Pasokan dari Libya dan Rusia Turun, Harga Minyak Dunia Kembali Meroket
Merdeka.com - Harga minyak mentah dunia kembali naik di perdagangan Asia pada Kamis sore. Ini terjadi karena kekhawatiran tentang pasokan akibat potensi larangan Uni Eropa (UE) terhadap minyak Rusia muncul ke permukaan, beberapa hari setelah berkurangnya pasokan dari Libya mengguncang pasar.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,32 atau 1,24 persen menjadi diperdagangkan di USD 108,12 per barel pada pukul 06.36 GMT. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 1,26 atau 1,23 persen, menjadi diperdagangkan di USD 103,45 per barel, menambah kenaikan 19 sen di sesi sebelumnya.
Para analis mengatakan, volatilitas pasar kemungkinan akan segera meningkat lagi, dengan Uni Eropa masih mempertimbangkan larangan minyak Rusia karena invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus".
-
Apa yang naik dari harga Emas Antam hari ini? Harga emas produksi Antam mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per gram pada Jumat (5/7/2024) pagi.
-
Kapan harga BBM di dunia mencapai Rp81.000 per galon? Pada tanggal 11 Maret 2024, harga rata-rata bahan bakar per galon (3,7 liter) di seluruh dunia mencapai $5,13 atau sekitar Rp81.000.
-
Apa yang naik di bulan Oktober 2023? 'Jika dibandingkan September 2023, NTP naik karena Bulan September 2023 yang masih bernilai 111,25,' kata Asim, Jumat (03/11/2023).
-
Bagaimana harga beras di pasaran? Harga beras di pasaran masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
-
Apa yang Pertamina turunkan harganya? Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian turun harga untuk Pertamax Series dan Dex Series.
-
Kenapa harga emas Antam naik hari ini? Harga emas dunia melonjak setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memicu harapan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga paling cepat pada bulan September.
"Diskusi Uni Eropa untuk melarang atau menghapus pembelian minyak Rusia, pengaruh terbesar pada harga minyak mentah dalam beberapa hari terakhir, berprioritas rendah tetapi belum diselesaikan, yang dapat membatasi harga minyak mentah ke kisaran yang relatif sempit pada basis penyelesaian harian," kata Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights.
Libya, anggota OPEC, pada Rabu (20/4) mengatakan negara itu kehilangan lebih dari 550.000 barel per hari produksi minyak karena blokade di ladang utama dan terminal ekspor.
Prospek permintaan di China terus membebani pasar, ketika importir minyak terbesar dunia itu perlahan-lahan melonggarkan pembatasan ketat Covid-19 yang telah memukul aktivitas manufaktur dan rantai pasokan global.
Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti risiko di China ketika memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global hampir satu poin persentase penuh pada Selasa (19/4.
Pengiriman Minyak Libya
Sementara itu, terminal Laut Hitam Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) dapat kembali ke kapasitas penuh minggu ini, Menteri Energi Kazakh Bolat Akchulakov mengatakan pada Rabu (20/4/2022).
"Dimulainya kembali pengiriman minyak mentah CPC akan diimbangi dengan pemadaman yang berkelanjutan di Libya dan kemungkinan lebih banyak minyak mentah Rusia yang terkunci dari pasar dalam menghadapi larangan Uni Eropa," kata Hari.
Pasar minyak tetap ketat dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, bersama-sama disebut OPEC plus berjuang untuk memenuhi target produksi mereka dan dengan stok minyak mentah AS turun tajam dalam pekan yang berakhir 15 April.
"Saya terus memperkirakan bahwa Brent akan tetap dalam kisaran 100 dolar hingga 120 dolar AS yang berombak, dengan WTI dalam kisaran 95 dolar AS hingga 115 dolar AS ... Potensi embargo minyak Eropa terhadap Rusia minggu depan setelah pemilihan Prancis, dapat melihat pergerakan menuju puncak kisaran," kata Jeffrey Halley, analis di OANDA.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Data pertumbuhan ekonomi ini melemahkan harga minyak di awal sesi, namun para pedagang menyadari pasar minyak sedang ketat dan situasi di Timur Tengah.
Baca SelengkapnyaAlokasi APBN untuk subsidi BBM memang sangat memberatkan jika harga minyak dunia tembus di kisaran USD 90 per barel.
Baca SelengkapnyaTerkini, brent telah diperdagangkan pada kisaran USD95 per barel.
Baca SelengkapnyaAnak Buah Sri Mulyani tersebut meyakini kenaikan harga minyak mentah dunia bersifat sementara.
Baca SelengkapnyaPertamina menaikkan harga BBM non subsidi per hari ini.
Baca SelengkapnyaPertamina kembali menahan harga BBM Non Subsidi pada Juni 2024. Meskipun harga minyak dunia menunjukkan tren naik.
Baca SelengkapnyaUsai pemilu, kemungkinan harga BBM bakal naik karena mengacu pada situasi yang ada saat ini.
Baca SelengkapnyaPerekonomian global akan menghadapi guncangan energi ganda untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Baca SelengkapnyaSerangan balasan Iran ke Israel memicu kenaikan harga minyak dunia dan berakibat subsidi BBM bengkak.
Baca SelengkapnyaPer tanggal 1 November, harga bensin BP AKR mengalami penurunan untuk semua jenisnya.
Baca SelengkapnyaPemerintah diminta serius dalam menjaga pasokan beras di Tanah Air.
Baca SelengkapnyaTren kenaikan harga minyak dunia timbulkan kekhawatiran bakal turut berdampak terhadap harga BBM di Tanah Air.
Baca Selengkapnya