum tahu apakah nanti diizinkan atau tidak. Soal diizinkan atau tidak kita akan berjuang. Bali dulu sulit dan kita terbukti kita bisa," katanya.
Mantan Dirut PN ini meyakini proyek ini bisa digarap dengan sistem keroyokan BUMN. Dahlan memberi waktu sekitar 6 bulan kepada BUMN untuk melakukan studi sebelum diajukan izin dan lainnya.
"Dari segi modal, perbankan kita kuat, Mandiri, BRI, semua perbankan kuat mendanai ini. Kontraktor dari BUMN karya sangat kuat," ujar Dahlan.
Proyek ambisius ini memiliki beberapa kelebihan di benak Dahlan. Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah keunggulan itu?
Bisa dilewati kereta cepat
Dahlan sesumbar bahwa nantinya jalan tol di atas laut sepanjang pantai utara (Pantura) ini dapat dilewati kereta cepat. Pernyataan Dahlan ini terlontar setelah idenya mendapat kritikan dari sejumlah pengamat.
"Bisa saja nanti di sana kereta cepat di situ sekaligus," kata Dahlan ketika ditemui di Kantor Askes, Jakarta.
Seperti diketahui, beberapa kalangan menilai rencana Dahlan ini hanyalah pemborosan anggaran dan bentuk pencitraan sebelum masa baktinya habis tahun depan. Moda transportasi kereta dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Bisa sebagai jalur pipa gas
Dahlan mengatakan proyek ini juga sebagai stimulus peningkatan kinerja BUMN lainnya. Pasalnya, jalan tol yang akan membentang sepanjang Pantura ini dapat menjadi jalur pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN).
"PGN minta ikut join atau diikutkan mau pasang pipa gas di situ. Kemarin belum di ajak ga terpikir (PGN)," ujarnya.
Saat ini PGN telah mengajukan diri untuk memasang pipa gas di jalan tol yang nantinya diperkirakan menelan biaya pembangunan sekitar Rp 150 triliun ini.
Bisa sebagai jalur serat optik
Menteri BUMN, Dahlan Iskan , mengungkapkan bahwa jalan tol Jakarta-Surabaya ini dapat menjadi tempat menaruh kabel fiber optik.
"Mungkin ada fiber optik yang lain silakan," tuturnya.
Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.
Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingkan dengan penggunaan kabel konvensional.
Beberapa perusahaan telekomunikasi telah menggunakan teknologi ini. Salah satunya adalah PT Telkom.
Semua BUMN mendapat untung
Dahlan meyakini negara semakin diuntungkan dengan adanya pembangunan proyek jalan tol ini. Pasalnya, seluruh BUMN dapat menikmati manfaat dari pembangunan mega proyek ini yang pada akhirnya bermuara untuk pemasukan negara dalam bentuk dividen.
Pada awalnya, 19 BUMN diajak ikut serta dalam studi kelaikan. Ke-19 BUMN antara lain ?Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Mandiri, BNI, BRI, BTN, Jamsostek, Taspen, Pembangunan Perumahan (PP), Brantas Abipraya, Istaka Karya, Pelindo II, Pelindo III, Semen Indonesia, Krakatau Steel.
"Ini 19 BUMN tanda tangan studi dulu bersama-sama tol di pantai Jakarta-Surabaya tanpa pembebasan tanah," kata Dahlan.
Jika menilik perkiraan dana yang dihabiskan dalam proyek ini mencapai sekitar Rp 150 triliun maka mimpi Dahlan ini tentunya masuk akal.
Fasilitasi pertumbuhan kendaraan
Dahlan bercerita, latar belakang pembangunan tol atas laut Jakarta-Surabaya ini karena banyaknya kendaraan di Indonesia.?
Penambahan mobil baru saat ini mencapai 1 juta per tahunnya. Sedangkan penambahan sepeda motor mencapai 80 juta per tahun.
"Satu tahun tambah mobil 1 juta 200 ribu. Tambah sepeda motor 8 juta. Mau taro di mana ini nanti. Tol paling jadi 5 tahun lagi. Mobil bertambah terus," kata Dahlan saat di temui seusai rapim di kantor Askes, Jakarta.
Baca juga: 'Tol laut Jakarta-Surabaya, terkadang mimpi tak terealisasi' Ini alasan Dahlan bangun jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya 5 Serangan ide Dahlan bangun tol di atas laut Jakarta-Surabaya Ide Dahlan bikin tol atas laut tak bermanfaat bagi masyarakat Kerugian ide Dahlan bangun tol atas laut Jakarta-Surabaya (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Pembangunan tol Probowangi, Basuki meyakini bahwa Banyuwangi akan mendapat dampak positif.
Baca SelengkapnyaJokowi mengatakan kemanfaatan pembangunan jalan bebas hambatan itu banyak dirasakan oleh masyarakat.
Baca SelengkapnyaBudi Karya berharap ke depan program tol laut dapat ditingkatkan karena jarak antara kapal masih terbilang tinggi.
Baca SelengkapnyaProvinsi Lampung, yang berperan sebagai gerbang utama Sumatera, membutuhkan pemimpin berpengalaman yang mampu mengatasi tantangan besar
Baca SelengkapnyaJalan Tol Puncak-Cianjur, memerlukan kajian mendalam dalam aspek dampak lingkungan dan potensi kebencanaan.
Baca SelengkapnyaSaat ini pengerjaan masih berlangsung untuk bendungan pertama.
Baca SelengkapnyaJalur Pansela Jawa merupakan jalan raya yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur Pulau Jawa.
Baca SelengkapnyaJalan tol sepanjang 9,6 Km ini akan memiliki konsep Jalan Tol Layang (Elevated).
Baca SelengkapnyaAHY mengatakan tujuan pembangunan giant sea wall adalah untuk menyelamatkan manusia.
Baca SelengkapnyaPembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Banyuwangi akan dilanjutkan tahun ini.
Baca SelengkapnyaPolitikus Golkar Dave Laksono mendukung rencana pemerintah melanjutkan proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall)
Baca SelengkapnyaTol Puncak-Cianjur itu memang sudah ada petanya. Tinggal dilaksanakan saja.
Baca Selengkapnya