Kebijakan Beli Elpiji Pakai KTP Efektif Bikin Subsidi Energi Tepat Sasaran

Merdeka.com - Direktur Energy Watch Mamit Setiawan menilai tepat keputusan PT Pertamina (Persero) terkait penerapan skema pembelian LPG kemasan 3 kilogram dengan wajib menunjukkan KTP. Mamit menilai, cara ini efektif untuk mewujudkan program subsidi energi dapat tepat sasaran.
"Terkait penggunaan KTP untuk membeli LPG 3 kg subsidi, saya kira merupakan langkah yang tepat. Mengingat, LPG 3 Kg bagi masyarakat yang tidak mampu," ujar Mamit saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Rabu (21/12).
Terlebih lagi, anggaran subsidi program energi terus mengalami pembengkakan. Hal ini diakibatkan oleh skema pembelian yang terbuka, sehingga orang kaya dapat dengan leluasa membeli LPG 3 Kg.
"Apalagi 70 persen, LPG kita saat ini berasal dari impor di mana harganya juga sangat fluktuatif mengikuti harga dunia," ucapnya.
Oleh karena itu, Mamit mendukung penerapan kebijakan pembelian LPG 3 kg dengan menunjukkan KTP. Hal bertujuan agar program Subsidi Energi bisa lebih tepat sasaran. "Melalui pendataan ini, ke depan subsidi LPG 3 kg bisa tepat sasaran dan digunakan oleh masyarakat yang berhak," ujarnya.
Sebelulmnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mencatat bahwa sebanyak 68 persen konsumsi LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi dinikmati oleh rumah tangga mampu atau setara 60 persen golongan masyarakat kaya, yakni 5,07 Metric Ton (MT).
Sementara itu, hanya 32 persen konsumsi LPG 3 kg yang dinikmati masyarakat tidak mampu atau 40 persen golongan rumah tangga terbawah, yaitu sebesar 2,39 juta MT.
"Jadi ini relatif sedikit memang dibanding Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, namun salah sasarannya lebih banyak," ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Hasil Rakor Kemenko Perekonomian Terkait Kebijakan Subsidi BBM yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (26/8).
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya