Permintaan Produk Makanan dan Minuman di Ramadan 2023 Melambat
Merdeka.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan, permintaan produk makanan dan minuman (mamin) di Ramadan tahun ini melambat dibanding Ramadan tahun lalu. Dia mencatat, permintaan kini mulai meningkat setelah memasuki minggu kedua Ramadan.
"Ramadan tahun ini permintaannya sedikit telat meskipun Januari-Februari kemarin sudah ada permintaan stok dari distributor dan grosir, tapi dari konsumen baru kenceng itu minggu-minggu ini. Biasanya 2 minggu sebelum puasa sudah tinggi permintaannya, kali ini minggu awal puasa baru mulai tinggi," kata Adhi saat ditemui di Kementerian Perindustrian, Senin (3/4).
GAPMMI mencatat kenaikan permintaan produk makanan dan minuman mulai terasa pada akhir Maret, kenaikannya rata-rata 30 persen. Pihaknya pun optimis pada April permintaan produk mamin bisa meningkat. Di sisi lain, dia menilai adanya larangan buka puasa bersama yang berlaku bagi pejabat di pemerintahan, sedikit mempengaruhi industri mamin.
-
Apa yang meningkat penjualannya menjelang Lebaran? Menjelang Hari Raya Idulfitri, penjualan pernak-pernik bernuansa Islami mengalami peningkatan sekitar 20-30 persen.
-
Apa yang meningkat di Pasar Tanah Abang menjelang Ramadan? Menjelang Ramadan, aktivitas jual beli di Pasar Tanah Abang mulai mengalami peningkatan.
-
Kenapa omzet pedagang Tanah Abang naik menjelang Ramadan? Memasuki bulan suci Ramadan, ragam busana muslim yang paling banyak dipesan dan diminati para konsumen.
-
Apa tren penting dalam pemasaran Ramadan? Tren penting termasuk penggunaan Generative AI, personalisasi pengalaman, dan peningkatan konten yang disesuaikan. Pemasar harus memanfaatkan tren ini untuk mencapai kesuksesan.
-
Apa yang terjadi dengan permintaan pisang di Ramadan? Selama bulan suci Ramadan permintaan pisang mengalami lonjakan permintaan yang signifikan.
-
Kenapa kurma populer di bulan Ramadan? Pada bulan Ramadan seperti ini, kurma merupakan salah satu buah yang sangat dicari. Kurma merupakan buah pilihan terbaik untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.
"Perkiraan saya kenaikannya dibanding tahun lalu, average itu sekitar 30 persen pada Maret akhir, itu mulai terasa naik, dan April optimis. Tapi ada sedikit perbatasan karena tidak boleh bukber, saat bukber kan undangan banyak orang kumpul-kumpul. Iya tidak (ritel tidak terpengaruh) tapi untuk acara-acara berkurang," ujarnya.
Di samping itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi bulanan di Maret 2023 sebesar 0,18 persen (mtm). Angka ini lebih tinggi dari tingkat inflasi bulanan Februari 2023 sekitar 0,16 persen. Penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Maret 2023 berasal dari makanan, minuman dan tembakau.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
BPS mencatat jumlah kelas menengah pada tahun 2019 mencapai 57,33 juta orang.
Baca SelengkapnyaSemua upaya promosi menghasilkan volume konsumsi yang stabil selama periode Ramadan, karena tidak ada indikasi konsumen belanja stok barang lebih banyak.
Baca SelengkapnyaJumlah Penumpang Pesawat Domestik Turun Pada Maret 2024, Ternyata Ini Penyebabnya
Baca SelengkapnyaUntuk tahun 2024 ini, kenaikan permintaan berbagai komoditas terbilang wajar karena sudah terdeteksi satu bulan sebelum Ramadan.
Baca SelengkapnyaAsosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) menyebut stok daging sapi terancam langka saat bulan Ramadan.
Baca SelengkapnyaMenjelang Ramadan, aktivitas jual beli di Pasar Tanah Abang mulai mengalami peningkatan.
Baca SelengkapnyaDirektur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan pertumbuhan bisnis UMKM ini didorong oleh sejumlah faktor.
Baca SelengkapnyaSelama bulan Ramadan permintaan pisang mengalami peningkatan.
Baca SelengkapnyaKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan kebutuhan ikan secara nasional aman selama Ramadan hingga Lebaran.
Baca SelengkapnyaSecara bulanan, penjualan eceran diperkirakan meningkat 1,6 persen (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami kontraksi 7,2 persen (mtm).
Baca SelengkapnyaStok beras yang ada merupakan gabungan dari penyerapan lokal dan pengadaan impor.
Baca SelengkapnyaSejak 10 Maret 2024, Pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp1.000 per kilogram (kg).
Baca Selengkapnya