Digelar 3 Hari, Festival Arsitektur Nusantara Sajikan Keunikan Arsitektur Banyuwangi
Festival Arsitektur Nusantara berlangsung selama tiga hari, 22-24 Juni 2023 dan digelar di tiga lokasi yang menjadi ikon bangunan publik di Banyuwangi. Yakni Pendopo Sabha Swagata, Gedung Juang '45, dan Bandara Banyuwangi.
Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Arsitektur Nusantara (FAN). Beragam agenda digelar di event yang memasuki tahun ke-3 pelaksanaan ini, termasuk pameran desain-desain bangunan publik yang ada dan akan dibangun di Banyuwangi. Direktur Aga Khan Award, penyelenggara penghargaan arsitektur prestisius di dunia, juga akan hadir dalam festival tersebut.
Festival Arsitektur Nusantara berlangsung selama tiga hari, 22-24 Juni 2023 dan digelar di tiga lokasi yang menjadi ikon bangunan publik di Banyuwangi. Yakni Pendopo Sabha Swagata, Gedung Juang '45, dan Bandara Banyuwangi.
-
Apa yang dibangun di Banyuwangi? Pabrik kereta api terbesar se-Asia Tenggara, PT Steadler INKA Indonesia (SII) di Banyuwangi mulai beroperasi.
-
Apa yang diserahkan oleh Presiden Jokowi di Banyuwangi? Total sertifikat tanah yang diserahkan mencapai 10.323 sertipikat dengan jumlah penerima sebanyak 8.633 kepala keluarga (KK).
-
Kenapa Banyuwangi mendapatkan insentif lagi? Ini merupakan kali kedua mereka mendapatkan insentif karena dinilai sukses menekan laju inflasi serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
-
Bagaimana cara Banyuwangi memanfaatkan insentif tersebut? “Sesuai arahan Bapak Wakil Presiden, kami pergunakan insentif ini secara optimal untuk memperkuat program dan strategi penghapusan kemiskinan di daerah. Kami juga akan intensifkan sinergi dan kolaborasi antara pemkab dan dunia usaha. Dana ini juga akan kami optimalkan untuk kegiatan yang manfaatnya langsung diterima oleh masyarakat,” kata Ipuk.
-
Kenapa KIK Pecel Rawon penting bagi Banyuwangi? “Alhamdulillah, satu persatu kita berhasil menginventarisir warisan kekayaan tradisional kita. Kali ini pecel rawon sudah sah diakui berasal dari Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
-
Di mana Bandara Banyuwangi berlokasi? Bandara Banyuwangi menjadi bandara pertama di Indonesia yang berkonsep ramah lingkungan.
Menandai dibukanya festival, digelar pameran arsitektur di Gedung Juang dan Pendopo (22 Juni – 6 Juli 2023). Gedung Juang sendiri merupakan salah satu bangunan heritage di Banyuwangi yang didirikan VOC pada 1887.
©2023 Merdeka.com
"Bangunan itu telah direvitalisasi pada 2016 dengan melibatkan salah satu arsitek kebanggaan Indonesia, Adi Purnomo, yang kini difungsikan pemkab untuk gedung pertunjukan seni atau teater. Adi Purnomo juga mendesain dan merevitalisasi Pendopo. Termasuk bangunan di sayap kiri dan kanan pendopo yang sangat ikonik," kata Sekda Banyuwangi, Mujiono saat membuka pameran arsitektur di Gedung Juang, Kamis (22/6).
Di Gedung Juang dipamerkan desain Bandara Banyuwangi yang dirancang Andra Matin. Di sana pengunjung bisa mengetahui sejarah hingga proyeksi pengembangan Bandara Banyuwangi di masa depan. Di sini, juga dipamerkan desain sejumlah bangunan bandara perintis di Indonesia karya Andra Matin lainnya.
Sementara di Pendopo Sabha Swagata, dipamerkan ratusan desain bangunan publik yang akan dibangun Banyuwangi yang melibatkan sejumlah arsitek nasional. Ada desain Museum Air karya arsitek Adi Purnomo, museum kereta api (KA) karya Denny Gondo, serta gedung Inggrisan yang akan direvitalisasi oleh Yori Antar, Sang Pendekar Arsitek Nusantara.
Selain itu, puluhan karya dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur juga bakal meramaikan pameran.
©2023 Merdeka.com
Mujiono menambahkan bahwa Banyuwangi berkomitmen melibatkan arsitek dalam membangun bangunan publik pemerintah. Menurutnya, keberadaan arsitek yang terlibat dalam proses perencanaan dan desain dapat memberikan dampak yang signifikan baik dari segi estetik maupun fungsional.
"Dengan melibatkan arsitek, bangunan itu akan memiliki pemahaman yang mendalam tentang estetika, memiliki fungsionalitas yang optimal. Melibatkan arsitek juga dapat mendorong penggunaan teknologi hijau dan pendekatan berkelanjutan dalam pembangunan. Misalnya, Bandara Banyuwangi yang kaya penggunaan material ramah lingkungan, dan desain bangunan yang hemat energi," kata Mujiono.
"Dan kekhasan Banyuwangi adalah selalu mengedepankan identitas arsitektur lokal dan nusantara. Ini adalah cara kami menghormati dan melestarikan warisan budaya daerah. Untuk itu kami butuh arsitek yang dapat menggabungkan elemen tradisional dengan desain modern," imbuhnya.
Festival Arsitektur tahun ini sangat spesial karena dirangkai dengan perayaan kemenangan Bandara Banyuwangi dalam ajang Aga Khan Award for Architecture 2022. Direktur Aga Khan Award dari Jenewa, Swiss hadir untuk memberikan apresiasi kepada semua pihak yang turut andil dalam pembangunan Bandara Banyuwangi pada 24 Juni. Mulai tim perancang dan pihak yang terlibat selain bangunan dan masyarakat sekitarnya.
Festival Arsitektur Nusantara juga diisi diskusi dan lokakarya, hingga seminar internasional oleh arsitek nasional. Mereka akan menggelar Diskusi Panel (23 Juni) dengan dihadiri Direktur Aga Khan Award, Andra Matin, Yori Antar, Hossein Rezai di Pendopo, diskusi dan lokakarya tentang tantangan perancangan bandara perintis di Pendopo (23 Juni). Konferensi internasional arsitektur (24 Juni) di Gedung Juang '45.
(mdk/hhw)