Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini permintaan tukang bakso jika pemerintah stop sapi Australia

Ini permintaan tukang bakso jika pemerintah stop sapi Australia Ahok makan bakso. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) Trisetyo Budiman angkat bicara mengenai hubungan bilateral Indonesia dengan Australia yang terus memanas. Trisetyo mengomentari pendapat pemerintah yang ingin menghentikan impor sapi dari Australia.

Menurut Trisetyo, selama ini para pedagang bakso ikut menikmati daging sapi negeri kanguru tersebut. Dari kebutuhan daging sapi tukang bakso 275 ribu ton per tahun sebagian dipasok dari daging sapi bakalan Australia.

"Secara umum pedagang bakso menggunakan daging segar itu terdiri dari sapi hidup lokal dan sapi hidup bakalan dari Australia," kata Trisetyo ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Sabtu (21/11).

Trisetyo mengingatkan pemerintah jika ingin menghentikan impor daging dari Australia maka pemerintah harus siap mengimpor dari negara lain. Pedagang bakso hanya minta agar pasokan tidak berkurang dan harga daging sapi dalam negeri harus diturunkan.

"Daging murah itu yang kita harapkan. Cuma ini yang mengcover hidupnya tukang bakso. Sekarang saja kita sudah sosialisasi penggunaan daging beku dicampur daging segar. Itu yang terus kami lakukan," katanya.

Jika pemerintah ingin mengimpor dari negara lain, maka Undang Undang No 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan harus direvisi. Dari beleid ini baru sapi Australia yang lolos penyakit mulut dan kuku dan boleh masuk ke Indonesia.

"Bagaimana pemerintah itu mengendalikan harga di Rp 70 ribu itu sangat membantu. kalau sumbernya yang sudah sudah bisa dari India, Irlandia, Brasil. Tapi regulasi harus diubah karena menurut saya sapi India belum terbebas penyakit mulut dan kuku itu. Pemerintah harus siap jika putus dari Australia dengan negara subtitusi," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krishnamurti mengatakan kalau India dan Argentina yang akan mendatangkan sapinya ke Indonesia. Bayu mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu revisi Undang-Undang Nomor 18 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dengan begitu maka Indonesia tak akan lagi tergantung pada impor sapi dan daging asal Australia.

"Kalau mau datangkan dari India dan Argentina ya diubah dulu UU nya, kami mohon dipercepat saja," jelasnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP