Usai Diperiksa di Kantor DPC Gerindra, Ketua DPRD Pasaman Barat Tak Pakai Narkoba
Setelah itu, Kepala BNNK Pasaman Barat Irwan Effendry dan Kasat Satresnarkoba Iptu Eri Yanto mendatangi lokasi dan menemukan ada yang berada dalam ruangan kantor, yakni Ketua DPRD Parizal Hafni bersama stafnya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan pengecekan di lokasi dengan disaksikan oleh masyarakat.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat AKBP Sugeng Hariyadi menegaskan Ketua DPRD Pasaman Barat Parizal Hafni tidak terindikasi memakai narkoba.
"Saya tegaskan, setelah melakukan pemeriksaan di Kantor DPC Partai Gerindra tidak ditemukan bukti narkoba dan hasil tes urinenya pagi ini negatif," ujar Sugeng, di Simpang Empat, dilansir Antara, Selasa (20/4).
-
Di mana penangkapan kelima tersangka kasus narkoba terjadi? Dia mengatakan rute patroli di Sunggal, yakni Jalan KM 19,5 Kampung Lalang , Jalan PDAM Tirtanadi, Jalan Sunggal dan Jalan Lembah Berkah, Lingkungan 11, Medan.
-
Apa yang terjadi jika seseorang kecanduan narkoba? Bukan hanya itu, narkoba bisa menimbulkan ketergantungan atau adiksi alias kecanduan yang berujung mengancam nyawa penggunanya.
-
Siapa saja yang ditangkap dalam kasus narkoba ini? Polisi mengatakan, penangkapan ini dilakukan polisi karena adanya laporan dari masyarakat terhadap pihaknya. Polisi telah menangkap Aktor senior Epy Kusnandar (EK) atau yang akrab disapa Kang Mus dalam sinetron ‘Preman Pensiun’. Penangkapan ini dilakukan diduga terkait penyalahgunaan narkotika. Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Panjiyoga mengatakan, tak hanya menangkap Kang Mus. Polisi juga menangkap satu orang lainnya yakni Yogi Gamblez (YG) yang bermain di film 'Serigala Terakhir'.
-
Sapa sing iso ngerti tebak-tebakan lucu Jawa? Tebak-tebakan dalam bahasa Jawa dapat menjadi sarana untuk memahami kebudayaan yang satu ini.
-
Kapan Pallu Butung sering diburu? Makanan tersebut banyak dicari ketika Bulan Ramadan karena cocok sebagai menu berbuka puasa.
Menurutnya, pihaknya pada Senin (19/4) sekitar pukul 20.30 WIB mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada dugaan penyalahgunaan narkoba di Kantor Gerindra setempat. Setelah itu, Kepala BNNK Pasaman Barat Irwan Effendry dan Kasat Satresnarkoba Iptu Eri Yanto mendatangi lokasi dan menemukan ada yang berada dalam ruangan kantor, yakni Ketua DPRD Parizal Hafni bersama stafnya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan pengecekan di lokasi dengan disaksikan oleh masyarakat.
"Hasilnya tidak ditemukan barang narkoba di Kantor Gerindra Pasaman Barat. Setelah itu ternyata berkumpul masyarakat mempertanyakan kegiatan yang sedang berlangsung," katanya pula.
Pada malam itu, katanya lagi, pihaknya juga menurunkan personel pengamanan karena masyarakat ramai mempertanyakan keberadaan staf Ketua DPRD Pasaman Barat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Malam itu juga Parizal Hafni membuat surat pernyataan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Ia mengatakan pada Selasa (20/4) pagi dilakukan pengambilan urine terhadap Parizal Hafni dan hasilnya negatif.
"Saya tegaskan penggunaan narkoba oleh Ketua DPRD di kantor DPC Gerindra tidak terbukti," ujarnya pula.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Parizal Hafni yang telah memberikan keleluasaan untuk memeriksa pengecekan di kantor Gerindra dan juga bersedia melakukan tes urine. Dia menegaskan penggerebekan yang dilakukan sesuai SOP yang ada berdasarkan informasi masyarakat.
"Saya tegaskan tidak ada pesanan khusus dalam persoalan penggerebekan ini, karena kami menindaklanjuti informasi dari masyarakat," katanya lagi.
Kepala BNNK Pasaman Barat Irwan Effendry menegaskan dari hasil penggerebekan tidak ditemukan narkoba dan bukti lainnya. "Saat itu Ketua sangat kooperatif. Ia membukakan pintu dan mempersilakan memeriksa kantor Gerindra. Adapun seorang stafnya di sana saat itu berpakaian lengkap," katanya pula.
Ketua DPRD Parizal Hafni membantah dirinya memakai narkoba. Bahkan saat tim BNNK dan Satresnarkoba datang, ia mempersilakan memeriksa kantor Gerindra.
"Saya antinarkoba dan memang tidak ditemukan narkoba saat pemeriksaan. Bahkan saya melakukan tes urine dan hasilnya negatif. Persoalan ada seorang staf saya di kantor itu hanya salah paham, karena kami sedang mengerjakan permintaan kantor Kesbangpol persyaratan partai yang harus tuntas hari ini," ujarnya lagi.
Baca juga:
4 Kali Ditangkap, Ini 4 Fakta Rio Reifan Terjerat Kasus Dugaan Narkoba
Ditangkap di Bulan Ramadan, Dua Aktor Ini Kembali Terlibat Kasus Narkoba
Kabar Terbaru Kasus Suami Nindy Ayunda, Terancam 20 Tahun Penjara
TNI AL Bongkar Kasus 100 Kg Sabu di Perairan Asahan Sumut, Ini Faktanya
Polisi Bekuk WN Nigeria Datangkan 5.385 Butir Ekstasi dari Jerman
Penyelundupan 92,5 Kg Sabu Asal Malaysia Berhasil Digagalkan di Sumut