Masalah ketombe hampir memang tampak sepele, tetapi tak lantas dibiarkan begitu saja. Walau kadang terlihat jelas di sela-sela rambut, tetapi beberapa orang masih tak menyadari gejala munculnya ketombe. Lantas, bagaimana cara mendiagnosis ketombe yang benar?
Ternyata Dapat Dilakukan dengan Mudah
Ketika datang periksa, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit kepala, untuk mendiagnosis rambut berketombe.
Biasanya, pemeriksaan penunjang lain tidak diperlukan oleh dokter, kecuali pada kasus yang parah. Pada dasarnya, ketombe jarang menyebabkan kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis. Namun, jika ketombe yang dialami sudah cukup parah dan mengganggu, maka bisa memeriksakan diri ke dokter kulit. Setelah itu, dokter kulit biasanya akan meresepkan obat atau sampo yang tepat untuk mengatasi ketombe.
Gejala-Gejala Ketombe yang Mudah Dikenali
Di samping periksa ke dokter, mengenali gejala ketombe juga bisa dikenali secara mendiri.
Umumnya, ketika mengalami ketombe, akan tampak serpihan kulit kepala berwarna putih keabu-abuan atau kekuningan yang berminyak, tetapi tidak melekat erat di kulit kepala. Nah, serpihan putih ini sering ditemukan di permukaan kulit kepala, di antara rambut, maupun di bahu. Selain itu, ada beberapa gejala umum lainnya, seperti kulit kepala terasa gatal, serta muncul sisik berminyak atau kering di kulit kepala. Jika amat parah, kadang bisa muncul benjolan bersisik kekuningan hingga kemerahan di sepanjang garis rambut.
Awas, Ketombe Bisa Mengalami Komplikasi Juga!
Meski jarang terjadi, ketombe ternyata juga bisa menyebabkan komplikasi. Tanda-tandanya, antara lain terjadi infeksi, seperti kemerahan, nyeri tekan atau bengkak. Selain itu, ketombenya parah dan perawatan di rumah ternyata tidak efektif sama sekali. Komplikasi ketombe ini juga ditandai dengan adanya eksim, psiorasis atau kondisi kulit lainnya.
Advertisement
Advertisement
Tanda lainnya adalah kulit kepala sangat gatal. Komplikasi ini juga kadang terjadi karena masalah pengobatan.
Advertisement
Oleh karena itu, pilihlah produk perawatan kulit yang tepat. Sebab, kesalahan memilih sampo anti ketombe juga dapat menyebabkan iritasi.
Bila terjadi efek yang tak diinginkan, seperti munculnya iritasi tadi, maka segera hentikan pemakaiannya. Habis itu, bisa mencoba produk sampo anti ketombe lain. Perlu diketahui, masing-masing sampo ketombe memiliki kandungan berbeda. Itulah kenapa kadang perlu melakukan proses trial dan error sebelum bisa menemukan produk sampo anti ketombe yang tepat untuk rambut dan kulit kepala Anda.
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Kondisi kulit kepala yang sering terjadi adalah ketombe kering, ditandai dengan serpihan putih kecil yang mudah rontok dan dapat mengganggu penampilan.