Pengusaha Australia Minat Investasi Rp34 T Usai Menko Luhut Ceritakan Omnibus Law

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan ada pengusaha asal Australia yang meminta investasi di Indonesia. Tak tanggung, nilai investasinya mencapai USD 2,5 miliar atau setara Rp34 triliun.
Pengusaha asal Australia itu bernama John Andrew Henry Forrest AO. Dia dikenal sebagai pengusaha baja di negeri kangguru itu.
Mereka pertama kali bertemu di Davos, Swiss. Saat itu, Menko Luhut menjelaskan tentang kebijakan Indonesia yang mempermudah investor menanamkan modalnya lewat RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.
Penjelasan Menko Luhut, rupanya menarik minat Andrew. Kemudian beberapa waktu selanjutnya, Menko Luhut mengaku dihubungi Andrew yang langsung menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.
"Minggu lalu saya bertemu dengan Andrew Forrest dari Australia," kata Menko Luhut di Hotel Kempinski, Jakarta, kemarin.
Kata Menko Luhut, Andrew mengaku tertarik untuk berinvestasi di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 2.000 MW. Namun setelah berdiskusi lebih lanjut, muncul berbagai rencana investasi lainnya. Dia tertarik membangun 10.000 mega watt PLTA di Kalimantan.
"Akhirnya dia bilang, 'Boleh tidak saya investasi di 10.000 mega watt'," kata Menko Luhut mengulang tawaran Andrew.
Indonesia Disebut Bakal Menjadi Negara Super Power Green Energy
Andrew pun datang ke Indonesia bertemu Menko Luhut. Dalam diskusi tersebut disepakati akan menawarkan bisnis green energy. Sebab, di Australia saat ini pembangunan solar panel sudah bisa dilakukan menggunakan rum.
"Di sana itu dia bisa gampang 10 giga, 20 giga, 30 giga karena tempat yang luas dan radiasinya," tutur Menko Luhut.
Selain proyek PLTA, Andrew juga ingin bekerja sama untuk boostn fire, kabel listrik untuk Singapura lewat Indonesia dan pembuatan smelter untuk besi. "Jadi this is giant investment green energi," sambung Menko Luhut.
Jika proyek ini berjalan nanti, Indonesia akan jadi negara super power green energy. Sebab, Indonesia memiliki 15.000 MW listrik di Kalimantan dan 25.000 MW di Papua. "Jadi kita akan mengeluarkan produk yang green," ujar Menko Luhut.
Dia menambahkan rencana ini pun sudah mendapatkan restu Presiden Joko Widodo. "Saya telpon presiden, dan presiden setuju," kata Menko Luhut mengakhiri.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya