2 Hari diguyur hujan, Banjarnegara longsor satu orang tewas
Longsor juga berdampak pada putusnya jalan nasional penghubung antara Banjarnegara-Wonosobo di Desa Tunggoro.
Longsor yang terjadi di Banjarnegara Jawa Tengah telah merenggut nyawa salah seorang warga Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran. Warga tersebut adalah Suheri (65), dia tewas akibat terkena longsor yang melanda Desa Sidengkok.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Banjarnegara Catur Subandrio mengungkapkan longsor meluas akibat hujan yang terus menerus turun di Banjarnegara sejak Rabu (10/12) malam. Longsor juga berdampak pada putusnya jalan nasional penghubung antara Banjarnegara-Wonosobo di Desa Tunggoro, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara.
"Longsor tersebut menimbulkan kemacetan di bagian barat wilayah Banjarnegara dan di timur wilayah Wonosobo. Longsoran tebalnya mencapai 10 meter dan kami telah meminta Dinas Bina Marga Jateng dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengerahkan alat berat," katanya, Kamis (11/12).
Longsor tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, arus kendaraan dari arah Purwokerto menuju Semarang dialihkan melalui daerah Sempor Kabupaten Kebumen. "Untuk sementara, arus kendaraan dilewatkan jalur alternatif dan kendaraan berat harus berhenti, karena tidak memungkinkan melalui jalan setempat," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Posko Darurat BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan sebanyak 36 keluarga Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa masih tetap bertahan di 4 pos pengungsian. "Sebab, kondisi dusun setempat masih terus terjadi pergerakan tanah," kata Andri.
Dia melanjutkan, hujan sejak sore hingga pagi masih terjadi. Selain itu, jalan darurat yang dibuat tidak bisa digunakan lagi. Tak hanya itu, lokasi longsor juga bertambah di sisi masjid.
"Kondisi 36 keluarga terisolasi, cuaca hujan disertai angin kencang juga masih terjadi. Tak hanya itu, gerakan tanah longsor terjadi dengan cepat satu hingga tiga meter sejak semalam serta jalan jalan bertambah parah," ucapnya.
Andri juga mengemukakan, hari ini anggota SAR gabungan melakukan perbaikan kembali jalan darurat dengan membuat jalan darurat kembali, serta membuat dan menata saluran air. "Selain itu, juga membantu mengevakuasi barang-barang milik warga yg masih di rumah," ucapnya.