Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden target tol Balikpapan-Samarinda selesai maksimal di 2018

Presiden target tol Balikpapan-Samarinda selesai maksimal di 2018 Jokowi gelar Salat Jumat di Monas. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menegaskan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda yang pembebasan lahannya sudah diselesaikan pemerintah daerah akan dilanjutkan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Dia menargetkan 2018 adalah batas akhir pembangunan.

"Tadi malam langsung saya rapatkan dengan Menteri PU (Pekerjaan Umum), yang pertama jalan tol Balikpapan-Samarinda, semuanya pembebasan lahan sudah dibereskan oleh Gubernur, sekarang penyelesaiannya ada di kementerian. Ini akan diselesaikan maksimal akhir 2018," kata Presiden pada penyerahan 1.183 sertifikat tanah program strategis 2016 seperti dikutip Antara di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (5/12).

Untuk permintaan pembangunan tol Samarinda-Bontang, Presiden mengatakan sudah dirapatkan dengan Menteri PU dan akan ditindaklanjuti.

"Tadi pagi baru selesai, sudah kita berikan lagi, tidak ada masalah. silakan nanti ditindaklanjuti, sudah saya putuskan tadi pagi, mungkin dikerjakan lanjutan konsorsium dengan investor yang ada," kata Jokowi.

Presiden mengatakan pemerintahannya ingin ada sebuah kecepatan pembangunan yang dilakukan sehingga yang mendapatkan akhir adalah rakyat. "Kalau jalan selesai semuanya, biaya untuk logistik sembako murah, biaya transportasi murah, harga-harga barang juga akan murah pada akhirnya," katanya.

Berbeda jika jalannya jelek sehingga membuat waktu angkut yang lama dan menyebabkan harga menjadi naik. "Jadi dua hal sudah saya jawab, Pak Gub. Saya sudah tidak ada PR lagi," kata Presiden menjawab permintaan Gubernur Kaltim.

Selain itu, Presiden Jokowi menambahkan bahwa pembangunan proyek kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur, tidak akan dipindahkan ke provinsi lain. Berdasarkan laporan Gubernur Kalimantan Timur Aang Faroek Ishak, persoalan lahan telah diselesaikan untuk pembangunan kilang 350 barel per hari ini.

"Masalah kilang minyak, refinery, dan zona pupuk, saya sampaikan tidak akan dipindahkan ke provinsi lain, tetap di Provinsi Kalimantan Timur," kata Presiden.

"Saya ingin menjawab apa yang tadi disampaikan oleh bapak Gubernur Kalimantan Timur. Kemarin waktu bertemu sudah disampaikan, ini tadi diulang disampaikan lagi. Pak Gubernur itu kalau punya kemauan ngejar terus," tambah Presiden Jokowi.

Terkait pembangunan jalur kereta, Presiden mengatakan belum selesai PP (Peraturan Pemerintah) mengenai rel kereta. "Tinggal itu saja, kalau PP itu urusan administrasi hukum, jadi memerlukan waktu," kata Presiden.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP