Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari proyek listrik 35.000 MW, Amerika berniat garap 7.000 MW

Dari proyek listrik 35.000 MW, Amerika berniat garap 7.000 MW PLN. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah menggandeng Amerika membuat grup kerja sama (working grup) untuk merealisasikan proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW). Working grup diikuti perusahaan Amerika yang bergerak di bidang ketenagalistrikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meyakini, kerja sama ini bakal meningkatkan hubungan antar dua negara.

"Kerja sama ini merupakan salah satu upaya kita untuk mencapai target proyek 35.000 mw," ujar Sudirman di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (2/9).

Kerja sama ini meliputi teknologi emisi batu bara, penggunaan energi terbarukan, minimalisir penggunaan bahan bakar Solar, pengembangan jaringan daerah terpencil secara efisien, serta penggunaan teknologi terbaru bidang ketenagalistrikan.

Mantan Dirut PT Pindad ini menuturkan, pemerintah Amerika berjanji membantu Indonesia mengatasi masalah kelistrikan. Dari 35.000 MW, Amerika berencana mengambil porsi 7.000 MW dalam pengembangan energi terbarukan.

"Kerja sama ini juga dasar bagi kedua negara untuk berbagi pengalaman serta sarana pengalihan teknologi melalui pelatihan bagi tenaga kerja Indonesia," jelas dia.

Dia meminta PLN menindaklanjuti kerja sama bisnis (B to B) dengan pelaku bisnis sektor listrik dari Amerika Serikat. Dia juga melihat peluang lain dari kerja sama ini. Utamanya pengembangan proyek berbasis ketenagalistrikan.

Saat ini rasio elektrifikasi Indonesia sebesar 86,39 persen, angka ini ditargetkan untuk meningkat sebesar 97,4 persen pada akhir 2019. Dalam program 35.000 mw, PLN memiliki target pembangkitan sebesar 5.000 MW, sementara 30.000 MW berasal dari independent power producer (IPP). (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP