Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Biar untung besar, ini rahasia investasi properti dengan sistem penentuan harga

Biar untung besar, ini rahasia investasi properti dengan sistem penentuan harga Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Investasi sektor properti memang selalu menggiurkan. Jika Anda memiliki keinginan untuk mencapai kebebasan finansial dan memiliki jiwa investor di sektor properti, tak ada salahnya mempelajari lebih dalam tentang bisnis dan investasi di properti ini.

Dalam memilih properti yang layak, setidaknya diperlukan pembekalan pengetahuan akan macam-macam penentuan harga properti yang perlu diketahui sebelum terjun di bisnis ini. Maka, salah satu tips bagi investor yang berniat menanamkan modalnya di sektor properti adalah jangan hanya berpatokan pada harga NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) saja.

Sebab, harga NJOP biasanya tidak seakurat harga pasaran yang berlaku. Oleh sebab itu, jika Anda terbiasa berinvestasi di properti, ini tentu bukan rahasia lagi. Bahwa harga pasar biasanya akan lebih dari harga NJOP. Maka, sebaiknya lakukan riset terhadap harga pasaran properti yang diincar terlebih dahulu sebelum bertransaksi.

Untuk itu, sangat diperlukan untuk mengetahui macam-macam harga properti dan cara menilainya. Sebab, itu merupakan dasar bagi Anda untuk mendapatkan harga yang pantas atau hot deal dan cash back. Berikut rahasia dan cara mengetahui harga properti seperti ditulis Cermati:

Harga transaksi sesungguhnya

Harga pada saat terjadi jual beli yang sesungguhnya merupakan harga transaksi dari properti tersebut. Jika mendapatkan harga di bawah harga likuidasi, tentunya akan sangat menguntungkan dari pihak pembeli.

Sebaliknya, jika dapat menjual dengan harga lebih tinggi lagi, maka pasti akan menguntungkan pihak penjual.

Harga reproduksi baru

Harga reproduksi baru adalah harga tanah sekitar ditambah harga bangunan baru. Jadi harga ini merupakan penjumlahan antara harga tanah pasaran di wilayah tersebut dengan harga bangunan yang baru dibangun menggunakan biaya material terkini.

Harga ini dapat juga disebut sebagai biaya penggantian (replacement cost). Harga inilah yang umumnya digunakan para developer atau pengembang untuk memasarkan properti (perumahan) yang baru didirikan.

Untuk itu, jangan sampai terkecoh bahwa harga tanah yang ditawarkan melebihi harga pasar. Terkadang, itu hanyalah cara developer dalam mendapatkan tambahan keuntungan. Selain itu, pastikan Anda perlu memiliki data harga bangunan sesuai dengan harga material yang terkini.

Harga permintaan

Harga permintaan biasanya disebut juga harga emosional. Harga permintaan adalah harga properti yang ditawarkan oleh penjual kepada calon pembeli.

Cukup banyak penjual yang menetapkan harga propertinya secara emosional. Contohnya, jika rumah yang dijual tersebut pernah dijadikan tempat tinggal atau ditempati oleh sosok orang terkenal (public figure), maka rumah itu biasanya akan ditawarkan dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan harga pasarannya.

Untuk itu, sebaiknya Anda sebagai calon pembeli yang ingin berinvestasi di properti bisa tidak mudah terpancing dengan hal-hal yang semacam ini. Tetap teliti dengan harga pasaran properti di daerah tersebut dan pastikan harga yang Anda sepakati itu masih dalam batas wajar.

Harga pasar

Dalam dunia properti, harga pasar adalah harga reproduksi baru (harga tanah ditambah harga bangunan baru) yang dikurangi dengan depresiasi dari nilai bangunan tersebut.

Contoh, sebuah rumah baru saja dibangun dengan harga di kisaran Rp 500 juta. Kemudian pada tahun ketiga, nilai rumah tersebut berkurang karena berbagai faktor, seperti kondisi bangunan yang rusak dan lainnya.

Nah, pengurangan nilai rumah itu biasanya sekitar 5 persen dari harga awal. Tapi perlu diingat, kendati nilai bangunan itu berkurang atau mengalami penyusutan, namun untuk nilai dari tanahnya tidaklah berkurang. Sebaliknya, nilai tanah justru akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Oleh sebab itu, bisa jadi harga properti dengan bangunan yang telah lama tetap mengalami peningkatan. Akibat depresiasi harga bangunan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga pasaran tanah yang menjadi lokasi bangunan tersebut.

Harga jual cepat

Harga jual cepat ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Ketika seseorang sedang membutuhkan dana segar, maka dia akan menjual apa yang dimiliki dan memungkinkan untuk dijual, tak terkecuali rumah.

Harga jual cepat biasanya digunakan oleh pihak bank sebagai patokan harga untuk penafsiran. Harga ini disebut pula sebagai harga likuidasi, karena biasanya jika terjadi kredit macet, maka pihak bank akan menjual properti agunan di bawah harga pasarannya.

Umumnya untuk pemberian kredit, harga ini menjadi acuan. Besarannya sekitar 80 persen dari harga pasaran properti yang diagunkan. Sementara itu, untuk 20 persen sisanya, merupakan batasan tingkat keamanan bagi pihak bank. Supaya saat dijual cepat, maka pembeli tertarik dan proses jual-beli menjadi lebih cepat. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Jangan Sampai Rugi, Begini Cara Mulai Investasi Bagi Pemula
Jangan Sampai Rugi, Begini Cara Mulai Investasi Bagi Pemula

Tips memulai investasi bagi pemula agar tidak rugi.

Baca Selengkapnya
Mau Beli Rumah, Persiapkan Diri untuk 3 Pengeluaran Tambahan Ini
Mau Beli Rumah, Persiapkan Diri untuk 3 Pengeluaran Tambahan Ini

Membeli rumah masih jadi impian banyak orang. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Baca Selengkapnya
Cara Sederhana Bedakan Investasi Legal dengan Bodong
Cara Sederhana Bedakan Investasi Legal dengan Bodong

Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab

Baca Selengkapnya
Jangan Ceroboh Investasi Emas, Pahami Dulu Tips Ini Agar Untung Maksimal
Jangan Ceroboh Investasi Emas, Pahami Dulu Tips Ini Agar Untung Maksimal

Jangan sampai berinvestasi emas hanya karena ikut-ikutan, dan berujung menggadaikan emas kembali karena kepepet masalah finansial.

Baca Selengkapnya
Pilih Sewa atau Beli Rumah? Begini Panduannya
Pilih Sewa atau Beli Rumah? Begini Panduannya

Sebelum membuat pilihan untuk menyewa atau membeli, pelajari semua faktor yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu.

Baca Selengkapnya
Lima Trik Cepat Jual Rumah yang Menguntungkan
Lima Trik Cepat Jual Rumah yang Menguntungkan

Simak trik ampuh menjual rumah dengan cepat dan menguntungkan.

Baca Selengkapnya
Miliarder Ini Beri Pesan Jangan Minder Meski Tinggal Masih Mengontrak
Miliarder Ini Beri Pesan Jangan Minder Meski Tinggal Masih Mengontrak

Orang kaya sebenarnya bukan sekadar membeli barang mahal yang nilainya 100 persen melebihi kekayaan bersih.

Baca Selengkapnya
Jadi Orang Kaya di Usia Muda Bukan Hal Mustahil, Segera Lakukan Langkah Berikut
Jadi Orang Kaya di Usia Muda Bukan Hal Mustahil, Segera Lakukan Langkah Berikut

Mewujudkan impian menjadi kaya ini tidaklah mudah, sebab butuh proses untuk mendapatkan uang yang banyak.

Baca Selengkapnya
OJK: Generas Muda Jangan Tergiur Investasi Keuntungan Fantastis
OJK: Generas Muda Jangan Tergiur Investasi Keuntungan Fantastis

Salah satu intrumen investasi yang semakin populer adalah investasi melalui platform Peer-to-Peer Lending (P2P).

Baca Selengkapnya
Lima Investasi Favorit Masyarakat, Jarang Bikin Rugi
Lima Investasi Favorit Masyarakat, Jarang Bikin Rugi

Investasi masih menjadi sarana bagi segelintir orang untuk memiliki pendapatan pasif.

Baca Selengkapnya
7 Tips Menabung untuk Beli Rumah, Efektif
7 Tips Menabung untuk Beli Rumah, Efektif

Bagi yang berniat membeli hunian, beberapa tips menabung untuk beli rumah berikut bisa dipraktikkan.

Baca Selengkapnya
Baru Pertama Kali Kerja Mau Ambil KPR Rumah, Bisa Nggak Ya?
Baru Pertama Kali Kerja Mau Ambil KPR Rumah, Bisa Nggak Ya?

Perlu banyak persiapan dan pertimbangan finansial yang harus dilakukan terutama yang baru pertama kali bekerja.

Baca Selengkapnya