Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani 'Baper' Disinggung Menteri Keuangan Terbaik Dunia

Sri Mulyani 'Baper' Disinggung  Menteri Keuangan Terbaik Dunia Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keynote speech di acara BRI Group Economic Forum 2020. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, merasa geram berkali-kali disinggung sebagai menteri keuangan terbaik di dunia oleh beberapa Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sri Mulyani bahkan 'baper' (bawa perasaan) karena sebutan itu dianggap sebuah sindiran baginya.

Menteri Sri Mulyani menegaskan dirinya tidak pernah sama sekali untuk mengejar gelar tersebut. Sebagai, pembantu presiden, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu hanya menjalankan tugas sebagai bendahara umum negara.

"Kalau bapak semua sampaikan tadi (menteri keuangan terbaik), saya tidak mengejar title itu. Saya hanya menjalankan tugas sebagai menteri keuangan," kata Menteri Sri Mulyani di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (30/1).

Dalam rapat kerja lanjutan bersama Komisi XI ini, beberapa Anggota Komisi XI memang beberapa kali menyebut-nyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Dunia. Bahkan, ada salah satu anggota juga yang menyebut Menteri Keuangan Terbalik.

Pada pembahasan saat itu, anggota DPR membanjiri Menteri Sri Mulyani akan kritik tidak tercapainya target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Menteri Keuangan Terbaik 2019 Versi The Banker

Seperti diketahui, awal 2019 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai Finance Minister of The Year 2019 oleh Majalah Keuangan The Banker. Penobatan ini menandakan Menteri Sri Mulyani dinilai mampu mendorong dan menstabilkan perekonomian.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan The Banker yaitu pertama, perekonomian negara masih terjaga ketahanannya di tengah berbagai bencana dan tragedi sepanjang 2018. Defisit Produk Domestik Bruto 2018 diperkirakan sekitar 1,86 persen, lebih rendah dari yang diperkirakan dalam APBN 2018 sebesar 2,19 persen.

Kedua, adanya modernisasi respon negara terhadap bencana alam melalui strategi pembiayaan risiko dan penjaminan/asuransi untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan pascabencana. Diketahui, Indonesia mengalami sejumlah bencana alam pada 2018 seperti gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga tsunami Selat Sunda.

Ketiga, membuat serangkaian perubahan pada sistem perpajakan untuk meningkatkan pendapatan negara, seperti penyederhanaan proses pembayaran pajak dan penambahan lokasi tempat pembayaran pajak. Hal ini dilakukan mengingat Global Competitiveness Report 2017 menempatkan Indonesia pada peringkat ke 41 dari 138 negara, turun empat peringkat dari tahun sebelumnya.

Keempat, tarif Pajak Penghasilan untuk perusahaan kecil dan menengah dipotong, sementara pajak e-commerce dikenakan pada perusahaan e-commerce yang beroperasi dari luar negeri. Terakhir, pengurangan pajak pada layanan ekspor milik Indonesia dengan menjadikan tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 0 persen untuk menstimulasi sektor tersebut.

The Banker dikenal sebagai majalah keuangan internasional yang dimiliki Financial Times (The Nikkei), berbasis di London. Majalah ini juga merupakan sumber utama data dan analisis dalam industri keuangan dan perbankan.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP