Salurkan bansos digital, BNI uji coba di Semarang

Merdeka.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dengan menggunakan sistem digital. BNI dan Kementerian Sosial kembali menguji coba penyaluran digital di Semarang melalui agen-agen Branchless Banking BNI atau Agen46 dan Warung-warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Elektronik (e-Warong KUBE), setelah sebelumnya dilakukan di Blitar, Jawa Tengah.
Pencairan dana Bansos PKH secara serentak ini diberikan untuk 386 penerima manfaat warga Kecamatan Banyumanik, Semarang. Pencairan Dana Bansos PKH secara serentak kepada 386 penerima manfaat tersebut disalurkan melalui 9 Agen46 dan 1 e-Warong KUBE yang juga sudah ditetapkan sebagai Agen46. Langkah ini menjadi lembaran sejarah baru dalam penyaluran Bantuan Sosial PKH yang sebelumnya diterima secara manual dan dalam bentuk uang tunai.
Kini, dana Bansos PKH tersebut dicairkan melalui Tabungan yang dapat dibuka melalui Agen46 BNI serta e-Warong KUBE yang sudah memiliki sertifikat Agen46 BNI. Setiap Keluarga Penerima Manfaat akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang didalamnya telah tertanam dua sistem yang canggih, yaitu Saving Account dan e-Wallet.
Wakil Direktur Utama BNI sekaligus Koordinator Penyaluran Bantuan Sosial Bank-bank Milik Negara (Himbara) Suprajarto mengungkapkan, sebagai Saving Account, Tabungan dapat menampung dana Bansos PKH yang disalurkan Kementerian Sosial RI.Adapun sebagai e-Wallet, satu kartu dapat digunakan untuk berbagai program Bansos dan Subsidi, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (RASTRA), Elpiji , Pupuk dan lain sebagainya.
Pada pencairan dana Bansos PKH ini telah dibuktikan bahwa dana Bansos PKH memang dapat disalurkan melalui Tabungan yang dibuka di Agen46-Agen46 BNI sekaligus dapat dicairkan kapanpun dikehendaki oleh penerima manfaat, sehingga lebih efektif, efisien, dan lebih tepat sasaran.
Pencairan PKH Non Tunai oleh pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) juga dapat dilakukan melalui 1.600 Outlet BNI, 16.000 ATM BNI, dan 23.000 Agen46 BNI. Dengan membelanjakan dana bantuan sosial di e-Warong KUBE, penerima akan dapat memperoleh barang yang tersandarisasi dengan kualitas yang terjamin serta harga yang lebih murah.Selanjutnya untuk mendukung transparansi pengelolaan dan penyaluran bansos dan subsidi, semua pihak yang berkepentingan dengan data dapat memanfaatkan fitur monitoring dan reporting yang ada. Dashboard dapat dipasang dimana saja untuk memantau penyaluran Bansos dan Subsidi secara real time dan akurat.
Sistem ini menggunakan mekanisme nontunai melalui sistem Layanan Keuangan Digital (LKD) sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar penyaluran Bansos dan Subsidi terintegrasi dengan sistem perbankan, sehingga penyaluran dapat tepat jumlah, tepat sasaran, lebih efektif dan efisien.
Selain itu, BNI akan menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Semarang terkait Pemanfaatan Fasilitas Jasa dan Layanan Perbankan Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah serta Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Semarang. Bentuk hubungan kerja sama BNI dengan pemerintah Kota Semarang meliputi Solusi Transaksional Perbankan berupa e-pajak hotel, restoran dan tempat hiburan, e-collection sewarusun, e-PDAM, Tap Cash Trans Semarang dan integrasi data serta payment dalam satu kartu Semarang Hebat.
"Untuk selanjutnya, kami siap menjadi banking partnerPemerintah Kota Semarang BE SMART CITY. Kerja sama ini juga dapat menjadi langkah strategis untuk menjadikan BNI sebagai 'One Stop Banking Solution' bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia," jelas Direktur Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya