Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terungkap Alasan Perusahaan India Berani Rogoh Rp 56 T untuk Bandara Kualanamu

Terungkap Alasan Perusahaan India Berani Rogoh Rp 56 T untuk Bandara Kualanamu Corona Merebak, Ini 5 Antisipasi yang Dilakukan Bandara Kualanamu. antaranews.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - GMR Airports International selaku operator kebandaraan asal India mencium potensi besar penerbangan travel di Indonesia. Potensi ini diperkuat dengan adanya program 10 Bali Baru atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang tengah digarap Pemerintah RI.

"Indonesia punya potensi pariwisata yang sudah dikenal luas. Sekitar 1-2 tahun lalu kita mendengar Pemerintah RI ingin membuat program 10 Bali baru. Satu Bali tidak cukup, jadi 10 Bali baru akan hadir," ujar CEO GMR International Puvan Sripathy di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, dikutip Sabtu (1/1).

Melihat peluang ini, GMR Group segera membentuk perusahaan patungan dengan Aeroports de Paris Group (ADP) asal Perancis bernama GMR Airports Consortium.

Orang lain juga bertanya?

Konsorsium ini sudah menguasai 49 persen pemilikan saham Bandara International Kualanamu, yang diproyeksikan bakal jadi hub di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

"Jadi waktunya sudah tepat, lokasinya tepat, korporasinya sudah tepat, sehingga kita pikir ini waktu yang tepat untuk melakukannya," kata Sripathy.

Secara lokasi, Bandara Kualanamu juga dinilai cocok sebagai titik penghubung antara India dan Indonesia, dengan waktu penerbangan sekitar 5-6 jam. Selain itu, permintaan pasar untuk penerbangan di kedua negara juga tinggi.

"Jadi potensi dari Kualanamu terbuka untuk semua orang karena lokasinya. Ini jadi titik pusat dari Sumatera, dan secara geografis berada di tengah Asia Besar," ungkap Sripathy.

Oleh karenanya, GMR Airports Consortium tak ragu menjalin kontrak dengan PT Angkasa Pura II (Persero), dengan komitmen investasi Rp 56 triliun dalam 25 tahun untuk mengembangkan Bandara Kualanamu.

"Untuk itu kami datang untuk ikut mengembangkan meski tantangannya cukup besar. Jika kita bisa mengatasinya, itu akan membuka banyak kesempatan untuk penerbangan travel dan bisnis," tutur Sripathy.

Bandara Kualanamu Dikelola Perusahaan India, Apa Keuntungan untuk Indonesia?

Perusahaan asal India GMR Airports terpilih sebagai mitra strategis pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengembangan dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan nilai kerja sama sekitar USD6 miliar, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga memastikan, bahwa banyak keuntungan didapatkan Angkasa Pura II dengan dikelolanya Bandara Kualanamu oleh GMR Airport. Pertama Perseroan akan mendapatkan mendapatkan dana sebesar Rp1,58 triliun dari GMR.

Kemudian keuntungan kedua akan ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar Rp56 triliun. Adapun tahap pertama akan diberikan perusahaan asal India itu sebesar Rp3 triliun.

"Ini namanya AP tidak perlu mengeluarkan uang sebesar Rp58 triliun untuk pengembangan Kualanamu tapi ditanggung oleh partnernya," kata Arya di Jakarta, Jumat (26/11).

Arya menambahkan, dana sebesar Rp1,58 triliun diberikan GMR Airport bisa dipakai oleh AP II untuk pengembangan dan pembangunan bandara baru di Indonesia. "Ini namanya memberdayakan aset tanpa kehilangan aset, bahkan asetnya membesar berkali-kali lipat," terang Arya.

Di samping itu, Arya juga meluruskan bahwa pengelolaan ini tidak ada kaitannya dengan penjualan aset. Dia memastikan aset Bandara Kualanamu tetap milik AP II bukan dijual kepada GMR Airport.

"Jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan aset," tegas Arya.

Sebagai informasi, skema kemitraan strategis ini akan menggabungkan sumber daya yang dimiliki AP II dan mitra strategis. Sehingga dapat mengakselerasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu untuk menjadi hub dan pintu gerbang utama internasional serta kawasan bisnis di wilayah barat Indonesia.

AP II tetap menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi. Sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

Sebelummya, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, bahwa kemitraan strategis antara AP II dan mitra global akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di ASEAN, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional.

Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset kedepannya atas kerjasama ini akan sepenuhnya dimiliki 100 persen oleh AP II.

"Keberhasilan dalam kerjasama ini menjadi signaling positif untuk iklim investasi indonesia khususnya pada sektor transportasi udara. Selain itu diharapkan dengan terlaksananya kerjasama ini, dapat membuka jalan bagi Foreign Direct Investment (FDI) lainnya masuk ke Indonesia," ujar Tiko sapaan akrabnya.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu KencanaSumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Berkah Pembangunan IKN, Jumlah Pengunjung di Bandara Sepinggan Balikpapan Meningkat
Berkah Pembangunan IKN, Jumlah Pengunjung di Bandara Sepinggan Balikpapan Meningkat

Sejak pembangunan IKN Nusantara terjadi peningkatan kunjungan yang masuk ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

Baca Selengkapnya
Bandara Kertajati Dijual ke Asing, Arab Saudi Hingga Singapura Minat Beli
Bandara Kertajati Dijual ke Asing, Arab Saudi Hingga Singapura Minat Beli

Jika sudah mendapat persetujuan kepala negara dan kepala daerah, investor asing diproyeksikan bisa masuk Bandara Kertajati per akhir tahun nanti.

Baca Selengkapnya
KEK Sanur Dapat Suntikan Investasi Rp10,3 Triliun, Berpotensi Serap 43 Ribu Pekerja
KEK Sanur Dapat Suntikan Investasi Rp10,3 Triliun, Berpotensi Serap 43 Ribu Pekerja

Investasi tersebut berasal dari berbagai pihak mulai dari perusahaan BUMN, swasta hingga investor asing.

Baca Selengkapnya
Indigo Airlines dari India Mendarat Perdana di Bandara Ngurah Rai Bali
Indigo Airlines dari India Mendarat Perdana di Bandara Ngurah Rai Bali

WNA India dengan jumlah kedatangan mencapai 67.979 orang, tercatat sebagai WNA terbanyak ke-3 yang datang ke Pulau Bali.

Baca Selengkapnya
Bakal Layani Umrah, Bandara IKN Nusantara Ditawarkan ke Investor Asing
Bakal Layani Umrah, Bandara IKN Nusantara Ditawarkan ke Investor Asing

Untuk tahap awal, lapangan udara tersebut masih bersifat VVIP sebagai tempat pendaratan pesawat presiden dan untuk kepentingan IKN.

Baca Selengkapnya
256 Perusahaan dari 19 Negara Disebut Tertarik Ikut Bangun IKN Nusantara
256 Perusahaan dari 19 Negara Disebut Tertarik Ikut Bangun IKN Nusantara

Per Juni 2023 terdapat sekitar 19 negara tertarik untuk berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Baca Selengkapnya
Jeju Air Buka Penerbangan Langsung Korea-Bali
Jeju Air Buka Penerbangan Langsung Korea-Bali

70 persen kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia itu menggunakan transportasi udara.

Baca Selengkapnya
Industri Penerbangan Non-Airline Indonesia Diprediksi Bisa Tumbuh 300 Persen, tapi Ada Syaratnya
Industri Penerbangan Non-Airline Indonesia Diprediksi Bisa Tumbuh 300 Persen, tapi Ada Syaratnya

Meski demikian, dia mengingatkan, kalau keyakinan pertumbuhan 300 persen itu hanya akan bisa tercapai jika ada dukungan dari pemerintah.

Baca Selengkapnya
Tambah 9 Pesawat, Garuda Indonesia Incar Pendapatan Rp49 Triliun Hingga Akhir 2024
Tambah 9 Pesawat, Garuda Indonesia Incar Pendapatan Rp49 Triliun Hingga Akhir 2024

Selain dari penjualan tiket pesawat, Garuda juga menerapkan berbagai program untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Baca Selengkapnya
Tak Hanya Jadi Ibu Kota, Nusantara Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru
Tak Hanya Jadi Ibu Kota, Nusantara Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru

Nusantara bisa menjadi destinasi wisata yang menarik pengunjung ke sana dan ke destinasi-destinasi wisata di sekitar IKN.

Baca Selengkapnya
Pemilik Burj Khalifa Yakinkan Prabowo Wisata Indonesia Bisa Tumbuh 300 Persen
Pemilik Burj Khalifa Yakinkan Prabowo Wisata Indonesia Bisa Tumbuh 300 Persen

Dalam pertemuan di ruang kerjanya itu, Prabowo dan dua tamunya berdiskusi selama sekitar satu jam membahas industri pariwisata di Indonesia.

Baca Selengkapnya
Muncul Ide Integrasi Bandara Nasional, Apa Manfaatnya?
Muncul Ide Integrasi Bandara Nasional, Apa Manfaatnya?

Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sehingga arah bisnis kedirgantaraan pelat merah lebih fokus, terarah, dan terukur.

Baca Selengkapnya