Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelarangan konsumsi bensin premium bisa hemat Rp 20 triliun

Pelarangan konsumsi bensin premium bisa hemat Rp 20 triliun SPBU. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Pemerintah menyatakan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, sekitar 4 juta kiloliter bisa menghemat anggaran sampai Rp 20 triliun. Pemerintah menargetkan agar kuota konsumsi BBM tidak melebihi 40 juta kiloliter yang bisa mengakibatkan bengkaknya subsidi BBM mencapai Rp 300 triliun.

 

"Jika tidak dilakukan penghematan maka kuota akan terlewati antara 7 hingga 10 persen dari kuota. Kuota akan menjadi 44 juta kiloliter," ujarnya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat di kantornya, Jakarta, Rabu (18/4).

Hatta mengatakan sesuai undang undang pemerintah baru akan menaikkan harga BBM, jika harga rata-rata minyak dunia melewati USD 120,75 per barel. Hal ini untuk menekan anggaran subsidi akan melewati Rp 300 triliun. "Defisit harus tetap dikendalikan maksimum 3 persen, maka harus dilakukan penghematan," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mengumumkan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Rencananya nanti pak presiden yang akan menyampaikan pidato. Nah disitu nanti keluar yang sudah matang. Yang perlu diketahui masyarakat adalah bahwa tujuan kita adalah agar subsidinya tepat sasaran," jelas Jero di Istana Negara, Rabu (18/4).

Pemerintah menargetkan menjaga kuota subsidi BBM yang sudah ditetapkan sebesar 40 juta kilo liter tidak terlampaui. Alokasi anggaran subsidi dalam APBN hanya sebesar Rp 137 triliun. Pemerintah masih melakukan kajian dan pembahasan mengenai teknis pengendalian konsumsi BBM bagi kendaraan bermotor khususnya roda empat apakah berdasar kapasitas mesin atau tidak.

(mdk/arr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP